Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ekonomi klasik

Ekonomi klasik secara umum dianggap sebagai aliran modern pertama dalam sejarah pemikiran ekonomi. Pemikir dan pengembang utama aliran ini antara lain adalah Adam Smith, Jean-Baptiste Say, David Ricardo, Thomas Malthus dan John Stuart Mill.

Wikipedia article
Diperbarui 6 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ekonomi klasik
Adam Smith, pemikir utama ekonomi klasik.

Ekonomi klasik secara umum dianggap sebagai aliran modern pertama dalam sejarah pemikiran ekonomi. Pemikir dan pengembang utama aliran ini antara lain adalah Adam Smith, Jean-Baptiste Say, David Ricardo, Thomas Malthus dan John Stuart Mill.

The Wealth of Nations karya Adam Smith pada tahun 1776 dianggap sebagai penanda dimulainya era ekonomi klasik. Aliran ini mengemuka hingga pertengahan abad ke-19, dan kemudian digantikan oleh ekonomi neoklasik, yang lahir di Britania Raya pada tahun 1870. Definisi ekonomi klasik diperdebatkan oleh sejumlah pakar, terutama pada periode 1830–1870-an, dan keberlanjutannya ke ekonomi neoklasik. Istilah "ekonomi klasik" awalnya dicetuskan oleh Karl Marx untuk merujuk pada ekonomi Ricardian–aliran ekonomi yang dikembangkan oleh David Ricardo dan James Mill serta pendahulunya. Namun, penggunaan istilah ini kemudian diperluas untuk merujuk pada semua pengikut Ricardo.[1]

Ekonomi klasik menyatakan bahwa pasar bebas akan mengatur dirinya sendiri jika tidak ada campur tangan dari pihak apa pun. Adam Smith menyebutnya dengan metafora "tangan tak terlihat", yang akan menggerakkan pasar menuju keseimbangan alami mereka tanpa adanya campur tangan dari luar.

Tidak seperti ekonomi Keynesian, ekonomi klasik menekankan pada penerapan harga fleksibel, baik dari segi upah ataupun barang. Penekanan lainnya terdapat pada Hukum Say: penawaran menciptakan permintaan sendiri–artinya, produksi agregat akan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai semua pengeluaran yang dihasilkan. Berbeda dengan Keynes, yang menyatakan bahwa harus ada penghematan, pengeluaran uang, atau pemakaian instrumen pembiayaan lainnya untuk membiayai pengeluaran dan menutupi biaya produksi. Postulat lainnya yang ditekankan oleh ekonomi klasik adalah keseimbangan antara tabungan dan investasi, dengan asumsi bahwa suku bunga fleksibel akan selalu menjaga ekuilibrium.

Lihat juga

  • Model ekuilibrium umum klasik
  • Ekonomi neoklasik
  • Liberalisme klasik
  • Ekonomi konstitusional
  • Aliran pemikiran ekonomi

Catatan

  1. ↑ The General Theory of Employment, Interest and Money, John Maynard Keynes, Chapter 1, Footnote 1

Referensi

  • Mark Blaug (1987). "classical economics," The New Palgrave Dictionary of Economics, v. 1, pp. 414–45.
  • _____ (2008). "British classical economics," The New Palgrave Dictionary of Economics, 2nd Edition. Abstract.
  • Samuel Hollander (1987). Classical Economics. Oxford: Blackwell.

Bacaan lanjutan

  • Skousen, Mark (2008). "Classical Economics". Dalam Hamowy, Ronald (ed.). The Encyclopedia of Libertarianism. Thousand Oaks, CA: SAGE; Cato Institute. hlm. 71–3. ISBN 978-1-4129-6580-4. LCCN 2008009151. OCLC 750831024.

Pranala luar

  • Classical economics, Encyclopædia Britannica
  • Great Economists: Classical Economics and its Forerunners by Economist Tyler Cowen, May 2013
  • l
  • b
  • s
Ekonomi klasik
  • Francis Hutcheson
  • Bernard Mandeville
  • David Hume
  • Adam Smith
  • Jean-Baptiste Say
  • Thomas Malthus
  • James Mill
  • Francis Place
  • David Ricardo
  • Henry Thornton
  • John Ramsay McCulloch
  • James Maitland, 8th Earl of Lauderdale
  • Jeremy Bentham
  • Jean Charles Léonard de Sismondi
  • Johann Heinrich von Thünen
  • John Stuart Mill
  • Henry Charles Carey
  • Nassau William Senior
  • Edward Gibbon Wakefield
  • John Rae
  • Frédéric Bastiat
  • Thomas Tooke
  • Robert Torrens
  • l
  • b
  • s
Aliran pemikiran ekonomi
Pramodern
  • Mazhab kuno
  • Islam
  • Skolastisisme
Modern awal
  • Kameralisme
  • Merkantilisme
  • Fisiokrat
  • Aliran Salamanca
Modern
  • Amerika (Nasional)
  • Anarkis
    • Mutualisme
  • Austria
  • Birmingham
  • Klasik
  • Inggris historis
  • Georgisme
  • Jerman historis
  • Lausanne
  • Malthusian
  • Marxian
  • Mutualisme
  • Neoklasik
  • Neomerkantilisme
  • Ricardian
Abad ke-20—ke-21
  • Perilaku
  • Buddhis
  • Pendekatan kemampuan
  • Carnegie
  • Chicago
  • Sirkuitisme
  • Konstitusional
  • Evolusioner
  • Institutional
  • Keynesian
  • Teori Moneter Modern
  • Moneterisme
  • Neo-Keynesian
  • Neo-Malthusian
  • Neo-Marxian
  • Neo-Ricardian
  • Makroekonomi neoklasik
  • Neoinstitusional
  • Pasca-Keynesian
  • Pilihan publik
  • Air asin/Air tawar
  • Stockholm
  • Permintaan
  • Virginia
Terkait
  • Ekonomi
  • Ekonomi heterodoks
  • Sejarah pemikiran ekonomi
  • Sejarah pemikiran makroekonomi
  • l
  • b
  • s
Adam Smith
Buku
  • Essays on Philosophical Subjects
  • Lectures on Jurisprudence
  • The Theory of Moral Sentiments
  • The Wealth of Nations
Teori
  • Ekonomi klasik
  • Tangan tak terlihat
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat juga
  2. Catatan
  3. Referensi
  4. Bacaan lanjutan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Ekonomi neoklasik

tempat di antara kaum ekonom marjinalis. Aliran walrasian mengadopsi pemikiran Keynesianisme dalam sintesis ekonomi neo-klasik. Evolusi ini berakibat

Ekonomi

area produksi, distribusi dan perdagangan, juga konsumsi barang dan layanan oleh agen berbeda

Sejarah pemikiran ekonomi makro

teori "klasik" ini dan menghasilkan teori umum yang menggambarkan seluruh perekonomian dalam terminologi agregat daripada individu, bagian ekonomi mikro

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026