Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiEXOSAT
Artikel Wikipedia

EXOSAT

European X-ray Observatory Satellite (EXOSAT), awalnya dinamai HELOS, adalah satelit yang beroperasi dari Mei 1983 hingga April 1986. Satelit ini telah melakukan 1780 pengamatan dalam sinar X yang berkenaan dengan berbagai macam hal, seperti nukleus galaktik aktif, katai putih, sisa-sisa supernova, dan lain-lain.

Wikipedia article
Diperbarui 8 Juli 2020

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

European X-ray Observatory Satellite atau disingkat EXOSAT adalah sebuah satelit observasi sinar-X milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Satelit ini diluncurkan pada 26 Mei 1983 dan beroperasi hingga April 1986. EXOSAT digunakan untuk melakukan pengamatan sinar-X dari berbagai objek astronomi dengan sensitivitas dan presisi tinggi.

EXOSAT awalnya diberi nama HELOS (Highly Eccentric Lunar Orbit Satellite), mengacu pada orbit elipsnya yang sangat tinggi dan menyentuh wilayah orbit Bulan. Orbit ini dipilih agar teleskop dapat melakukan pengamatan jangka panjang tanpa gangguan dari sabuk radiasi Van Allen.

Satelit ini dimiliki oleh European Space Agency (ESA).

Tujuan dan Kontribusi Ilmiah

EXOSAT dirancang untuk mempelajari berbagai fenomena berenergi tinggi di alam semesta melalui deteksi sinar-X. Selama masa operasionalnya, EXOSAT melakukan sekitar 1780 pengamatan terhadap berbagai objek, termasuk:

  • Inti galaksi aktif
  • Katai putih
  • Bintang neutron
  • Sisa supernova
  • Bintang biner sinar-X (en)
  • Quasar

Pengamatan ini berkontribusi besar terhadap pemahaman tentang sifat-sifat sumber sinar-X kosmis dan evolusi objek-objek kompak.

Desain dan Instrumen

EXOSAT dilengkapi dengan tiga instrumen utama untuk mendeteksi dan menganalisis sinar-X:

  1. Low Energy Detectors (LE) – untuk mendeteksi sinar-X dengan energi rendah (0,05 – 2 keV).
  2. Medium Energy Detectors (ME) – untuk rentang energi menengah (1 – 50 keV).
  3. Gas Scintillation Proportional Counter (GSPC) – untuk spektroskopi sinar-X resolusi tinggi.

Satelit ini juga memiliki kemampuan observasi optik terbatas secara simultan.

Orbit

EXOSAT memiliki orbit sangat elips, dengan perigee sekitar 500 km dan apogee lebih dari 190.000 km. Orbit ini dipilih agar sebagian besar pengamatan dilakukan di luar sabuk Van Allen, memungkinkan observasi kontinu hingga 80 jam tanpa gangguan.

Penghentian Operasi

EXOSAT mengakhiri masa operasinya pada April 1986 setelah kehabisan bahan bakar untuk mempertahankan orientasi satelit. Meskipun hanya beroperasi selama kurang dari tiga tahun, EXOSAT menghasilkan banyak data ilmiah yang masih digunakan dalam studi astronomi sinar-X hingga kini.

Lihat pula

  • Astronomi sinar-X
  • Observatorium luar angkasa
  • Teleskop sinar-X
  • Daftar misi ESA (en)

Referensi

  • ESA. (1983). EXOSAT: A new era in X-ray astronomy. European Space Agency.
  • White, N. E., & Peacock, A. (1988). The EXOSAT mission. Philosophical Transactions of the Royal Society A, 324(1571), 363–374.

Pranala luar

  • ESA's X-ray Observatory (EXOSAT at ESTEC, ESA) on the internet
  • Data archive at NASA High Energy Astrophysics Science Archive Center (HEASARC)
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tujuan dan Kontribusi Ilmiah
  2. Desain dan Instrumen
  3. Orbit
  4. Penghentian Operasi
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Proxima Centauri

bintang di Rasi Centaurus

Linimasa satelit buatan manusia dan wahana antariksa

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026