Divisi Barat Borneo, adalah salah satu dari 2 gewest (keresidenan) di bagian Borneo milik Belanda, yang beribukotakan Pontianak. Divisi Barat Borneo dibentuk pada tahun 1848 setelah dibubarkannya Kegubernuran Dependensi Borneo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Divisi Barat Borneo (bahasa Belanda: Westerafdeling van Borneocode: nl is deprecated ), adalah salah satu dari 2 gewest (keresidenan) di bagian Borneo milik Belanda, yang beribukotakan Pontianak. Divisi Barat Borneo dibentuk pada tahun 1848 setelah dibubarkannya Kegubernuran Dependensi Borneo.
Pada tahun 1849-1850, Belanda melancarkan ekspedisi ke Divisi Barat Borneo; di bawah pimpinan LetKol. Frederik Johannes Sorg, ekspedisi itu dilancarkan untuk menghukum orang Tionghoa. 4 tahun kemudian, sebuah ekspedisi dilancarkan kembali terhadap orang Tionghoa di Monterado. Pada tanggal 28 Mei 1854, orang Tionghoa akhirnya berhenti melawan, setelah ekspedisi di bawah pimpinan Kapt. Gustave Verspyck, yang saat itu menjadi asisten residen sementara. Sejumlah tokoh militer dianugerahi Militaire Willems-Orde atas keikutsertaan dalam ekspedisi tersebut ataupun pernah ditempatkan di sana, antara lain Willem Egbert Kroesen, Adriaan Johan Charles de Neve, George Frederik Nauta, Bernardus Franciscus Josephus le Bron de Vexela, Frans Petrus Cavaljé, dan Johannes Root.