Dicrurus andamanensis atau srigunting andaman adalah burung dari famili Dicruridae yang endemik di Kepulauan Andaman, Samudra Hindia. Spesies ini memiliki dua subspesies, yaitu subspesies nominatif yang terdapat di pulau-pulau utama, dan D. a. dicruriformis yang hanya ditemukan di Pulau Great Coco dan Pulau Table di utara rantai. Habitatnya meliputi hutan dataran rendah lembap dan hutan pegunungan lembap, baik subtropis maupun tropis, namun populasinya terancam oleh hilangnya habitat. Makanannya terutama terdiri dari serangga, seperti capung, kupu-kupu, dan kumbang, serta laba-laba dan artropoda kecil lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Dicrurus andamanensis | |
|---|---|
| Ras nominasi Pulau Havelock | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Passeriformes |
| Famili: | Dicruridae |
| Genus: | Dicrurus |
| Spesies: | D. andamanensis |
| Nama binomial | |
| Dicrurus andamanensis Beavan, 1867 | |
Dicrurus andamanensis atau srigunting andaman adalah burung dari famili Dicruridae yang endemik di Kepulauan Andaman, Samudra Hindia. Spesies ini memiliki dua subspesies, yaitu subspesies nominatif yang terdapat di pulau-pulau utama, dan D. a. dicruriformis yang hanya ditemukan di Pulau Great Coco dan Pulau Table di utara rantai. Habitatnya meliputi hutan dataran rendah lembap dan hutan pegunungan lembap, baik subtropis maupun tropis, namun populasinya terancam oleh hilangnya habitat. Makanannya terutama terdiri dari serangga, seperti capung, kupu-kupu, dan kumbang, serta laba-laba dan artropoda kecil lainnya.
Dicrurus andamanensis memiliki panjang tubuh sekitar 28–29 cm, sedangkan subspesies dicruriformis, yang lebih besar, mencapai 35 cm. Burung ini menampilkan filamen dan bulu berbulu sepanjang sekitar 2 cm di kedua sisi leher. Pada jantan, bulu sebagian besar berwarna hitam dengan pengecualian primer berwarna coklat serta perut, panggul, dan penutup bawah ekor yang tetap hitam, dilapisi kilau hijau, sedangkan lapisan sayap memiliki nuansa coklat keperakan dengan ketiak berujung putih dan penutup sayap bawah. Betina lebih kecil dan memiliki ekor bercabang yang kurang menonjol dibandingkan jantan. Remaja pada tahap awal menampilkan ekor lebih persegi, warna tubuh lebih coklat dan kurang mengilap, serta belum memiliki filamen frontal yang khas, dengan ujung putih pada ketiak dan penutup sayap bawah lebih menonjol.[2]
Burung ini hanya dijumpai di hutan tropis lebat di Kepulauan Andaman, Teluk Benggala. Habitat utamanya meliputi hutan cemara dan semi-cemara dengan kanopi rapat, lantai hutan yang beragam, serta keberadaan liana dan epifit. Di dalam hutan tersebut, srigunting andaman biasanya berada di lapisan kanopi menengah hingga atas karena di tempat tersebut burung itu kerap melakukan perilaku makan di udara yang lincah dan akrobatik.[2]
Laporan Departemen Kehutanan Andaman tahun 2020 menunjukkan bahwa hanya sekitar 10% hutan asli yang masih tersisa, menekankan urgensi pelestarian habitat. Ancaman terhadap srigunting andaman semakin meningkat akibat spesies invasif, terutama burung kerak ungu (Acridotheres tristis), yang bersaing untuk sarang dan sumber makanan. Saat ini, burung ini dikategorikan sebagai hampir terancam punah. Upaya konservasi telah dilakukan, termasuk kerja sama antara Andaman Avian Society dan Departemen Kehutanan Andaman untuk membangun kawasan lindung dan koridor khusus bagi spesies ini.[2][3]