Kuei Pin Yeo adalah orang Indonesia pertama,, Asia, dan juga dunia yang meraih gelar doktor di bidang musik. Meraih kegemilangan di Amerika, Eropa dan Asia sebagai concert pianist. Alumni Manhattan School of Music ini memenangkan banyak kompetisi piano internasional, memperoleh penghargaan, dan beasiswa yang menunjang pendidikan dan karier musiknya. “The living legend pianist” dari Indonesia ini, namanya tercantum dalam buku ‘International Women’s Who’s Who’ dan ‘Asian Who’s Who Prominent Indonesian Chinese’.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kuei Pin Yeo adalah orang Indonesia pertama, , Asia, dan juga dunia yang meraih gelar doktor di bidang musik. Meraih kegemilangan di Amerika, Eropa dan Asia sebagai concert pianist. Alumni Manhattan School of Music ini memenangkan banyak kompetisi piano internasional, memperoleh penghargaan, dan beasiswa yang menunjang pendidikan dan karier musiknya. “The living legend pianist” dari Indonesia ini, namanya tercantum dalam buku ‘International Women’s Who’s Who’ dan ‘Asian Who’s Who Prominent Indonesian Chinese’.
Ibunya setiap hari mengantarkannya ke miss Susy untuk belajar piano. Beliau lulusan dari Belanda dan sangat telaten banget. Beliau itu guru pertama saya. Nah waktu beliau mau pindah, saya diserahkan ke pak Soetarno Soetikno untuk meneruskan belajar pianonya. Pak Soetarno Soetikno waktu itu mengajar di Yayasan Pendidikan Musik atau YPM. Jadilah saya belajar di YPM. Di situ saya banyak belajar bukan saja mengenai teknik, tapi juga pembawaan. Setelah lulus dari YPM saya masih les lagi. Nah waktu itu di Radio Republik Indonesia atau RRI ada Orkes Symphony Jakarta. Saya main disana. Kalau ada harpa, ia main di pianonya. Juga kalau ada solois, biasanya terbatas waktu latihannya dengan Orkes Symphony Jakarta, ia di sana menjadi sparing pianist.
Saat tahun terakhir ia di SMA mulai berpikir tentang bagaimana kelanjutan belajar pianonya. Kebetulan ada tamu dari Amerika dan iapun mencoba mendaftar di sekolah-sekolah di Amerika. Lalu ia membuat beberapa application form, dan ia diterimalah di Manhattan School of Music. Disitulah ia mengawali perjalanan panjangnya, mulai dari mendapatkan gelar Bachelor sampai Master of Music dalam seni pentas piano. ia beruntung sekali karena waktu itu sekolah memberikan ia beasiswa penuh, mungkin karena ia orang pertama dari Indonesia yang diterima di Manhattan School of Music. Lalu ia juga mendapat beasiswa dari John D. Rockefeller 3rd Fund/Asia Cultural Council dan Helena Rubinstein Foundation untuk biaya hidup selama ia di Amerika disamping untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, sampai ia memperoleh second Master dalam bidang pendidikan musik, dan Doctor of Musical Arts. Beasiswa John D. Rockefeller 3rd Fund/Asia Cultural Council dan Helena Rubinstein Foundation ini menarik sekali karena mereka memberikan bantuan-bantuan bagi artis-artis atau musisi yang setelah lulus kemudian kembali ke negara asalnya untuk berbakti kepada negaranya. Itulah kenapa ia tinggal cukup lama di Amerika sampai dapat gelar doktor.
Sejak debutnya di Carnegie Recital Hall tahun 1978 dan banyak menang di berbagai kompetisi bergengsi, ia banyak tampil di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. Peluang bagi ia untuk berkarier di luar negeri saat itu sangat memungkinkan dan terbuka lebar. Tapi sejak awal ia memang lebih memilih untuk berkarier dan mengembangkan musik klasik di negeri sendiri setelah lulus dari Manhattan School of Music. Tahun 1983 kembali ke Indonesia dan mendirikan Sekolah Musik Yayasan Musik Jakarta. Pada tahun yang ke – 40 Yayasan Musik Jakarta berdiri ia merayakannya dengan menggelar konser akbar tanggal 22 September ini di JIEXPO Convention Centre and Theatre. Tanpa sound system. Jadi ini full akustik.
Pergumulannya dengan Steinway Piano boleh dibilang cukup panjang, sejak ia belajar di Manhattan School of Music tahun 1978, baik di kampus maupun di concert hall. Buatnya Steinway piano itu sudah menjadi bagian dari hidup, dan memenuhi semua kebutuhan saya sebagai pianis. Bagi pianis, hal penting dari piano itu biasanya yang pertama adalah bagaimana respon piano ini terhadap jari kita. Untuk hal ini, respon Steinway bagus sekali. Kedua adalah warna suara. Steinway menyediakan kekayaan warna suara yang tak terbatas. Untuk kedua hal itu Steinway masih yang terbaik dari lainnya. Terimakasih kepada Steinway atas piano- pianonya yang luar biasa. Tidak ada piano yang bisa menyamai Steinway. [1]
Namanya di Indonesia identik dengan musik klasik , baik sebagai pemain maupun pendidik. Doktor musik pertama Indonesia ini adalah pianis berkaliber internasional , konser Dr. Yeo selalu menuai pujian di Eropa, Amerika, dan Asia. The New York Times, pada kesempatan debutnya di Carnegie Recital Hall , memujinya sebagai ' teknisi yang terampil dan musisi yang responsif ' dan memuji 'interpretasi yang detail dan elegan...sempurna, dan langsung secara musikal', sementara kritikus lain menyebutnya sebagai "pianis fantastis!" karena 'menangani kompleksitas virtuoso dengan keindahan yang luar biasa dan kepekaan yang mendalam'. The Jakarta Post mengatakan, 'Menggambarkan teknik Kuei Pin Yeo sebagai luar biasa adalah pernyataan yang terlalu sederhana'.
Daftar prestasi Dr. Yeo sangat panjang, termasuk penerima Penghargaan Harold Bauer yang bergengsi , pendiri Sekolah Musik Jakarta , Camerata di Musica Jakarta, Direktur Artistik dan Musik Kompetisi Konserto Internasional ASEAN , Festival Musik Musim Panas Internasional Jakarta , tercantum dalam The World Who's Who of Women, Tokoh Tionghoa Indonesia Terkemuka , dan masih banyak lagi. Beliau telah tampil di sebagian besar stasiun TV di Indonesia dan Singapura, serta diwawancarai dan tampil di WQXR, WNCN di New York City, dan Voice of America di Washington DC. Beliau juga tergabung dalam panel. Ia merupakan anggota juri di banyak kompetisi internasional . Permainannya dapat didengar di CD.[2]