Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDramatari Calon Arang
Artikel Wikipedia

Dramatari Calon Arang

Dramatari Calon Arang adalah sebuah drama tari ritual sakral dari Bali yang menceritakan kisah pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, berpusat pada tokoh Calon Arang, seorang wanita yang menggunakan ilmu hitam. Pertunjukan ini melibatkan tarian, musik gamelan, dialog, dan sering kali memiliki unsur mistis dengan adegan adu kekuatan gaib. Tari Calon Arang umumnya dipentaskan dalam berbagai upacara adat atau disajikan sebagai hiburan utama dalam festival budaya. Daya tarik tarian ini tidak hanya terletak pada narasi ceritanya yang bersifat epik dan dramatis, tetapi juga pada penggambaran emosional yang kuat melalui setiap gerakannya. Meskipun lakonnya seringkali mengandung tema gelap terkait ilmu hitam dan konflik, secara filosofis, tarian ini berfungsi sebagai media untuk mengajarkan dan memperkuat nilai-nilai fundamental mengenai keadilan dan konsep pembalasan dalam kehidupan.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dramatari Calon Arang
Penampilan Drama tari Calon Arang Karakter "Raja Airlangga"

Dramatari Calon Arang adalah sebuah drama tari ritual sakral dari Bali yang menceritakan kisah pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, berpusat pada tokoh Calon Arang, seorang wanita yang menggunakan ilmu hitam. Pertunjukan ini melibatkan tarian, musik gamelan, dialog, dan sering kali memiliki unsur mistis dengan adegan adu kekuatan gaib.[1] Tari Calon Arang umumnya dipentaskan dalam berbagai upacara adat atau disajikan sebagai hiburan utama dalam festival budaya. Daya tarik tarian ini tidak hanya terletak pada narasi ceritanya yang bersifat epik dan dramatis, tetapi juga pada penggambaran emosional yang kuat melalui setiap gerakannya. Meskipun lakonnya seringkali mengandung tema gelap terkait ilmu hitam dan konflik, secara filosofis, tarian ini berfungsi sebagai media untuk mengajarkan dan memperkuat nilai-nilai fundamental mengenai keadilan dan konsep pembalasan dalam kehidupan.[2]

Latar belakang

Asal-usul

Dramatari Calon Arang didasarkan pada kisah bersejarah yang berlatar pada masa pemerintahan Raja Airlangga di Kerajaan Kahuripan, Jawa Timur, sekitar abad ke-11. Kisah ini berpusat pada Calonarang, seorang janda yang dikenal sebagai penguasa ilmu hitam (ilmu desti) pada era tersebut. Ia diceritakan sering menggunakan kekuatannya untuk merusak hasil panen petani. Calonarang memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Ratna Manggali. Namun, Ratna Manggali tidak kunjung mendapatkan pasangan hidup. Karena keprihatinan tersebut, Calonarang melampiaskan kemarahannya dengan melakukan tindakan balas dendam, termasuk menculik seorang gadis muda untuk dijadikan persembahan kepada Dewi Durga dan menyebarkan wabah penyakit mematikan yang menyebabkan banyak kematian di wilayah Kahuripan.[3]

Menanggapi bencana yang ditimbulkan, Raja Airlangga mengambil tindakan dengan mengutus penasihat spiritual sekaligus gurunya, Mpu Baradah, untuk mengatasi ancaman ilmu hitam tersebut. Mpu Baradah menyusun strategi dengan memanfaatkan situasi pribadi Ratna Manggali. Ia menikahkan muridnya, Mpu Bahula, dengan Ratna Manggali. Tujuan utama dari pernikahan ini adalah sebagai siasat untuk mendapatkan kitab ilmu hitam yang dimiliki oleh Calonarang.[3]

Setelah mengetahui kitabnya hilang, Calonarang menjadi murka dan menantang Mpu Baradah untuk beradu kesaktian (adu tanding). Mpu Baradah menerima tantangan tersebut dan berhasil memenangkan pertarungan. Kekalahan Calonarang menandai berakhirnya ancaman ilmu hitam di wilayah Kahuripan, memulihkan keamanan, ketenteraman, dan kedamaian di kerajaan.[3]

Busana dan Iringan

Busana

Penampilan Satua Calonarang di Konferensi Feminis Internasional

Dramatari Calon Arang semakin indah dengan kostum tradisional Bali yang telah dimodifikasi, sering kali dilengkapi dengan balutan kain batik bercorak Bali pada bagian bawah, untuk memberikan sentuhan estetika kontemporer tanpa menghilangkan identitas aslinya. Tata rias dibuat secara spesifik sebagai tata rias karakter, dengan tujuan mempertegas garis-garis wajah para penari. Dalam koreografinya, penari sering kali menampilkan gerakan khas tari Bali yang disebut sledet (gerakan mata yang tajam dan cepat), yang menjadi bentuk ekspresi ikonik.[4]

Iringan

Iringan musik bersumber dari Gamelan Bali yang dikombinasikan dengan berbagai alat musik modern, menciptakan harmoni yang mendukung suasana dramatik. Untuk meningkatkan unsur teaterikal, terutama pada adegan klimaks seperti moksa (pelepasan jiwa/kematian) Calonarang, penari menggunakan topeng berwujud leak lengkap dengan visualisasi kuku-kuku yang panjang menjuntai, yang secara efektif menambahkan intensitas dan unsur magis pada pertunjukan.[4]

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-04-25). "Sejarah Seni Calonarang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-13.
  2. ↑ "Calon Arang, Kisah Legenda dalam Tarian Bali". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2025-11-13.
  3. 1 2 3 Heraty, Toeti (2012-03-08). Calon Arang: Calon Arang. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-833-2.
  4. 1 2 "Tari Calon Arang, Simbol Perlawanan Kaum Perempuan". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2025-11-13.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Asal-usul
  3. Busana dan Iringan
  4. Busana
  5. Iringan
  6. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026