MotoGP Sports Entertainment Group adalah pemegang hak komersial untuk olahraga sepeda motor MotoGP.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Nama sebelumnya | Dorna Sports, S.L. |
|---|---|
Jenis perusahaan | Sociedad Limitada |
| Industri | Manajemen olahraga |
| Didirikan | 27 Mei 1998 (1998-05-27) di Madrid, Spanyol |
| Kantor pusat | Madrid , Spanyol |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
Tokoh kunci |
|
| Produk | MotoGP, Kejuaraan Dunia Superbike, MotoE, MotoJunior World Championship, MotoGP Rookies Cup, Moto4 Asia Cup, Moto4 British Cup, Moto4 Northern Cup, MotoMini World Series |
| Induk | Formula One Group |
| Situs web | www |
MotoGP Sports Entertainment Group adalah pemegang hak komersial untuk olahraga sepeda motor MotoGP.
Didirikan pada tahun 1988 sebagai sebuah perusahaan manajemen dan pemasaran olahraga, perusahaan ini berkantor pusat di Madrid, dengan kantor cabang dan/atau anak usahanya terletak di Barcelona, Amsterdam, London, dan Roma. Didirikan oleh Banco Banesto dengan nama Dorna promoción del deporte, perusahaan ini dijual ke CVC Madrid pada tahun 1998, dan nama perusahaan ini pun diubah menjadi Dorna Sports. Sejak tahun 2006, Bridgepoint menjadi pemegang mayoritas saham perusahaan ini.[1]
Pada 1 April 2024, Liberty Media mengumumkan rencananya untuk mengambil alih 86% saham Dorna dengan nilai transaksi mencapai €4,2 miliar (setara $4,5 miliar).[2] Proses akuisisi ini resmi rampung pada 3 Juli 2025 setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi Eropa. Dalam kesepakatan akhir, Liberty Media mengakuisisi 84% saham perusahaan—sedikit berbeda dari rencana awal sebesar 86%—dan secara resmi mengintegrasikan Dorna ke dalam Formula One Group.[3][4][5]
Selanjutnya, pada Februari 2026, Dorna melakukan perubahan nama merek menjadi MotoGP Sports Entertainment Group.[6]

Sejak tahun 1992, Dorna telah menjadi pemegang eksklusif dari semua hak televisi dan komersial yang terkait dengan MotoGP World Championship. Sejak tahun 2001, perusahaan ini juga memegang hak komersial dan televisi untuk Supercross GP World Championship. Sejak tahun 2013, perusahaan ini pun memegang hak komersial dan televisi untuk Superbike World Championship.[7] Perusahaan ini juga berpartisipasi dalam manajemen dan pemasaran properti balap motor lain, seperti Spanish Road Racing Championship (CEV), British Superbike Championship (BSB), serta Trials World Championships (Indoor dan Outdoor).
Dorna menyadari, dengan dukungan dari produsen motor, bahwa balap motor perlu diubah. Biaya pengembangan mesin dua tak khusus, yang digunakan untuk membuat produk non-komersial, tidak berkelanjutan. Sehingga, dalam upayanya untuk mengubah balapan motor 500 cc menjadi balap empat tak MotoGP, Dorna pun mendapat hak dari FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) untuk dapat menyelenggarakan MotoGP.
Diduga terdapat perjanjian tidak tertulis antara CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta dan CEO FOM, Bernie Ecclestone, guna melakukan hal yang diperlukan untuk menghindari konflik antara jadwal balap F1 dan MotoGP. Pada saat penyusunan jadwal, memang ada konsultasi antara keduanya, tetapi secara umum, jika jadwal balap F1 bersamaan dengan jadwal balap MotoGP, maka MotoGP lah yang akan mengubah jadwal balapnya.

Didirikan oleh Banco Banesto sebagai Dorna promocion del deporte, perusahaan ini dijual ke CVC Madrid pada tahun 1998, dan nama perusahaan ini pun diubah menjadi Dorna Sports. Pembelian yang diawasi secara ketat oleh Hardy McLain asal Amerika Serikat tersebut menghabiskan biaya sekitar $80 juta, yang mana separuhnya digunakan untuk membayar utang Dorna. McLain, salah satu pendiri CVC dan mantan pimpinan Citibank (CVC dipisah dari Citibank pada tahun 1981), yang hadir di sejumlah ajang Grand Prix pada tahun 1998, percaya pada kemampuan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta dan para bawahannya, sehingga ia mempertahankan hampir semua pimpinan Dorna pada saat itu.[8]
Pada bulan November 2005, CVC Capital Partners mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi saham pemegang hak komersial Formula Satu, SLEC, yang dipegang oleh Bambino, Bayerische Landesbank, dan JPMorgan Chase. Akuisisi tersebut pun disetujui oleh Komisi Eropa pada tanggal 21 Maret 2006, asalkan saham Dorna Sports yang dipegang oleh CVC dijual.[9]
Dengan menjual saham Dorna, Komisi Eropa menyimpulkan bahwa CVC tidak akan menyebabkan kekhawatiran kompetisi. Komisioner kompetisi, Neelie Kroes, menyatakan: “Saat dua ajang balap paling populer di Uni Eropa, yakni Formula Satu dan MotoGP, dikendalikan oleh satu perusahaan, maka muncul risiko kenaikan harga hak siar dari kedua ajang tersebut, dan berkurangnya pilihan konsumen. Saya puas dengan komitmen CVC untuk menghilangkan risiko tersebut.” [10] Pada tanggal 28 Maret 2007, CVC resmi menjual 71% saham Dorna dengan harga £400 juta kepada para manajemen Dorna Sports.
Pada 1 April 2024, Liberty Media mengumumkan kesepakatan dengan Dorna Sports untuk mengakuisisi 86% saham perusahaan tersebut senilai €4,2 miliar, sementara 14% sisanya tetap dipegang oleh tim manajemen Dorna. Kesepakatan ini awalnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2024, bergantung pada persetujuan dari pihak regulator.[11] Namun, proses akuisisi tersebut sempat mengalami beberapa kali penundaan akibat investigasi Tahap II oleh Komisi Eropa.[12] Setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait, transaksi ini akhirnya resmi diselesaikan pada 3 Juli 2025. Dalam hasil akhir kesepakatan tersebut, Liberty Media mengakuisisi 84% saham (sedikit berubah dari rencana awal sebesar 86%), dan Dorna secara resmi menjadi bagian dari Formula One Group.[3][5]
Pada tahun 2005, dengan pertumbuhan Internet, Dorna memulai praktik kontroversial pengisian Kredensial Pers untuk publikasi online. "Biaya" bervariasi dari 100 euro hingga 1000 euro. Sebagian besar publikasi yang layak diberitakan menolak eksploitasi yang mencolok ini oleh promotor acara.[butuh rujukan]
Pada tahun 2025, diumumkan sebuah keputusan untuk memisahkan MotoGP Legends dari struktur Hall of Fame. Dalam format barunya, Hall of Fame hanya akan menyertakan para pembalap dari kelas utama (MotoGP/500cc), sehingga mengeksklusi mereka yang meraih kesuksesan di kelas yang lebih rendah. Langkah ini menuai kritik tajam dari komunitas MotoGP yang menilai Dorna dan Liberty Media tengah "menghapus sejarah".[13] Salah satu dampak yang disoroti adalah status Giacomo Agostini; meski secara historis ia mengoleksi 15 gelar juara dunia, kebijakan baru ini membuatnya seolah hanya diakui sebagai juara dunia sebanyak 8 kali.[14]