Dzike Polie adalah istilah yang digunakan dalam dokumen Persemakmuran Polandia-Lituania pada abad ke-16 hingga abad ke-18. Istilah ini mengacu kepada wilayah stepa Pontus di Ukraina yang terletak di sebelah utara Laut Hitam dan Laut Azov. Wilayah ini terbentang dari Sungai Don di timur hingga Sungai Dniester di barat, dan dari pesisir Laut Hitam di selatan hingga Kiev di utara. Pada abad ke-17 dan ke-18, wilayah ini jarang penduduknya dan sebagian besar adalah suku-suku nomaden yang disebut Nogai. Maka dari itu wilayah ini diberi julukan "belantara".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dzike Polie (bahasa Ukraina: Дике Полеcode: uk is deprecated Dyke Pole, bahasa Rusia: Дикое Полеcode: ru is deprecated , Dikoye Polye, bahasa Polandia: Dzikie polacode: pl is deprecated , bahasa Lituania: Dykracode: lt is deprecated , bahasa Latin: Loca deserta, sive campi deserti inhabitaticode: la is deprecated ) adalah istilah yang digunakan dalam dokumen Persemakmuran Polandia-Lituania pada abad ke-16 hingga abad ke-18.[1] Istilah ini mengacu kepada wilayah stepa Pontus di Ukraina yang terletak di sebelah utara Laut Hitam dan Laut Azov. Wilayah ini terbentang dari Sungai Don di timur hingga Sungai Dniester di barat, dan dari pesisir Laut Hitam di selatan hingga Kiev di utara. Pada abad ke-17 dan ke-18, wilayah ini jarang penduduknya dan sebagian besar adalah suku-suku nomaden yang disebut Nogai. Maka dari itu wilayah ini diberi julukan "belantara".
Wilayah ini dikuasai oleh Gerombolan Emas hingga terjadinya Pertempuran Perairan Biru (1362). Seusai pertempuran tersebut, Algirdas mengklaim wilayah ini untuk Keharyapatihan Lituania. Namun, setelah berlangsungnya Pertempuran Sungai Vorskla in 1399, wilayah ini jatuh ke tangan Khan Gerombolan Emas Vytautas. Pada tahun 1441, bagian barat Dzike Polie yang disebut "Yedisan" didominasi oleh Kekhanan Krimea.
Pada abad ke-17, wilayah timur Dzike Polie dimukimi oleh petani-petani dan hamba-hamba yang melarikan diri dari wilayah Cossack. Pada masa Pemberontakan Khmelnytsky, bagian utaranya dimukimi oleh Cossack dari cekungan Sungai Dnieper. Setelah terjadinya peperangan Rusia-Turki yang dikobarkan oleh Maharani Katarina yang Agung, wilayah yang sebelumnya dikendalikan oleh Utsmaniyah dan Krimea diambil alih oleh Kekaisaran Rusia dan diberi julukan Novorossiya. Kini wilayah ini merupakan bagian dari Ukraina, Moldova dan Rusia.