Efek sitopatik atau efek sitopatogenik adalah perubahan atau kelainan struktur yang timbul dalam sel inang yang diakibakan oleh infeksi virus. Contoh efek sitopatik yang dapat terjadi di antaranya adalah pembundaran sel, peleburan dengan sel terdekat membentuk sinkitia, dan munculnya jasad kepungan di nukleus atau sitoplasma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Efek sitopatik atau efek sitopatogenik adalah perubahan atau kelainan struktur yang timbul dalam sel inang yang diakibakan oleh infeksi virus. Contoh efek sitopatik yang dapat terjadi di antaranya adalah pembundaran sel, peleburan dengan sel terdekat membentuk sinkitia, dan munculnya jasad kepungan di nukleus (inti sel) atau sitoplasma.[1]