Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Darb Zubaidah

Darb Zubaidah adalah sebuah jalur yang menghubungkan antara Kufah dan Makkah, jalur ini merupakan salah satu jalur haji dan perdagangan yang terpenting, disebut dengan Darb Zubaidah dinisbatkan kepada Zubaidah istri Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang berkontribusi pada pembangunan jalur ini hingga penamaan jalur ini terus dikenang sepanjang masa. Jalur ini mulai digunakan setelah Penaklukan Persia oleh Muslim dan tersebarnya agama Islam di Timur Jazirah Arab, hingga jalur ini digunakan dengan skala yang besar, di mana pusat air, peternakan dan pertambangan yang ada dijalur ini diubah menjadi pos pemberhentian utama. Pada zaman Kekhalifahan Abbasiyah, jalur ini menjadi penghubung penting antara Baghdad dengan dua tanah suci serta sejumlah wilayah di Jazirah Arab. Pada khalifah dari kekhalifahan Abbasiyah sangat peduli terhadap jalur ini, dengan membangun sejumlah fasilitas, seperti pembangunan tangki air, penggaalian sumur, pembangunan kolam, pembangunan menara dan lain sebagainya. Juga memperluas jalur hingga dapat digunakan oleh para jamaah haji dan musafir yang membawa kendaraan (hewan). Sejumlah referensi sejarah, geografi dan peninggalan yang tersisa menyebutkan bahwa perencanaan pembangunan jalur ini dibuat dengan operasi dan teknik yang baik, antara lain dibangunnya stasiun pemberhentian dan tempat istirahat, di wilayah yang terdapat banyak pasir dasar jalan menggunakan bahan batu, penambahan berbagai fasilitas seperti sumur, kolam dan bendungan, kemudian marka jalan, menara dan penerang agar jalur terlihat jelas dan musafir tidak mudah tersasar. Maka sejak awal kekhalifahan Abbasiyah, Khalifah As-Saffah pada tahun 134 H/751 M memerintahkan agar menaruh batu penanda jarak dari Kufah ke Makkah. Khalifah Al-Mansur memerintahkan untuk membangun benteng dan tempat penyimpanan air di sejumlah titik sepanjang jalan. Khalifah Al-Mahdi memerintahkan untuk membangun istana-istana di jalur Makkah, kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid memerintahkan untuk membangun tempat penyimpanan air, menggali sumur, membangun benteng di sepanjang jalur, menambah fasilitas untuk melayani jamaah haji dan musafir. Para Khalifah mengangkat wali yang bertanggungjawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini. Jumlah pos pemberhentian utama di jalur ini 27 pos, jarak antara satu pos dengan pos lainnya rata-rata 50 km, kemudian terdapat pos pemberhentian kecil yang disebut Muta'asya, sebuah tempat istirahat di antara dua pos pemberhentian utama. Pemerintah Arab Saudi mendaftarkan Darb Zubaidah sebagai Situs Warisan Dunia kepada UNESCO pada tahun 2015.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Darb Zubaidah
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Infotaula de geografia políticaDarb Zubaidah
pilgrims' way (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Dinamakan berdasarkanZubaidah binti Ja'far Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
 
NegaraArab Saudi dan Irak Suntingan nilai di Wikidata
Geografi
Pengukuran1.300 km Suntingan nilai di Wikidata  km (Llargada) 

Darb Zubaidah (bahasa Arab: درب زبيدةcode: ar is deprecated ) adalah sebuah jalur yang menghubungkan antara Kufah dan Makkah, jalur ini merupakan salah satu jalur haji dan perdagangan yang terpenting, disebut dengan Darb Zubaidah dinisbatkan kepada Zubaidah istri Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang berkontribusi pada pembangunan jalur ini hingga penamaan jalur ini terus dikenang sepanjang masa. Jalur ini mulai digunakan setelah Penaklukan Persia oleh Muslim dan tersebarnya agama Islam di Timur Jazirah Arab, hingga jalur ini digunakan dengan skala yang besar, di mana pusat air, peternakan dan pertambangan yang ada dijalur ini diubah menjadi pos pemberhentian utama. Pada zaman Kekhalifahan Abbasiyah, jalur ini menjadi penghubung penting antara Baghdad dengan dua tanah suci (Makkah dan Madinah) serta sejumlah wilayah di Jazirah Arab. Pada khalifah dari kekhalifahan Abbasiyah sangat peduli terhadap jalur ini, dengan membangun sejumlah fasilitas, seperti pembangunan tangki air, penggaalian sumur, pembangunan kolam, pembangunan menara dan lain sebagainya. Juga memperluas jalur hingga dapat digunakan oleh para jamaah haji dan musafir yang membawa kendaraan (hewan). Sejumlah referensi sejarah, geografi dan peninggalan yang tersisa menyebutkan bahwa perencanaan pembangunan jalur ini dibuat dengan operasi dan teknik yang baik, antara lain dibangunnya stasiun pemberhentian dan tempat istirahat, di wilayah yang terdapat banyak pasir dasar jalan menggunakan bahan batu, penambahan berbagai fasilitas seperti sumur, kolam dan bendungan, kemudian marka jalan, menara dan penerang agar jalur terlihat jelas dan musafir tidak mudah tersasar.[1] Maka sejak awal kekhalifahan Abbasiyah, Khalifah As-Saffah pada tahun 134 H/751 M memerintahkan agar menaruh batu penanda jarak dari Kufah ke Makkah. Khalifah Al-Mansur memerintahkan untuk membangun benteng dan tempat penyimpanan air di sejumlah titik sepanjang jalan. Khalifah Al-Mahdi memerintahkan untuk membangun istana-istana di jalur Makkah, kemudian Khalifah Harun ar-Rasyid memerintahkan untuk membangun tempat penyimpanan air, menggali sumur, membangun benteng di sepanjang jalur, menambah fasilitas untuk melayani jamaah haji dan musafir. Para Khalifah mengangkat wali yang bertanggungjawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini.[2] Jumlah pos pemberhentian utama di jalur ini 27 pos, jarak antara satu pos dengan pos lainnya rata-rata 50 km, kemudian terdapat pos pemberhentian kecil yang disebut Muta'asya, sebuah tempat istirahat di antara dua pos pemberhentian utama. Pemerintah Arab Saudi mendaftarkan Darb Zubaidah sebagai Situs Warisan Dunia kepada UNESCO pada tahun 2015.[3]

Pos Pemberhentian

Berikut ini sejumlah Pos Pemberhentian di Jalur Darb Zubaidah:[4]

  • Kufah
  • Al-Qadisiyyah
  • Al-'Adzib
  • Wadi as-Siba'
  • Al-Mughaitsah
  • Masjid Sa'ad
  • Al-Qar'a
  • Ath-Tharf
  • Waqishah
  • Al-Qubayyat
  • Al-'Aqabah
  • Al-Halja' (Nama Modern ini Birkah adh-Dhufairi, yang merupakan pos pemberhentian pertama setelah Batas Negara Arab Saudi)
  • Al-Qa'
  • Al-Juraisi
  • Zubala (terletak di tenggara Rafha')
  • At-Tananir
  • Asy-Syuquq
  • Ats-Tsa'labah (Pos Pemberhentian Pertama yang terletak di Provinsi Ha'il, saat ini bernama Bada' Khadhra)
  • Al-Ghammis
  • Al-Khuzaimah
  • Bathn al-Aghar
  • Al-Ajfar
  • Fid
  • Al-Qarnatain
  • Tauz
  • Al-Fuhaimah
  • Sumaira
  • Al-'Abbasiyah
  • Al-Hajir (saat ini disebut Al-Ba'aits)
  • Qarura (Pos Pemberhentian terkahir yang terletak di Provinsi Ha'il, saat ini bernama Sanaf al-Lahm)
  • Ma'din an-Naqrah (terletak di Jalan Raya Madinah-Qassim dan masuk ke Provinsi Qassim)
  • As-Samth
  • Mughaitsah al-Mawan
  • Uraimah
  • Ar-Rabdzah (Kota kuno yang sempat terkubur didalam gurun pasir, pada waktu itu terkenal dan berada di Provinsi Madinah)
  • Ar-rawatsah
  • As-Sulailah
  • Adhibah
  • Syarura
  • Al-'Amaq
  • Ma'din Bani Sulaim (saat ini disebut Mahd adz-Dzahab)
  • 'Aqabah al-Kara'
  • Al-Karanah
  • 'Afa'iyah
  • Al-Kabwanah
  • Al-Musallah
  • Al-Qashr
  • Ghamrah (saat ini disebut Birkah al-'Aqiq, al-Birkah atau Birkah Zubaidah)
  • Authas
  • Dzatu 'Irq (Tempat Miqat Jamaah Haji yang berasal dari Irak dan Najd Utara)
  • Ghamr
  • Bustan Bani 'Amir
  • Masyasy
  • Makkah

Referensi

  1. ↑ Ar-Rasyid 1993:47-57
  2. ↑ ath-Thabari 1979:8/138-142
  3. ↑ Darb Zubayda (Pilgrim Road from Kufa to Makkah)
  4. ↑ Ar-Rasyid 1993:296-301

Pranala luar

  • Category Archives: درب زبيدة
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pos Pemberhentian
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Zubaidah binti Ja'far

rute dari Baghdad ke Makkah dan Madinah, yang berganti nama menjadi Darb Zubaidah untuk menghormatinya. Peninggalannya dan suaminya, Harun al-Rashid,

Sejarah Haji

al-Rashid, sekitar tahun 780 M. Ini kemudian dinamai 'Jalan Zubayda' (Darb Zubaidah), setelah istri Harun, karena dia terkenal melakukan perbaikan di sepanjang

Ar-Rabadzah

laut Madinah di rute ziarah dari Kufah ke Makkah, yang dikenal sebagai Darb Zubaidah. Ekskavasi arkeologi yang dilakukan oleh Universitas Raja Saud menunjukkan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026