Daphnia longispina merupakan krustasea yang bersifat planktonik dari famili Daphniidae. Krustasea yang satu ini berasal dari wilayah Eurasia. Spesies ini berukuran mirip dan kadang disalahartikan sebagai D. pulex, yang sangat umum ditemukan. Plankton ini juga terkadang sering disamakan dengan Daphnia magna meski ukuran D. longispina tetap jauh lebih kecil dibandingkan D. magna. Organisme ini dapat dijumpai di berbagai perairan tawar yang tergenang, mulai dari kolam batu yang berukuran kecil dan bersifat sementara hingga danau berukuran besar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Daphnia longispina | |
|---|---|
| Betina dewasa Daphnia longispina | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Branchiopoda |
| Ordo: | Anomopoda |
| Famili: | Daphniidae |
| Genus: | Daphnia |
| Spesies: | D. longispina |
| Nama binomial | |
| Daphnia longispina | |
Daphnia longispina merupakan krustasea yang bersifat planktonik dari famili Daphniidae. Krustasea yang satu ini berasal dari wilayah Eurasia. Spesies ini berukuran mirip dan kadang disalahartikan sebagai D. pulex, yang sangat umum ditemukan. Plankton ini juga terkadang sering disamakan dengan Daphnia magna meski ukuran D. longispina tetap jauh lebih kecil dibandingkan D. magna. Organisme ini dapat dijumpai di berbagai perairan tawar yang tergenang, mulai dari kolam batu yang berukuran kecil dan bersifat sementara hingga danau berukuran besar.[2][3][4]
Sama seperti semua anggota genus Daphnia, D. longispina merupakan pengumpan yang menyaring partikel berukuran 2 hingga 40 μm yang tersuspensi dalam air, dengan ganggang hijau sebagai sumber makanan utamanya. Pada suhu 20 °C, spesies ini mencapai kematangan dalam 6 hingga 12 hari, kemudian memasuki siklus reproduksi reguler setiap 3–4 hari. D. longispina dapat bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis maupun secara seksual. Dalam reproduksi seksual, betina terlebih dahulu menghasilkan jantan secara aseksual. Betina yang sama atau betina lain dapat kapan saja beralih dari reproduksi aseksual ke seksual, menghasilkan telur haploid yang harus dibuahi oleh jantan. Telur seksual ini kemudian disimpan dalam ephippium (atau ephippia dalam bentuk jamak yang berarti cangkang telur yang diistirahatkan), yang tenggelam ke dasar perairan ketika betina mengganti karapasnya. Setelah masa dormansi yang dapat berlangsung bertahun-tahun, telur istirahat ini menetas, menghasilkan hanya betina.[5][6][7]
Dalam genus Daphnia, D. longispina tergolong dalam subgenus Hyalodaphnia, yang kadang-kadang disebut sebagai kompleks D. longispina. Spesies-spesies yang berhubungan erat dalam kompleks ini meliputi D. galeata dan D. cucullata, yang sering mengalami hibridisasi dengan D. longispina. Revisi terkini terhadap kompleks spesies ini menunjukkan bahwa D. rosea, D. hyalina, dan D. zschokkei kini digolongkan sebagai bagian dari D. longispina, sehingga status spesies mereka dibatalkan.[8][9][10]
Berbeda dengan spesies Daphnia lain, seperti D. magna, D. longispina hanya jarang dilaporkan terinfeksi parasit. Meski begitu, spesies ini sering menjadi tempat kolonisasi oleh epibion, termasuk spesies dari genus Peritrichia, Ciliata, dan ganggang.[11][12][13]