Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Derita Ibu

Derita Ibu adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1971 yang disutradarai oleh Lie Soen Bok dan dibintangi antara lain oleh Datin Yudha, Hanny Ray, dan Zainal Abidin.

film Indonesia tahun 1971 karya Lie Soen Bok
Diperbarui 25 November 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Derita Ibu
SutradaraLie Soen Bok
ProduserLie Soen Bok
PemeranDatin Yudha
Hanny Ray
Zainal Abidin
Kamsul
Anjang Kuswandi
Mieke Cut Mutia
Aminah Banowati
Susilowati
Sri Tresyowati
Prittampiti
SinematograferLie Soen Bok
PenyuntingLie Soen Bok
Tanggal rilis
1971
Durasi100 menit
NegaraIndonesia

Derita Ibu adalah film Indonesia yang yang dirilis pada tahun 1971 yang disutradarai oleh Lie Soen Bok dan dibintangi antara lain oleh Datin Yudha, Hanny Ray, dan Zainal Abidin.

Sinopsis

Sopiah (Datin Yudha), anak penarik becak, diperkosa anak berandalan, sedang bapaknya mati tertabrak mobil. Sopiah lalu bertemu pelacur profesional, Ratna (Hanny Ray). Maka terjunlah Sopiah jadi pelacur. Dua pelacur ini punya pacar, tetapi mengelak terus karena merasa dirinya sudah tercemar. Suatu hari Sopiah mengajak Ratna dan pacarnya menengok ibunya, yang sudah buta. Tahulah sang ibu, bahwa Ratna itu juga anaknya dari suami pertama, dan dulu diberi nama Ratih. Sopiah akhirnya meninggal karena pendarahan, setelah bertemu ibunya.[1]

Referensi

  1. ↑ Derita Ibu[pranala nonaktif permanen], diakses pada 12 Mei 2010

Pranala luar

  • Resensi@Dokumentasi Perfilaman Indonesia[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sinopsis
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Lie Soen Bok

sutradara asal Indonesia

Marga Tionghoa-Indonesia

keluarga Lie menjadi Li, Loe menjadi Lu, Njoo menjadi Nyoo, dan Oei menjadi Wi. Setelah naiknya Suharto ke tampuk kekuasaan, pemerintah Indonesia memperkenalkan

Nama Tionghoa

mayoritas dengan 4 karakter, 2 karakter marga dan 2 karakter nama. Bailey&Lie (2013), hlm. 24, "While denotive meanings—“Sunny” for a newborn who needs

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026