Dir adalah salah satu klan Somali terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Tanduk Afrika. Mereka juga dianggap sebagai kelompok etnis Somali tertua yang mendiami wilayah tersebut. Anggota klan Dir tersebar di Djibouti, Somalia, Ethiopia, serta di bagian timur laut Kenya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dir (bahasa Somali: Dircode: so is deprecated ) adalah salah satu klan Somali terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Tanduk Afrika.[1][2][3] Mereka juga dianggap sebagai kelompok etnis Somali tertua yang mendiami wilayah tersebut.[1][4][5] Anggota klan Dir tersebar di Djibouti, Somalia, Ethiopia (wilayah Somali, Harar, Dire Dawa, Oromia, dan Afar), serta di bagian timur laut Kenya (Provinsi Timur Laut).[2][6][3][7]
Seperti sebagian besar klan Somali lainnya, klan Dir menelusuri garis keturunan mereka hingga kepada Aqil bin Abi Thalib (sekitar 580–670 atau 683),[8] sepupu Nabi Muhammad (sekitar 570–632) serta kakak dari Ali bin Abi Thalib (sekitar 600–661) dan Ja’far bin Abi Thalib (sekitar 590–629).[9] Mereka menelusuri silsilahnya kepada Aqil melalui Samaale (asal nama “Somalia”), yang dianggap sebagai leluhur kelompok pastoral di utara seperti Dir, Hawiye, dan—melalui garis maternal dari Dir—Isaaq serta Darod.[8] Meskipun klaim genealogis ini secara historis dianggap sebagai legenda yang tidak dapat diverifikasi, kisah tersebut mencerminkan hubungan budaya yang telah lama terjalin antara Somalia (khususnya wilayah utara seperti Somaliland) dan Arabia Selatan.[10]
Garre live in Southern Somalia, North Eastern Kenya and Southern Ethiopia. In Southern Somalia, they live in Kofur near Mogadishu and El Wak District in Gedo Province. In Ethiopia, they live in Moyale, Hudet and Woreda of Liban zone. In Kenya, the Garre inhabit Wajir North and Moyale.