Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDustira Prawiraamidjaya
Artikel Wikipedia

Dustira Prawiraamidjaya

Mayor Dustira Prawiraamidjaya adalah seorang dokter militer yang bertugas di resimen 9 divisi siliwangi berpangkat Mayor. Dia merupakan seorang anak dari keluarga ningrat, ayahnya bernama Raden S. Prawiraamidjaya.

Wikipedia article
Diperbarui 28 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Infobox orangDustira Prawiraamidjaya
Biografi
Kelahiran25 Juli 1915 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian17 Maret 1946 Suntingan nilai di Wikidata (30 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanpersonel militer Suntingan nilai di Wikidata

Mayor Dustira Prawiraamidjaya (25 Juli 1915 – 17 Maret 1946) adalah seorang dokter militer yang bertugas di resimen 9 divisi siliwangi berpangkat Mayor. Dia merupakan seorang anak dari keluarga ningrat, ayahnya bernama Raden S. Prawiraamidjaya.[butuh rujukan]

Karier

Mengawali pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Bandung, lalu melanjutkan sekolahnya di Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS Bandung, sekarang ditempati SMA Negeri 3 Bandung dan SMA Negeri 5 Bandung). Kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta yaitu Geneeskundige Hogeschool atau Ika Daigaku pada zaman penjajahan Jepang.[1]

Pada 1945, ketika terjadi revolusi di Surabaya pada 10 November, semua mahasiswa tingkat akhir, termasuk Dustira bertekad turut berjuang tetapi tidak diizinkan oleh tentara. Para mahasiswa Ika Daigaku dibolehkan ikut berperang dengan catatan mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama 2 minggu di Tasikmalaya.

Setelah 2 minggu digembleng dalam pendidikan, Dustira ditugaskan membantu keamanan di sisi Siliwangi (sekarang menjadi Kodam Siliwangi) oleh Badan Keamanan Rakyat. Dia ditugaskan di front Padalarang, Cililin dan Batujajar.[butuh rujukan] Pertempuran terus berlangsung pasca kemerdekaan, karena sekutu menginginkan kembali lagi menguasai Indonesia. Saat ini dengan segala keterbatasan persediaan obat dan peralatan Dustira yang telah lulus menjadi dokter sekuat tenaga berusaha membantu. Selain membantu para korban perang, pada Maret 1946 terjadi kecelakaan kereta api yang menewaskan ratusan jiwa. Dustira yang mengalami kelelahan dan terpukul dengan banyaknya korban. Sedangkan ia sendiri tidak dapat menolong dengan optimal karena keterbatasan dalam suasana perang.

"Dalam kondisi tersebut, Dustira jatuh sakit dan dirawat di RS. Immanuel Bandung, tetapi akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia pada 17 Maret 1946. Dia dimakamkan di Astana Anyar dan pada tahun 1973 makamnya dipindahkan ke Cikutra.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ "Rumah Sakit Dustira, Rumah Sakit Militer di Cimahi"[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

  • (Indonesia) Mayor Dustira di Pustaka Universitas Padjadjaran
  • (Indonesia) Resensi buku Dr. Mayor Dustira Prawiraamidjaya Sang Dokter Pejuang (1919 – 1946) di Pustaka Universitas Padjadjaran
  • (Indonesia) Mengungkap kisah dibalik Rumah Sakit Dustira, Cimahi[pranala nonaktif permanen]
  • (Indonesia) Rumah Sakit Dustira di situs resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Diarsipkan 2014-03-04 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Rumah Sakit Tk. II Dustira

rumah sakit di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026