Diazinon, cairan tak berwarna hingga cokelat tua, adalah ester asam tiofosfat yang dikembangkan pada tahun 1952 oleh Ciba-Geigy, sebuah perusahaan kimia Swiss. Ini adalah insektisida organofosfat nonsistemik yang sebelumnya digunakan untuk mengendalikan kecoak, kutu buku, semut, dan kutu di bangunan tempat tinggal, non-pangan. Diazinon banyak digunakan selama tahun 1970-an dan awal 1980-an untuk penggunaan berkebun tujuan umum dan pengendalian hama dalam ruangan. Bentuk umpan digunakan untuk mengendalikan tawon pemulung di AS bagian barat. Diazinon digunakan dalam kalung kutu untuk hewan peliharaan di Australia dan Selandia Baru. Diazinon adalah komponen utama dalam merek "Golden Fleece" sheep dip. Penggunaan diazinon untuk keperluan rumah tangga dilarang di AS pada tahun 2004 karena risiko kesehatan manusia tetapi masih disetujui untuk penggunaan pertanian. Penawar daruratnya adalah atropin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Diazinon (nama IUPAC: O,O-Diethyl O-[4-methyl-6-(propan-2-yl)pyrimidin-2-yl] phosphorothioate, INN - Dimpylate), cairan tak berwarna hingga cokelat tua, adalah ester asam tiofosfat yang dikembangkan pada tahun 1952 oleh Ciba-Geigy, sebuah perusahaan kimia Swiss (kemudian Novartis dan kemudian Syngenta). Ini adalah insektisida organofosfat nonsistemik yang sebelumnya digunakan untuk mengendalikan kecoak, kutu buku, semut, dan kutu di bangunan tempat tinggal, non-pangan. Diazinon banyak digunakan selama tahun 1970-an dan awal 1980-an untuk penggunaan berkebun tujuan umum dan pengendalian hama dalam ruangan. Bentuk umpan digunakan untuk mengendalikan tawon pemulung di AS bagian barat. Diazinon digunakan dalam kalung kutu untuk hewan peliharaan di Australia dan Selandia Baru. Diazinon adalah komponen utama dalam merek "Golden Fleece" sheep dip. Penggunaan diazinon untuk keperluan rumah tangga dilarang di AS pada tahun 2004 karena risiko kesehatan manusia tetapi masih disetujui untuk penggunaan pertanian. Penawar daruratnya adalah atropin.[1][2]


Risiko Kesehatan Khusus: Rute kontak Diazinon termasuk menghirupnya, mengonsumsinya, atau kontak dengan kulit. Efek kesehatan negatif saat bersentuhan dengan Diazinon termasuk mata berair, air liur atau hidung berair, tidak memiliki nafsu makan, muntah, batuk hebat, nyeri perut, atau bahkan kekakuan pada berbagai otot/kelumpuhan. Sakit kepala juga bisa menjadi risiko kesehatan. Beberapa efek fisiologis lainnya termasuk pupil mata yang menyempit, peningkatan denyut jantung, kejang, atau bahkan koma. Paparan diazinon yang lebih besar diketahui menghasilkan risiko ini. Jika paparannya lebih kecil, gejalanya mungkin berkurang seperti hanya hidung berair atau mata berair. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa meskipun Diazinon memiliki banyak risiko kesehatan yang berbeda, EPA belum mengkategorikannya sebagai karsinogen.[3][4][5][5]

Diazinon dikembangkan pada tahun 1952 oleh perusahaan Swiss Ciba-Geigy (sekarang Novartis) untuk menggantikan insektisida DDT yang sebelumnya dominan. Pada tahun 1939, ahli kimia Paul Hermann Müller dari perusahaan Geigy yang saat itu masih independen telah menemukan bahwa DDT efektif terhadap serangga pembawa malaria. Kemampuan ini membuat penggunaan DDT menjadi sangat penting sehingga Müller bahkan menerima Penghargaan Nobel Kedokteran pada tahun 1948.
Namun, beberapa dekade setelah penghargaan itu diberikan, DDT ditemukan sebagai bahaya lingkungan yang serius sehingga negara-negara maju dan akhirnya organisasi tingkat dunia melarang insektisida tersebut untuk semua tujuan kecuali untuk memberantas serangga pembawa penyakit, yang mendorong Ciba-Geigy untuk meneliti alternatifnya.
Diazinon mulai tersedia untuk penggunaan massal pada tahun 1955, sementara produksi DDT menurun. Sebelum tahun 1970, diazinon memiliki masalah dengan kontaminan dalam larutannya ; tetapi pada tahun 1970-an, metode pemurnian alternatif digunakan untuk mengurangi bahan sisa yang tidak diinginkan.
Setelah perbaikan pengolahan ini, diazinon menjadi produk pengendalian hama komersial untuk segala keperluan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pada tahun 2004, AS melarang penggunaan diazinon di rumah tangga ketika EPA menetapkan bahwa kemampuannya untuk merusak sistem saraf menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia (terutama kesehatan anak-anak). Bahan kimia ini masih digunakan untuk keperluan pertanian industri.