Sup mi kacang pasang, juga disebut dotori-guksu, adalah sup mi yang terdiri dari mi Korea yang terbuat dari tepung kacang pasang atau pati, garam, dan kombinasi tepung berbahan dasar biji-bijian.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sup mi kacang pasang | |
|---|---|
Sup mi kacang pasang Korea | |
| Jenis | Sup mi |
| Tempat asal | Korea |
| Bahan utama | Tepung kacang pasang atau pati, tepung gandum (gandum kuda atau terigu) |
Sup mi kacang pasang, juga disebut dotori-guksu (bahasa Korea: 도토리국수), adalah sup mi yang terdiri dari mi Korea yang terbuat dari tepung kacang pasang atau pati, garam, dan kombinasi tepung berbahan dasar biji-bijian (biasanya gandum kuda atau gandum biasa).[1]
Sup mi kacang pasang dapat dibuat dari kacang pasang yang dikumpulkan dari spesies ek merah atau ek putih dan setiap spesies ek memberikan rasa yang berbeda. Label bahan tidak mencantumkan dari jenis biji ek pohon mana yang dikumpulkan, kemungkinan besar karena banyaknya spesies ek dan meningkatnya hibridisasi ek (terutama di antara varietas ek putih), yang membuatnya sulit untuk mengenali dan mendokumentasikan setiap jenis spesies.
Dotori‑guksu berkembang sebagai bagian integral dari tradisi kuliner masyarakat Korea pegunungan yang daerah tersebut menjadi tempat pohon ek tumbuh melimpah dan menghasilkan kacang pasang yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Di Provinsi Gangwon misalnya, kondisi geografis yang kurang mendukung pertanian sawah membuat penduduk setempat mengandalkan kacang pasang sebagai sumber pangan utama sejak zaman dahulu.[2] Seiring berjalannya waktu, kacang pasang tidak hanya dijadikan dotori‑guksu tetapi juga diolah menjadi berbagai produk lain seperti dotorimuk (jeli kacang pasang). Proses pembuatannya melibatkan penggilingan atau ekstraksi pati dari kacang pasang, yang kemudian dicampur dengan tepung gandum atau soba untuk menghasilkan mi dengan tekstur kenyal dan rasa kacang yang khas, menjadikannya makanan yang bernilai gizi sekaligus simbol warisan kuliner daerah pegunungan Korea.[3]
Dotori‑guksu memiliki dua tipe utama berdasarkan bahan dasarnya, yaitu berbahan pati dan yang berbahan tepung. Dotori‑guksu yang berbahan pati disebut dotori naengmyeon (bahasa Korea: 냉면 도토리). Mi ini dibuat dari pati kacang pasang yang dicampur dengan bahan lain seperti pati kentang, pati beras, atau pati garut, bersama dengan tepung terigu dan garam. Mi keringnya berwarna coklat dan berbentuk seperti benang halus dengan diameter sekitar 1 hingga 1,2 milimeter. Setelah dimasak dengan tepat, mi ini biasanya disajikan dalam keadaan dingin dan dikenal memiliki tekstur yang elastis serta kenyal, khas dari bahan dasar biji ek yang digunakan. Sedangkan yang berbahan tepung disebut dotori-guksu saja dan sering disajikan dingin.[3]