Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDawsonia superba
Artikel Wikipedia

Dawsonia superba

Dawsonia superba adalah lumut dari famili Polytrichaceae yang dapat ditemukan di Australia, Papua Nugini, Malaysia, dan Selandia Baru. D. superba merupakan lumut tegak tertinggi di dunia, yang dapat mencapai ketinggian hingga 60 cm (24 in). Spesies ini memiliki struktur yang sepadan dengan tumbuhan berpembuluh yang memungkinkan ukurannya menjadi besar, termasuk sel hidroid dan leptoid untuk menghantarkan air serta hasil fotosintesis, dan lamela yang membentuk ruang udara sehingga fotosintesis lebih efisien. D. superba termasuk ke dalam kelas Polytrichopsida, meskipun memiliki sporofit yang berbeda dari lumut rambut lainnya.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dawsonia superba

Dawsonia superba
Some tall stems of the moss in the page, centred, around 50 of them, seen from above, dark green
Dawsonia superba di Taman Hutan Coromandel
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Divisi: Bryophyta
Kelas: Polytrichopsida
Ordo: Polytrichales
Famili: Polytrichaceae
Genus: Dawsonia
Spesies:
D. superba
Nama binomial
Dawsonia superba
Grev., 1847
Sinonim[1]
  • Dawsonia celebensis Wijk
  • Dawsonia longifolia var. superba (Grev.) Zanten

Dawsonia superba adalah lumut dari famili Polytrichaceae yang dapat ditemukan di Australia, Papua Nugini, Malaysia,[2] dan Selandia Baru.[3] D. superba merupakan lumut tegak tertinggi di dunia, yang dapat mencapai ketinggian hingga 60 cm (24 in).[4] Spesies ini memiliki struktur yang sepadan dengan tumbuhan berpembuluh yang memungkinkan ukurannya menjadi besar, termasuk sel hidroid dan leptoid untuk menghantarkan air serta hasil fotosintesis,[4] dan lamela yang membentuk ruang udara sehingga fotosintesis lebih efisien.[5] D. superba termasuk ke dalam kelas Polytrichopsida, meskipun memiliki sporofit yang berbeda dari lumut rambut lainnya.[5]

Terdapat sedikit kebingungan mengenai apakah Dawsonia superba dan Dawsonia longifolia merupakan spesies yang berbeda atau sebenarnya merujuk pada lumut yang sama. Beberapa sumber menyatakan bahwa Dawsonia longifolia dan Dawsonia superba telah digabungkan.[4] Untuk waktu yang lama, nama D. longifolia dan D. superba digunakan secara bergantian untuk spesies yang sama, dengan perbedaan pemakaian di berbagai wilayah.[6] Kedua nama tersebut masih digunakan hingga kini.

Sebaran dan habitat

Spesies ini banyak dijumpai di Australia, Papua Nugini, Malaysia[2] dan Selandia Baru.[3] D. superba lebih menyukai habitat lembap dan agak terbuka,[5] hutan awan,[5] serta hutan teduh.[7] Tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh di pangkal pohon yang tumbang.[8]

Gametofit

Seperti semua briofita, D. superba memiliki tahap gametofit yang dominan. Gametofit merupakan tahap haploid dalam siklus hidup dan tersusun atas daun, batang, serta rizoid yang mirip akar.[4] Risoid ini menembus lebih dalam ke tanah dibandingkan lumut lainnya.[9][10]

Penampang melintang batang Dawsonia superba. Terlihat berkas pengangkut hidrom, sel leptom, serta bekas jejak daun.

Batang gametofit D. superba memiliki berkas pengangkut pusat dan jejak daun. Batang ini mempunyai sel hidrohid yang mengalirkan air, serta sel leptoihid yang mengalirkan hasil fotosintesis.[4] Menurut Zanten (1973), batang D. superba juga dicirikan oleh keberadaan sklerenkim, yaitu sel yang dinding selnya mengandung lignin.[7] Namun, analisis kimia menunjukkan bahwa D. superba tidak mengandung lignin,[11] meskipun kemungkinan mengandung komponen mirip lignin.[12]

Daun D. superba dapat mencapai panjang hingga 30 mm (1,2 in).[13] Seperti lumut politrikid lainnya, daun D. superba memiliki lamela.[4] Lamela tersusun dari barisan sel setebal satu lapis tetapi beberapa sel tingginya, yang berada di atas costa. Setiap sel mengandung banyak kloroplas.[4] Lamela memperluas permukaan daun yang tersedia untuk fotosintesis, dan ruang udara di antaranya memungkinkan pertukaran gas sehingga fotosintesis menjadi lebih efisien.[5] Lamela sering disebut sebagai "pseudo-mesofil", karena mirip dengan mesofil pada daun tumbuhan berpembuluh yang juga membantu pertukaran gas.[5] Lamela membuat lumut mampu bertahan pada tingkat cahaya tinggi, sehingga dapat berfotosintesis dengan baik bahkan di bawah cahaya terang, tidak seperti lumut lain yang hanya memiliki daun berlapis tunggal.[14]

Permukaan daun dan puncak lamela dilapisi kutikula berlilin. Lapisan lilin ini berfungsi sebagai penghalang hidrofobik, sehingga ruang udara di lamela terlindung dari kekeringan maupun kelebihan air akibat hujan.[15]

Sporofit

Sampel vegetatif kering gametofit Dawsonia superba

Sporofit diploid D. superba terbentuk dari jaringan gametofit dan bergantung pada gametofit untuk memperoleh air dan nutrisi. Seta yang panjang mengangkat sporangium di atas gametofit. Sporangium adalah tempat terjadinya meiosis, dan spora haploid dilepaskan melalui gigi peristom. Seperti semua anggota kelas Polytrichopsida, D. superba memiliki gigi peristom nematodontus,[4] yaitu gigi yang tersusun dari keseluruhan sel.[13] Namun, anggota genus Dawsonia memiliki gigi peristom unik berbentuk seperti bulu kaku. Gigi ini tersusun melingkar dalam beberapa baris, membentuk semacam sikat tempat spora dilepaskan. Tidak ada epifragm pada kelompok Dawsoniaceae.[5]

Spora dilepaskan sedikit demi sedikit di antara gigi peristom ini. Spora D. superba berukuran kecil (7 µm diameter)[16] dan permukaannya halus.[13] Setelah berkecambah, spora membentuk tunas protonema yang berkembang menjadi gametofit.[17]

Reproduksi

Reproduksi seksual

Gametofit D. superba bersifat dioikus, artinya organ reproduksi jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Struktur reproduksi jantan, yaitu anteridium, menghasilkan sperma yang harus mencapai tumbuhan betina dengan arkegonium agar pembuahan dapat terjadi.[4]

Walaupun tumbuhan jantan dan betina terpisah, keduanya sering tumbuh berdekatan. Untuk menyebarkan sperma, gametofit jantan menggunakan mekanisme yang disebut "splash-cup". Arkegonium terdapat di ujung tunas gametofit. Daun yang mengelilingi anteridium, disebut daun perigonial, membentuk struktur mirip cawan dangkal. Air hujan yang jatuh ke dalam cawan ini akan mengumpulkan sperma, lalu saat percikan air keluar, sperma ikut terbawa. Dengan cara ini, sperma bisa tersebar hingga 3 meter (9,8 ft) dari gametofit jantan.[18]

Reproduksi aseksual

Daun yang terpisah dari tubuh tumbuhan kadang dapat membentuk filamen protonema, seperti yang ditunjukkan Selkirk (1980), meski regenerasi ini jarang terjadi pada D. superba dibandingkan anggota genus lainnya.[19] Selain itu, rizoma juga kerap menumbuhkan tunas vegetatif.[8]

Pertumbuhan dan tinggi

D. superba adalah lumut tertinggi yang diketahui, dapat mencapai 60 cm (24 in). Laju pertumbuhan hingga 48 mm (1,9 in) per tahun pernah tercatat, meski rata-ratanya kemungkinan sekitar 20 mm (0,79 in) per tahun. Suhu merupakan faktor terpenting bagi pertumbuhan, disusul oleh ketersediaan air yang optimal.[8]

Untuk tumbuh tinggi, tumbuhan harus mampu berfotosintesis cukup banyak agar punya energi untuk tumbuh, serta memiliki cukup air untuk menunjang fotosintesis. Karena itu, efisiensi fotosintesis yang tinggi dan adanya sistem transportasi air sangat penting agar tumbuhan bisa mencapai tinggi tertentu.[20] D. superba memiliki sistem hidrohid untuk mengalirkan air dan sistem leptoihid untuk menyalurkan hasil fotosintesis, sehingga tetap terhidrasi secara internal. Lapisan lilin pada daun juga membantu mengurangi kekeringan.[15] D. superba juga memiliki lamela pada daunnya. Lamela ini memperluas permukaan fotosintesis sekaligus menyediakan ruang bagi pertukaran gas, yang keduanya meningkatkan efisiensi fotosintesis.[5] Kombinasi sifat-sifat tersebut memungkinkan D. superba tumbuh lebih tinggi dibandingkan lumut lainnya.

Referensi

  1. ↑ "Dawsonia superba Grev". WFO Plant List. World Flora Online. Diakses tanggal 10 November 2024.
  2. 1 2 Eakin, David A. (1998). "A taxonomic revision of the moss genus Regmatodon". Nova Hedwigia. 67 (1–2): 139–152. doi:10.1127/nova.hedwigia/67/1998/139.
  3. 1 2 "Dawsonia superba - The University of Auckland". www.nzplants.auckland.ac.nz. Diakses tanggal 2022-04-06.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Glime, Janice M. (2011). "Ecological and Physiological Effects of Changing Climate on Aquatic Bryophytes". Bryophyte Ecology and Climate Change. hlm. 93–114. doi:10.1017/cbo9780511779701.007. ISBN 978-0-521-76763-7.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Bell, Neil; Kariyawasam, Isuru; Flores, Jorge; Hyvönen, Jaakko (2021). "The diversity of the Polytrichopsida—a review". Bryophyte Diversity and Evolution. 43 (1). doi:10.11646/bde.43.1.8.
  6. ↑ van Zanten, B.O.; Margadant, W.D. (1997). "(1305) Proposal to conserve the name Dawsonia superba (Musci, Dawsoniaceae)". Taxon. 46 (3): 547–549. doi:10.2307/1224402. JSTOR 1224402.
  7. 1 2 van Zanten, B.O. (1973). "A taxonomic revision of the genus Dawsonia R. Brown". Lindbergia. 2 (1/2): 1–48. JSTOR 20149203.
  8. 1 2 3 Green, T.G.A.; Clayton-Greene, K.A. (1981). "Studies on Dawsonia superba Grev. II. Growth rate". Journal of Bryology. 11 (4): 723–731. Bibcode:1981JBryo..11..723G. doi:10.1179/jbr.1981.11.4.723.
  9. ↑ Proctor, M.C.F. (1982). "Physiological Ecology: Water Relations, Light and Temperature Responses, Carbon Balance". Bryophyte Ecology. hlm. 333–381. doi:10.1007/978-94-009-5891-3_10. ISBN 978-94-009-5893-7.
  10. ↑ 秋山, 弘之 (2009). "地中深くに伸びるボルネオ産ネジクチスギゴケ属 Dawsonia superbaのシュート地下部について(アジア産蘚苔類の分類・生態ノート,19)" [Taxonomical and ecological notes on Asian bryophytes, 19. Extended subterranean portions in the shoots of Dawsonia superba in Sabah, Malaysia]. 蘚苔類研究 [Bryophyte Research] (dalam bahasa Jepang). 9 (12): 391–394. doi:10.24474/bryologicalresearch.9.12_391.
  11. ↑ Miksche, G.E.; Yasuda, S. (1978). "Lignin of 'giant' mosses and some related species". Phytochemistry. 17 (3): 503–504. Bibcode:1978PChem..17..503M. doi:10.1016/S0031-9422(00)89348-6.
  12. ↑ Ligrone, R.; Carafa, A.; Duckett, J.G.; Renzaglia, K.S.; Ruel, K. (2008). "Immunocytochemical detection of lignin-related epitopes in cell walls in bryophytes and the charalean alga Nitella". Plant Systematics and Evolution. 270 (3–4): 257–272. Bibcode:2008PSyEv.270..257L. doi:10.1007/s00606-007-0617-z.
  13. 1 2 3 Flora of Australia. Australian Government Pub. Service. 2006. ISBN 978-0-643-09240-2.[halaman dibutuhkan]
  14. ↑ Proctor, M.C.F. (2005). "Why do Polytrichaceae have lamellae?". Journal of Bryology. 27 (3): 221–229. Bibcode:2005JBryo..27..221P. doi:10.1179/174328205X69968.
  15. 1 2 Clayton-Greene, K. A.; Collins, N.J.; Green, T.G.A.; Proctor, M.C.F. (1985). "Surface wax, structure and function in leaves of Polytrichaceae". Journal of Bryology. 13 (4): 549–562. Bibcode:1985JBryo..13..549C. doi:10.1179/jbr.1985.13.4.549.
  16. ↑ Stetler, D.A.; DeMaggio, A. E. (1976). "Ultrastructural characteristics of spore germination in the moss Dawsonia superba". American Journal of Botany. 63 (4): 438–442. doi:10.1002/j.1537-2197.1976.tb11831.x.
  17. ↑ DeMaggio, A. E.; Stetler, D. A. (1977). "Protonemal organization and growth in the moss Dawsonia superba: ultrastructural characteristics". American Journal of Botany. 64 (4): 449–454. doi:10.1002/j.1537-2197.1977.tb12367.x.
  18. ↑ Clayton-Greene, K. A.; Green, T. G. A.; Staples, B. (1977). "Studies of Dawsonia superba. 1. Antherozoid Dispersal". The Bryologist. 80 (3): 439. doi:10.2307/3242019. JSTOR 3242019.
  19. ↑ McCarthy, John A.; Kurth-Voigt, Lieselotte E. (1976). "Perspectives and Points of View: The Early Works of Wieland and Their Background". The Modern Language Journal. 60 (3): 134. doi:10.2307/324214. JSTOR 324214.
  20. ↑ Bok, Erin C.P.M.; Brodribb, Timothy J.; Jordan, Gregory J.; Carriquí, Marc (2022). "Convergent tip-to-base widening of water-conducting conduits in the tallest bryophytes". American Journal of Botany. 109 (2): 322–332. doi:10.1002/ajb2.1795. PMID 34713894.

Pranala luar

  • Media terkait Dawsonia superba di Wikimedia Commons
  • "Details of: Dawsonia superba". T.E.R:R.A.I.N - Taranaki Educational Resource: Research, Analysis and Information Network.
  • Encyclopedia of Life. "Details for: Dawsonia longifolia". Encyclopedia of Life.
Pengidentifikasi takson
Dawsonia superba
  • Wikidata: Q664545
  • APNI: 135898
  • CoL: 34CB7
  • EoL: 419258
  • GBIF: 5281347
  • iNaturalist: 328078
  • NCBI: 82263
  • NZOR: 371dded0-8bb3-472b-904f-c12a105ce0a4
  • Open Tree of Life: 669060
  • Plant List: tro-35100863
  • Tropicos: 35100863
  • VicFlora: 8545548c-7d81-4a69-96ad-48878ff0e5c2
  • WFO: wfo-0001147135

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sebaran dan habitat
  2. Gametofit
  3. Sporofit
  4. Reproduksi
  5. Reproduksi seksual
  6. Reproduksi aseksual
  7. Pertumbuhan dan tinggi
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Dawsonia (tumbuhan)

genus tumbuh-tumbuhan

Daftar tumbuhan terbesar

dikelompokan berdasarkan divisi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026