Edi Saputra adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 30 September 2025 menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhanas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Edi Saputra | |
|---|---|
| Komandan Korem 064/Maulana Yusuf | |
| Masa jabatan 15 Agustus 2025 – 30 September 2025 | |
| Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta | |
| Masa jabatan 9 November 2023 – 15 Agustus 2025 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 26 Juli 1973 Kualasimpang, Aceh Tamiang, Aceh, Indonesia |
| Suami/istri | Adek Meliana, S.E., Ak. |
| Anak | M. Akbar Rafsanjani M. Arief El Rasyid |
| Almamater | Akademi Militer (1994) |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1994—sekarang |
| Pangkat | |
| NRP | 11940027940773 |
| Satuan | Infanteri |
Edi Saputra (lahir 26 Juli 1973) adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 30 September 2025 menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi Lemhanas.
Edi, merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1994 dari kecabangan Korps Infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah sebagai Komandan Korem 064/Maulana Yusuf.[1]
Edi Saputra dilahirkan di Aceh pada tanggal 26 Juli 1973 dari orangtua beretnis Jawa. Edi besar dan menempuh pendidikan hingga tingkat pendidikan menengah atas di Aceh, Edi melanjutkan pendidikan militer ke Akademi Militer. Ia lulus pada tahun 1994 dan ditempatkan di kecabangan infanteri dengan pangkat letnan dua.[2]
Edi memulai penugasannya di Batalyon Infanteri 509/Raider yang bermarkas di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Edi juga sempat menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti di Batam, Kepulauan Riau.[2]
Edi kemudian ditugaskan ke Parepare, Sulawesi Selatan, untuk menjabat sebagai Kasi Teritorial Korem 142/Taroada Tarogau. Pada tanggal 10 Mei 2011, Edi yang berpangkat mayor secara resmi dilantik menjadi Komandan Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha.[3] Ia menjabat sebagai komandan.
Setelah bertugas sebagai komandan batalyon, Edi dipindahkan ke Kabupaten Sragen untuk menjabat sebagai Komandan Distrik Militer 0725/Sragen.[4] Ia mengakhiri masa jabatannya sebagai komandan distrik militer pada 6 Oktober 2015.[5] Dari Sragen, Edi dipindahkan ke Divisi Infanteri 1 Kostrad yang bermarkas di Cilodong. Depok, Jawa Barat, untuk menjabat sebagai Asisten Personil Kasdivif 1 Kostrad. Ia dilantik untuk jabatan barunya tersebut pada tanggal 10 November 2015.[6]
Edi kembali bertugas di Sumatera Utara setelah menjabat sebagai Asisten Personil Kasdivif 1 Kostrad selama hampir dua tahun. Ia dilantik menjadi Asisten Personil Kepala Staf Daerah Militer I/Bukit Barisan pada tanggal 5 Juli 2017.[7] Ia menyerahkan jabatannya sebagai Asisten Personil Kepala Staf Daerah Militer I/Bukit Barisan pada tanggal 25 Januari 2019.[8] Seminggu sebelumnya, pada tanggal 18 Januari, Edi telah dipindahtugaskan ke Papua dan dilantik menjadi Wakil Komandan Resimen Induk Daerah Militer XVII/Cenderawasih.[9]
Kurang lebih satu tahun kemudian, pada tanggal 8 Juni 2020 Edi ditempatkan sebagai perwira menengah di Markas Besar Angkatan Darat sebagai persiapan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia.[10][11] Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia berturut-turut menjadi Paban II/Puanter Sterad[12] dan Wakil Komandan Pusat Pendidikan Teritorial.[13] Edi mengikuti pendidikan di Lemhannas pada tahun 2023.[14]
Pada tanggal 9 November 2023, Panglima TNI Yudo Margono mengeluarkan surat keputusan yang secara resmi mengangkat Edi Saputra sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.[15] Edi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal pada tanggal 5 Desember[16] dan dilantik menjadi Kepala Staf Komando Garnisun Tetap I/Jakarta sehari setelahnya.[17][18]
Pada 30 September 2025, Edi mendapatkan promosi menjadi Mayor Jenderal dengan jabatan baru sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Geografi di Lembaga Ketahanan Nasional.[4]
Sumber:[19] (Per-tanggal 7 Desember 2023)
| Baris ke-1 | Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun | Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun | Satyalancana Raksaka Dharma | ||||||
| Baris ke-3 | Satyalancana Dharma Nusa | Satyalancana Wira Siaga | Satyalancana Dwidya Sistha | ||||||