Doria adalah sejenis nasi gratin yang populer di Jepang. Makanan ini dibuat dengan cara menyajikan nasi putih matang dengan tumisan daging, seperti ayam atau udang, beserta sayuran, lalu dilapisi dengan saus béchamel dan keju di bagian atas sebelum dipanggang menyerupai cambung. Hidangan ini merupakan salah satu contoh yōshoku, yaitu masakan bergaya Barat yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan cita rasa khas Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Doria | |
|---|---|
Semangkuk gratin daging sapi doria | |
| Jenis | Gratin |
| Daerah | Yokohama |
| Dibuat oleh | Saly Weil |
| Suhu penyajian | Panas |
| Bahan utama | Saus Béchamel, nasi, keju |
Doria (ドリア, doria) adalah sejenis nasi gratin yang populer di Jepang.[1] Makanan ini dibuat dengan cara menyajikan nasi putih matang dengan tumisan daging, seperti ayam atau udang, beserta sayuran, lalu dilapisi dengan saus béchamel dan keju di bagian atas sebelum dipanggang menyerupai cambung.[2] Hidangan ini merupakan salah satu contoh yōshoku, yaitu masakan bergaya Barat yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan cita rasa khas Jepang.
Terdapat beberapa teori mengenai asal-usul nama “Doria”, meskipun belum ada yang terbukti secara pasti. Salah satu teori yang paling dikenal menyebutkan bahwa nama tersebut diambil dari Andrea Doria, seorang laksamana terkenal abad ke-16 yang berasal dari keluarga bangsawan Doria di Genova, Italia.[3]
Hidangan doria pertama kali dibuat pada Zaman Shōwa, sekitar tahun 1930-an, oleh Saly Weil, koki utama pertama di Hotel New Grand di Yokohama. Menurut catatan, hidangan ini muncul secara spontan ketika seorang tamu hotel yang sedang merasa mual meminta makanan yang lembut dan mudah ditelan. Untuk memenuhi permintaan itu, Weil menciptakan hidangan yang menenangkan berupa udang rebus dalam saus krim yang disajikan di atas nasi mentega dan diberi taburan keju di atasnya.[4] Hidangan ini kemudian dinamai “Shrimp Doria” dan segera menjadi menu khas hotel. Popularitasnya meningkat pesat setelah murid-murid Weil memperkenalkannya ke berbagai restoran dan hotel di seluruh Jepang, menjadikan doria salah satu ikon kuliner bergaya Barat di negeri tersebut.[5] Hidangan ini masih disajikan di Hotel New Grand, bersama dengan hidangan lain yang diklaim telah diciptakan oleh hotel ini, seperti spageti naporitan dan puding à la mode.[6]
Kini, doria hadir dalam beragam variasi dengan penggunaan berbagai bahan seperti sayuran, daging, maupun makanan laut. Nasi yang digunakan pun dapat disajikan dengan berbagai cara seperti dimasak dengan mentega, digoreng ringan, atau dibuat menjadi plov. Salah satu variasi paling populer adalah curry doria, yang menggabungkan kari Jepang ke dalam nasi atau sausnya. Sebagai bagian dari tradisi yōshoku modern, doria tetap menjadi hidangan populer yang disajikan di banyak restoran bergaya Barat di seluruh Jepang.[5]