Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dewi-dewi Sungai Xiang

Dewi-dewi Sungai Xiang atau Ratu-ratu Xiang merupakan makluk suci Sungai Xiang yang mengalir melintasi wilayah negara kuno Chu menuju Danau Donting. Berdasarkan versi yang lebih baru, para dewi tersebut merupakan putri-putri Kaisar Yao yang bernama Ehuang dan Nüying yang dinikahkan oleh ayah mereka dengan Shun, orang yang dipilih Kaisar Yao untuk menggantikan dirinya, sebagai semacam tes untuk menguji kemampuan administratif Shun. Selanjutnya, mereka menjadi dewi setelah kematian suami mereka, konon setelah mereka menenggelamkan diri ke sungai tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 10 November 2018

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dewi-dewi Sungai Xiang
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
"Dewi-dewi Sungai Xiang" (Xiang Jun), syair ke-3 dari "Sembilan Lagu" (Jiu Ge) yang terdapat dalam antologi syair Chu Ci versi bercatatan, diterbitkan dengan judul Li sao, pengarang diatribusikan kepada Qu Yuan (pengarang asli bagian "Sembilan Lagu" tidak diketahui), dengan ilustrasi yang digambarkan oleh Xiao Yuncong.

Dewi-dewi Sungai Xiang (bahasa Tionghoa: 湘水神code: zh is deprecated ; Pinyin: Xiāngshuǐshén) atau Ratu-ratu Xiang (jyutping=Ratu-ratu Hsiang) merupakan makluk suci Sungai Xiang yang mengalir melintasi wilayah negara kuno Chu menuju Danau Donting. Berdasarkan versi yang lebih baru, para dewi tersebut merupakan putri-putri Kaisar Yao yang bernama Ehuang (Hanzi: 娥皇; Pinyin: É Huáng; Peri Bercahaya) dan Nüying (Hanzi: 女英; Pinyin: Nǚ Yīng; Gadis Berkembang)[1] yang dinikahkan oleh ayah mereka dengan Shun, orang yang dipilih Kaisar Yao untuk menggantikan dirinya, sebagai semacam tes untuk menguji kemampuan administratif Shun. Selanjutnya, mereka menjadi dewi setelah kematian suami mereka, konon setelah mereka menenggelamkan diri ke sungai tersebut.[2]

Legenda bambu berbintik

Artikel utama: Bambu berbintik
Bambu berbintik (Phyllostachys bambusoides f. lacrima-deae Keng & Wen), juga dikenal sebagai bahasa Tionghoa: 斑竹code: zh is deprecated ; Pinyin: bānzhú; arti harfiah: "bambu berbintik" atau bahasa Tionghoa: 湘妃竹code: zh is deprecated ; Pinyin: Xiāngfēi zhúl=bambu istri Xiang.

Bintik-bintik pada batang bambu-bambu tertentu menurut legenda pertama kali muncul pada bambu yang tumbuh di tepi Sungai Xiang, akibat tetesan air mata kedua dewi Sungai Xiang yang jatuh ke batangnya. Kedua wanita tersebut menangis karena Kaisar Shun, suami tercinta mereka, menghilang dan diduga telah meninggal. Terdapat berbagai versi mengenai kisah mitologis ini. Menurut salah satu versi, pada tahun terakhir pemerintahannya, Shun memutuskan untuk mengadakan tur menuju wilayah Sungai Xiang. Versi lain menyebutkan dirinya terlibat perang dalam suatu ekspedisi militer melawan "suku Miao". Akibat kematian Shun yang mendadak dalam perjalannya di tengah "belantara Cangwu", dekat hulu Sungai Xiang di Pegunungan Jiuyi (terkadang diterjemahkan menjadi Gunung Doubting),[3] kedua istrinya bergegas berangkat dari rumah untuk menemui jasad suami mereka (versi lain menyebutkan kedua wanita tersebut mencari jasad Shun tetapi tidak dapat menemukannya) kemudian menangis di tepi sungai selama berhari-hari. Air mata mereka yang berlimpah-limpah jatuh mengenai rimbunan bambu di tepi sungai dan membekas menjadi bintik-bintik yang permanen.

Kaisar pertama Qin dan Xiang Jun

Berdasarkan catatan sejarah Sima Qian (Bab 6, "Sejarah Kaisar Pertama Qin"), pada tahun ke-28 pemerintahannya (219 SM), Kaisar Qin ingin pergi berpesiar ke gunung suci Heng yang merupakan gunung paling selatan dari Lima Gunung Suci Tiongkok, kini terletak di wilayah Hunan. Namun, saat mengendarai kapal, tiba-tiba muncul angin besar yang membuatnya hampir tidak bisa menepi dengan selamat. Peristiwa tersebut berlokasi di dekat kuil untuk Xiang Jun di Xiangshan. Setelah bertanya mengenai identitas Xiang Jun, sang kaisar menjadi mengerti bahwa nama tersebut merujuk pada kedua putri Yao yang sekaligus merupakan istri-istri Shun yang dimakamkan pada lokasi tersebut. Sebelum pulang ke rumah melalui jalur darat, kaisar yang murka itu memerintahkan 3000 narapidana yang dipekerjakan untuk memotong semua pepohonan di gunung tersebut dan mewarnai seluruh tanahnya dengan warna merah.[1][4] Salah satu alasan kemarahan Kaisar Qin adalah bahwa para dewi Xiang merupakan dewi pelindung Kerajaan Chu yang merupakan musuh lamanya; warna merah melambangkan warna pakaian yang dikenakan oleh narapidana.[4]

Kultur

Informasi lebih lanjut: Jiu Ge

Dewi-dewi Sungai Xiang disebut-sebut dalam sastra klasik Tiongkok, yang tertua adalah antologi Chu Ci yang diatribusikan kepada Qu Yuan.[5]

Lihat pula

  • Bambu
  • Mitologi Tiongkok
  • Delapan Pemandangan Xiaoxiang
  • Empat Harta dalam Belajar
  • Xiaoxiang
  • Pulau Junshan

Referensi

  1. 1 2 Murck, Alfreda (2000). Poetry and Painting in Song China: The Subtle Art of Dissent. Cambridge (Massachusetts) dan London: Harvard University Asia Center for the Harvard-Yenching Institute. hlm. 9-10. ISBN 0-674-00782-4.
  2. ↑ Jeremy Roberts (2010). Chinese Mythology A to Z, Edisi 2. New York: Chelsea House Publishers. hlm. 135. ISBN 978-1-60413-436-0.
  3. ↑ Hawkes, David (2011 [1985]). The Songs of the South: An Ancient Chinese Anthology of Poems by Qu Yuan and Other Poets. London: Penguin Books. hlm. 335-336. ISBN 978-0-14-044375-2. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  4. 1 2 Hawkes, David (2011 [1985]). The Songs of the South: An Ancient Chinese Anthology of Poems by Qu Yuan and Other Poets. London: Penguin Books. hlm. 104-105. ISBN 978-0-14-044375-2. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  5. ↑ 湘君 ("Xiang Jun") dan 湘夫人 ("Xian Furen) (teks berbahasa mandarin, pada Wikisource: keduanya merupakan dari bagian "Jiu Ge") dari Chuci.
Wikisource Tionghoa memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Jiu ge (bahasa Mandarin)
  • l
  • b
  • s
Mitologi Tiongkok
Ikhtisar topik
  • Mitos penciptaan
  • Konsep dunia spiritual
  • Astrologi
  • Naga
  • Fiksi shenmo
  • Dewa dan keabadian
  • Tian
  • Pangu
  • Hantu
Tokoh utama
  • Dewa-Dewi
  • Tiga Maharaja dan Lima Kaisar
  • Delapan Dewa
  • Shennong
  • Kaisar Kuning
Makhluk
  • Kura-kura Hitam
  • Naga Nilakandi
  • Macan Putih
  • Burung Merah
  • Qilin
  • Fenghuang
  • Huli jing
  • Singa batu
  • Pixiu (Bixie)
  • Nian
Tempat
  • Fusang
  • Penglai
  • Diyu
  • Gunung Kunlun
  • Youdu
Karya sastra populer
  • Shan Hai Jing
  • Shi Yi Ji
  • Taohuayuan Ji
  • Empat Perjalanan
  • Fengshen Yanyi
  • Legenda Siluman Ular Putih
  • Pemberontakan Penyihir
  • Kisah Aneh Liaozhai
  • Perjalanan ke Barat
  • Soushen Ji
  • Tian Xian Pei
  • Zibuyu
  • Tianwen (Chu Ci)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Legenda bambu berbintik
  2. Kaisar pertama Qin dan Xiang Jun
  3. Kultur
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Dewa-dewi Tionghoa

(湘水神, “Dewi Perairan Xiang”): pelindung Sungai Xiang. Xuěshén (雪神, “Dewa Salju”) Yǔshén (雨神, “Dewa Hujan”) Xihe (羲和), Tàiyángshén (太陽神, “Dewi Matahari

Delapan Pemandangan Xiaoxiang

Delapan Pemandangan Omi (近江八景), Japan Delapan Pemandangan Taiwan Dewi-dewi Sungai Xiang Puisi Xiaoxiang Sastra Dinasti Song Shōnan Xiaoxiang Murck, Alfreda

Pulau Junshan

pulau di Tiongkok

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026