Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Diagram QAPF

Diagram QAPF adalah diagram segitiga bolak balik yang digunakan untuk mengklasifikasikan batuan beku berdasarkan komposisi mineralogi. Akronimnya, QAPF, merupakan kependekan dari " Kuarsa, Alkali Feldspar, Plagioklas, dan Feldspathoid (Foid) ", yang merupakan grup-grup mineral yang digunakan untuk klasifikasi dalam Diagram ini. Persentase Q, A, P, dan F dinormalisasi

Wikipedia article
Diperbarui 27 Oktober 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Diagram QAPF
Diagram QAPF untuk klasifikasi Batuan Plutonik

Diagram QAPF adalah diagram segitiga bolak balik yang digunakan untuk mengklasifikasikan batuan beku berdasarkan komposisi mineralogi. Akronimnya, QAPF, merupakan kependekan dari " Kuarsa, Alkali Feldspar, Plagioklas, dan Feldspathoid (Foid) ", yang merupakan grup-grup mineral yang digunakan untuk klasifikasi dalam Diagram ini. Persentase Q, A, P, dan F dinormalisasi ( dihitung ulang agar totalnya 100%)

Sejarah

Diagram QAPF dibuat oleh International Union of Geological Sciences (IUGS): Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks[1] ditemukan oleh Albert Streckeisen (itulah sebabnya nama lain Diagram ini adalah: Diagram Streckeisen ). Ahli geologi seluruh dunia menerima diagram ini sebagai alat untuk klasifikasi batuan beku, terutama batuan plutonik.

Kegunaan

Diagram QAPF sebagian besar digunakan untuk klasifikasi batuan plutonik ( batuan faneritik), tetapi juga digunakan untuk batuan vulkanik jika komposisi mineral modal telah diketahui. Diagram QAPF tidak digunakan untuk mengklasifikasi batuan piroklastik atau batuan vulkanik jika komposisi mineral modal tidak diketahui, dan sebagai gantinya menggunakan klasifikasi TAS ( Total-Alkali-Silika). TAS juga digunakan jika batuan vulkanik mengandung gelas vulkanik ( seperti obsidian). Diagram QAPF juga tidak digunakan jika mineral mafik yang terkandung dalam komposisi batuan lebih dari 90% (contoh: peridotit dan piroxenit)

Nama batuan yang tepat bisa diberikan jika komposisi mineralogi diketahui, dimana dihitung menggunakan analisis petrografi.

Referensi

  • Streckeisen, A. L., 1974. Classification and Nomenclature of Plutonic Rocks. Recommendations of the IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Geologische Rundschau. Internationale Zeitschrift für Geologie. Stuttgart. Vol.63, p. 773-785.
  • Streckeisen, A. L., 1978. IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Classification and Nomenclature of Volcanic Rocks, Lamprophyres, Carbonatites and Melilite Rocks. Recommendations and Suggestions. Neues Jahrbuch für Mineralogie, Abhandlungen, Vol. 141, 1-14.
  • Le Maitre,R.W. 2002. Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms: Recommendations of International Union of Geological Sciences Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Cambridge University Press, 236pp.

Pranala luar

  • Classification of Igneous Rocks - IUGS Classification, Geological Sciences Department - Cal Poly Pomona, diarsipkan dari asli tanggal 30 Sep 2011

Footnotes

  1. ↑ See for example the diagram as it appears in Streckeisen, Albert (July 1974). "Classification and nomenclature of plutonic rocks recommendations of the IUGS subcommission on the systematics of Igneous Rocks". Geologische Rundschau. 63 (2): 773–786. doi:10.1007/bf01820841.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Kegunaan
  3. Referensi
  4. Pranala luar
  5. Footnotes

Artikel Terkait

Andesit

Jenis Batu

Basal

Batuan beku yang terbentuk dari solidifikasi magma

Trasit

dan kuarsa atau felspatoid seperti nefelin juga dapat hadir. (Lihat diagram QAPF). Biotit, Klinopiroksen, dan olivin adalah mineral aksesori umum. Secara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026