Doogh adalah minuman Iran yang dingin dan bercita rasa asin. Minuman ini dibuat dari susu yang difermentasi. Berbeda dengan minuman sejenis asal Turki, ayran, doogh bukan yogurt yang diencerkan. Menurut Kementerian Standar Pangan Iran, doogh adalah “minuman hasil fermentasi asam laktat dari susu, yang kadar padatannya disesuaikan dengan cara mengencerkan yogurt atau buttermilk .”
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Doogh (Persia: دوغ) adalah minuman Iran yang dingin dan bercita rasa asin. Minuman ini dibuat dari susu yang difermentasi. Berbeda dengan minuman sejenis asal Turki, ayran, doogh bukan yogurt yang diencerkan. Menurut Kementerian Standar Pangan Iran, doogh adalah “minuman hasil fermentasi asam laktat dari susu, yang kadar padatannya disesuaikan dengan cara mengencerkan yogurt (setelah fermentasi) atau buttermilk (sebelum fermentasi).”[1]
Susu dan yogurt tawar dicampur dengan perbandingan 15:1, lalu dipanaskan perlahan hingga hangat merata. Garam ditambahkan, kemudian campuran dimasukkan ke wadah tertutup dan disimpan di tempat hangat selama 3–4 hari hingga siap disajikan. Semakin lama difermentasi, rasa asinnya semakin kuat. Banyak kelompok budaya di Iran yang lebih menyukai proses fermentasi yang lebih lama.
Dalam literatur Persia, doogh secara historis digambarkan sebagai bentuk “susu asam”. Asal kata ini tidak pasti. Istilah tersebut muncul dalam naskah Avestan dan tampaknya digunakan sebagai istilah lain untuk susu atau hasil pemerahan susu. Kata doogh berasal dari kata kerja Persia dooshidan, yang berarti “memerah susu”.[2]
Doogh merupakan minuman fermentasi khas Iran yang telah lama populer dan dikonsumsi sejak masa kuno di Persia. Istilah ini muncul dalam karya sastra Persia pada periode pertengahan.[3][4] Dalam karya kedokteran Kitab al-Qanun oleh Avicenna, istilah doogh digunakan untuk menyebut susu yang dimanfaatkan secara medis.
Doogh diakui sebagai salah satu minuman utama Iran yang biasa disajikan bersama hidangan utama. Makanan seperti dizi dan chelo-kabab paling sering disertai dengan doogh.
Di sejumlah daerah di Iran, khususnya di kota Isfahan, masyarakat memiliki kebiasaan unik menikmati minuman doogh bersama kue tradisional bernama gosh-e fil. Kombinasi ini sering disajikan pada acara keluarga, perayaan, atau sekadar sebagai camilan sore hari. Perpaduan rasa asam segar dari doogh dan manis renyah dari gosh-e fil menciptakan keseimbangan rasa yang disukai banyak orang. Tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Isfahan dan terus dipertahankan sebagai warisan budaya yang menghubungkan generasi lama dan baru. Dalam budaya populer Iran, doogh juga dipercaya memiliki efek menenangkan. Dalam lelucon sehari-hari, sering dikatakan bahwa minum doogh saat makan siang di tempat kerja atau sekolah bukanlah ide yang baik karena bisa membuat mengantuk.