Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ekasarana Dharma

Ekasarana Dharma adalah agama monoteistis yang dibentuk dan disebarkan oleh Srimanta Sankardeva pada abad ke-15. Kini, sebagian besar penganut agama ini tinggal di negara bagian Assam, India. Sebagai bagian dari gerakan bhakti dalam lingkup yang luas, agama ini menolak ritus berbasis Weda, dan menggantikannya dengan suatu bentuk tradisi yang lebih sederhana yang mengandalkan pelantunan nama Tuhan berulang-ulang.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2018

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ekasarana Dharma[1] (Assam [এক শৰণ ধৰ্ম] Galat: {{Lang}}: unrecognized language tag: as- (bantuan)) adalah agama monoteistis yang dibentuk dan disebarkan oleh Srimanta Sankardeva pada abad ke-15. Kini, sebagian besar penganut agama ini tinggal di negara bagian Assam, India. Sebagai bagian dari gerakan bhakti dalam lingkup yang luas, agama ini menolak ritus berbasis Weda, dan menggantikannya dengan suatu bentuk tradisi yang lebih sederhana yang mengandalkan pelantunan nama Tuhan berulang-ulang.

Kitab suci pegangan umat agama ini adalah Sankardeva-bhagavata, yang diambil dari Bhagawatapurana, oleh Srimanta Sankardeva dan rohaniwan lainnya. Kitab ini didukung oleh dua kitab kidung suci: Kirtan Ghoxa oleh Sankardeva, dan Naam Ghoxa oleh Madhabdeva. Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Assam.

Agama ini disebut pula Mahapuruxiya, karena berlandaskan pemujaan kepada Mahapurusha (Sanskerta: Maha = "Agung"; purusha = "makhluk"), yaitu gelar Wisnu dalam Bhagawatapurana, dan para pengikutnya dikenal sebagai Mahapuruxia, Sankari, Saraniya, dan lain-lain. Seiring waktu, gelar 'Mahapurux' juga disematkan kepada Sankardeva dan Madhabdeva, nabi utama agama tersebut.

Catatan kaki

  1. ↑ Sarma (Sarma 1966, hlm. 41), Cantlie (Cantlie 1984) and Barman (Barman 1999) call it Ekasarana. Maheshwar Neog uses both Ekasarana(Neog 1985) as well as Ekasarana naam-dharma, qualifying the word dharma in the second example. Others call it Ekasarana Hari-naam-Dharma, further qualifying the word dharma.

Daftar pustaka

  • Neog, Dimbeswar (1963). Jagat-Guru Sankardew. Nowgong: Haladhar Bhuya.
  • Neog, Maheshwar (1980). Early History of the Vaishnava Faith and Movement in Assam. Delhi: Motilal Banarasidass.
  • Sarma, S N (1966). The Neo-Vaisnavite Movement and the Satra Institution of Assam. Gauhati University.
  • Murthy, H V Sreenivasa (1973). Vaisnavism of Samkaradeva and Ramanuja (A Comparative Study). Motilal Banarsidass.
  • Sheridan, Daniel (1986). The Advaitic Theism of the Bhāgavata Purāṇa. Delhi: Motilal Banarsidass. Diakses tanggal 12 December 2012.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Agama Hindu

agama yang secara luas dipraktikkan di anak benua India

Filsafat Hindu

Dictionary of Indian Philosophy Diarsipkan 2005-03-24 di Wayback Machine. Hindu Dharma Diarsipkan 2022-09-21 di Wayback Machine. Hinduism: A Perspective Diarsipkan

Yuga

parah, maka sudah saatnya untuk kiamat. Jika diibaratkan seperti Lembu Dharma (simbol perkembangan moralitas), keempat siklus Yuga (Caturyuga) seperti

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026