Irjen. Pol. Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si. adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 19 September 2025 mengemban amanat sebagai Pati Bareskrim Polri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Eko Budi Sampurno | |
|---|---|
| Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri | |
| Masa jabatan 13 April 2022 – 19 September 2025 | |
| Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat ke-4 | |
| Masa jabatan 3 Februari 2020 – 13 April 2022 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 18 Desember 1967 Jakarta |
| Almamater | Akademi Kepolisian (1989) |
| Pekerjaan | Polisi |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1989—sekarang |
| Pangkat | |
| NRP | 67120334 |
| Satuan | Reserse |
Irjen. Pol. Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si. (lahir 18 Desember 1967) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 19 September 2025 mengemban amanat sebagai Pati Bareskrim Polri.
Eko, lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Selain itu juga dia merupakan putra daerah Madura yang berasal dari Prekbun, Pademawu, Pamekasan.
Dia orang yang dikenal sebagai bawahan mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol. (Purn) Susno Duadji karena pernah menjadi Kapolres Garut dan Kapolres Cimahi sewaktu Irjen Pol. Susno Duadji menjabat Kapolda Jabar, kemudian ia dibawa serta oleh Komjen Pol. Susno Duadji ke Bareskrim menjadi Penyidik Utama Tipidter karena Komjen Pol. Susno Duadji ingin memiliki bawahan yang dikenalnya.
Nama Kombes Eko Budi Sampurno sempat disebut oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sebagai salah satu perwira muda yang masuk dalam tim pemikir Tito Karnavian dalam menghadapi pengusulan dirinya menjadi Kepala Polisi Republik Indonesia, selain Irjen Rycko Amelza Dahniel, Brigjen Gatot Eddy Pramono, Kombes Asep Suhendar, dan Kombes Wahyu Widada.[1]
Nama Eko Budi Sampurno pernah tersebut dalam perkara suap penyelidikan Gayus Tambunan oleh Susno Duadji, selain Kompol Arafat Enanie, AKBP Mardiyani, Kombes Eko Budi Sampurno, serta dua Direktur II Ekonomi Khusus (Eksus) Brigjen Edmond Ilyas (sebelumnya) dan Raja Erizman.[2][3][4][5]
| Baris ke-1 | Bintang Bhayangkara Nararya | Satyalancana Pengabdian 24 Tahun | Satyalancana Pengabdian 16 Tahun | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Satyalancana Pengabdian 8 Tahun | Satyalancana Bhakti Pendidikan | Satyalancana Bhakti Buana | ||||||
| Jabatan kepolisian | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Irjen. Pol. Luki Hermawan |
Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri 2022—2025 |
Diteruskan oleh: Irjen. Pol. Achmad Kartiko |
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Baharuddin Djafar |
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat 2020—2022 |
Diteruskan oleh: Irjen. Pol. Verdianto Iskandar Bitticaca |