Seperti sebagian besar negara barat lainnya, ekonomi Jerman mengalami dampak dari Depresi Besar dengan peningkatan pengangguran menjelang Kejatuhan Wall Street 1929. Saat Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada 1933, ia memperkenalkan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk menunjang ekonomi. Perubahannya meliputi privatisasi industri negara, autarki dan tarif impor. Meskipun pendapatan mingguan meningkat 19% pada periode antara 1932-1938, rata-rata jam kerja juga meningkat menjadi sekitar 60 per pekan pada 1939. Selain itu, perdagangan luar negeri menurut pada barang-barang konsumen seperti unggas, buah dan pakaian untuk sebagian besar orang Jerman.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Seperti sebagian besar negara barat lainnya, ekonomi Jerman mengalami dampak dari Depresi Besar dengan peningkatan pengangguran menjelang Kejatuhan Wall Street 1929.[1] Saat Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada 1933, ia memperkenalkan kebijakan-kebijakan yang ditujukan untuk menunjang ekonomi. Perubahannya meliputi privatisasi industri negara, autarki dan tarif impor. Meskipun pendapatan mingguan meningkat 19%[2] pada periode antara 1932-1938, rata-rata jam kerja juga meningkat menjadi sekitar 60 per pekan pada 1939. Selain itu, perdagangan luar negeri menurut pada barang-barang konsumen seperti unggas, buah dan pakaian untuk sebagian besar orang Jerman.[3]
Catatan
Daftar pustaka
Bacaan tambahan