Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dayung Sampan

Dayung Sampan adalah lagu rakyat Indonesia yang berasal dari Banten. Lagu ini kerap dikaitkan dengan budaya Betawi dan Peranakan Benteng. Lagu "Dayung Sampan" cukup populer di Indonesia dan Singapura.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dayung Sampan adalah lagu rakyat Indonesia yang berasal dari Banten.[1][2] Lagu ini kerap dikaitkan dengan budaya Betawi dan Peranakan Benteng. Lagu "Dayung Sampan" cukup populer di Indonesia dan Singapura.[3][4]

Latar belakang dan deskripsi

"Dayung Sampan" berasal dari Indonesia pada era 1940-an dan dipopulerkan oleh pasindhèn bernama Dasimah.[5] Lagu ini kemudian dikenal luas dan memiliki keterkaitan kuat dengan masyarakat Tionghoa Betawi di Banten.[6] Secara tradisional, lagu ini dimainkan dengan iringan gambang kromong, yaitu orkes tradisional Betawi yang mendapat pengaruh musik Tionghoa.

Lirik lagu "Dayung Sampan" menceritakan kehidupan para nelayan serta perjalanan mereka melaut untuk mencari ikan.[7][8]

Popularitas di luar Indonesia

"Dayung Sampan" pertama kali dibawa ke Singapura oleh para migran dari Indonesia.[9] Pada tahun 1956, lagu ini diadaptasi ke dalam bahasa Mandarin dengan judul "Poor Great Uncle" atau 可怜阿伯大, dan dinyanyikan oleh Wu Meiling serta Chen Chuan.[10]

Pada tahun 1978, penyanyi asal Taiwan, Teresa Teng, merekam versi Indonesia dari lagu ini. Versi "Dayung Sampan" yang dibawakan Teresa Teng digarap oleh komponis asal Singapura, Osman Ahmad,[11] dan diyakini berasal dari era 1950-an. Pada 20 September 1979, Teresa Teng merilis album An Unforgettable Day atau 難忘的一天 yang memuat versi Mandarin dari "Dayung Sampan" berjudul "Tian Mi Mi" atau 甜蜜蜜, dengan lirik yang ditulis oleh Zhuang Nu.[12]

Aransemen dan versi

Rekaman tertua "Dayung Sampan" yang diketahui dinyanyikan oleh Rita Zahara pada album Presents Songs From Old Djakarta In Krontjong Beat tahun 1956. Album ini diaransemen dan disutradarai oleh Rudi Pirngadi.[13][14] Sementara itu, versi dengan lirik yang paling populer dan dikenal luas pertama kali dinyanyikan oleh Aida Mustafa dalam album Dayung Sampan[15][16] tahun 1969. Lagu tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam album lagu rakyatnya yang berjudul Sarinande.[17]

Versi lainnya

  • Titiek Sandhora merilis versi daur ulang pada tahun 1970 dengan lirik yang mirip dengan versi yang digunakan oleh Teresa Teng.[18]
  • Benyamin Sueb mengadaptasi melodi lagu ini untuk lagu berjudul "Minta Kawin" dalam album Telpon Umum tahun 1977, dengan tema tentang permintaan menikah dengan perempuan Tionghoa Indonesia.[19]
  • Waldjinah merilis versi berbahasa Jawa dari lagu ini dalam albumnya Glenak-Glenik.
  • Versi keroncong lagu "Dayung Sampan" dirilis oleh Hetty Koes Endang dalam album yang menggunakan judul yang sama.[20]
  • Pada tahun 2006, Noraniza Idris membawakan lagu ini dengan lirik bahasa Melayu dalam album Lenggok 20 Tahun, berkolaborasi dengan He Yun.[21]

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-10-30). "Lirik dan Makna Lagu Dayung Sampan, Lagu Daerah dari Banten". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  2. ↑ "Lagu Daerah Indonesia beserta Asalnya Lengkap! Dari Sabang Sampai Merauke - Insan Pelajar". Insan Pelajar. 2020-01-16. Diakses tanggal 2026-02-05.
  3. ↑ Pm Music P2 (dalam bahasa Inggris). Pearson Education South Asia. 2008. ISBN 978-981-06-0762-3.
  4. ↑ "Singapore Medley". Jia Yi Lee (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  5. ↑ Upandi, Pandi (1983/1984). "Pengetahuan karawitan latar belakang dan perkembangan karawitan Sunda / Pandi Upandi". Universitas Indonesia Library (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  6. ↑ Kurniadi, Fajar; Supratno, Haris; Sudikan, Setya Yuwana (2025-01-11). "Analisis Wacana Kritis terhadap Konstruksi Identitas Perempuan dalam Lagu Satu Bulan: Perspektif Feminisme Poskolonial". Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI: 172–180. doi:10.30998/kibar.28-10-2024.8021. ISSN 2985-6930.
  7. ↑ Dewi, Yunita. "Lirik Lagu Daerah". tirto.id. Diakses tanggal 2026-02-05.
  8. ↑ "7 Lagu Daerah Banten Dilengkapi Lirik dan Maknanya". edukasi. Diakses tanggal 2026-02-05.
  9. ↑ Inc, PromoNet Technologies. "Dayung Sampan Sheet Music by Darius Lim (SKU: WW1742) - Stanton's Sheet Music". www.stantons.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.
  10. ↑ "可怜阿伯大:巫美玲、陈传". ip.lidicity.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  11. ↑ "Lagu-lagu Indonesia yang Dibawakan Teresa Teng-印尼语-CRI". indonesian.cri.cn. Diakses tanggal 2026-02-05.
  12. ↑ "Legendary 'Tian Mi Mi' lyricist dies - China.org.cn". www.china.org.cn. Diakses tanggal 2026-02-05.
  13. ↑ Brigadier General R. Pirngadie - Songs From Old Djakarta In Krontjong Beat (dalam bahasa Inggris), 1956, diakses tanggal 2026-02-05
  14. ↑ "Irama Nusantara". Irama Nusantara. Diakses tanggal 2026-02-05.
  15. ↑ Aida Mustafa - Dayung Sampan (dalam bahasa Inggris), 1969, diakses tanggal 2026-02-05
  16. ↑ Suharyadi, Rifki. "Lirik Lagu Daerah Banten Dayung Sampan Ciptaan Osman Ahmad, Dipopulerkan Aida Mustafa Era 70-an". Kabar Banten. Diakses tanggal 2026-02-05.
  17. ↑ Aida Mustafa Dengan Iringan Orkestra "The All Stars" - Sarinande (dalam bahasa Inggris), 1969, diakses tanggal 2026-02-05
  18. ↑ Titiek Sandhora - Krontjong (dalam bahasa Inggris), 1970, diakses tanggal 2026-02-05
  19. ↑ Benyamin S. - Telpon Umum (dalam bahasa Inggris), 1977, diakses tanggal 2026-02-05
  20. ↑ "地球が回る音 中村とうようポピュラー音楽コレクション". 地球が回る音 中村とうようポピュラー音楽コレクション (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-05.
  21. ↑ Noraniza Idris - Lenggok 20 Tahun (dalam bahasa Inggris), 2006, diakses tanggal 2026-02-05
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • MusicBrainz work

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang dan deskripsi
  2. Popularitas di luar Indonesia
  3. Aransemen dan versi
  4. Versi lainnya
  5. Referensi

Artikel Terkait

Sampan

perahu kecil

Pacu jalur

lomba khas Minangkabau

Sampan panjang

Perahu cepat Melayu dari abad ke-19

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026