Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Danny Hilman Natawidjaja

Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja, M.Sc. adalah salah seorang pakar geologi gempa bumi dan geotektonik di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bersama dengan Prof. Dr. Kerry Sieh, pembimbing doktornya di Institut Teknologi California, nama Danny dikenal dunia melalui jurnal profesi geofisika tingkat internasional dengan makalahnya yang berjudul "Neotectonics of the Sumatran Fault, Indonesia" yang diterbitkan pada tahun 2000 dan "Paleo Geodesy of the Sumatera Subduction Zone" pada tahun 2004. Kedua makalah karyanya ini kemudian sering dijadikan sebagai referensi peneliti geotektonik di dunia.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Danny Hilman Natawidjaja

Danny Hilman Natawidjaja
Lahir(1961-12-11)11 Desember 1961
Subang, Jawa Barat
KebangsaanIndonesia
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung, Universitas Auckland, Institut Teknologi California
PekerjaanPeneliti
Dikenal atasPakar gempa [1]
IMDB: nm7250397 Modifica els identificadors a Wikidata

Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja, M.Sc. (lahir 11 Desember 1961) adalah salah seorang pakar geologi gempa bumi dan geotektonik di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bersama dengan Prof. Dr. Kerry Sieh, pembimbing doktornya di Institut Teknologi California, nama Danny dikenal dunia melalui jurnal profesi geofisika tingkat internasional dengan makalahnya yang berjudul "Neotectonics of the Sumatran Fault, Indonesia" yang diterbitkan pada tahun 2000 dan "Paleo Geodesy of the Sumatera Subduction Zone" pada tahun 2004. Kedua makalah karyanya ini kemudian sering dijadikan sebagai referensi peneliti geotektonik di dunia.

Di Indonesia, Danny telah banyak berkontribusi dalam penelitian mengenai lempeng tektonik di Indonesia, namanya hingga kini sering dikaitkan dengan bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004. Sejak tahun 2000, ia selalu menyampaikan prediksinya mengenai gempa di pesisir barat Pulau Sumatra.[2][3]

Pendidikan[4]

  • Sekolah Dasar Cidangdeun Subang
  • SMP Negeri 7 Bandung
  • SMA Negeri 5 Bandung
  • Institut Teknologi Bandung (S1)
  • Auckland University (S2)
  • California Institute of Technology (S3)

Karier

Menjadi inisiator dan koordinator riset gempa di LIPI sejak tahun 2002. Dengan dana hibah, merintis dan mengembangkan jaringan stasiun kontinu GPS SuGAr sejak tahun 2002 untuk memantau pergerakan tektonik di Sumatra bekerja sama dengan Caltech USA dan Earth Observatory of Singapore. Menjadi ketua tim nasional pembuatan Pedoman Analisis Risiko Bencana Alam (PARBA) yang diselenggarakan oleh UNDP dan BNPB tahun 2008–2009. Menginisiasi dan mengembangkan program Pascasarjana Studi Gempa di ITB yang dikenal sebagai Program Graduate Research in Earthquake and Active Tectonics (GREAT) yang didanai oleh program bilateral Australian-Indonesia Facility for Earthquake Disaster Reduction (AIFDR) tahun 2010–2017. Menginisiasi dan menjadi anggota inti Tim-9 untuk merevisi Peta Nasional Seismic Hazard Indonesia yang kemudian dipublikasi oleh Kementerian PUPR tahun 2010 dan dijadikan referensi utama dalam SNI 1726-2012 untuk pelaksanaan kode bangunan tahan gempa. Menjadi Ketua Kelompok Kerja Geologi Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) sejak tahun 2016 untuk merevisi kembali Peta Seismic Hazard Indonesia yang kemudian dipublikasikan oleh KemenPUPR tahun 2017 dan dirujuk oleh SNI 1726-2019 untuk menggantikan SNI sebelumnya.[5]

Klaim piramida

Danny mengklaim bahwa situs Gunung Padang merupakan sebuah piramida besar yang dibangun sejak 9.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.[6] Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.[7] Pada tahun 2011, ia mengambil bagian dalam survei geologis situs Gunung Padang yang didukung oleh pemerintah dengan nama Tim Terpadu Riset Mandiri.[8]

Sebuah artikel milik Danny dkk. yang dipublikasikan di Archaeological Prospection pada Oktober 2023, dengan menyebutkan klaim bahwa situs Gunung Padang adalah piramida terbesar di dunia yang berusia lebih dari 27.000 tahun lalu, ditarik kembali pada Maret 2024 oleh pihak penerbitnya yaitu Wiley.[9]

Karya tulis ilmiah

Menghasilkan 99 karya tulis ilmiah (KTI), baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain, dalam bentuk buku, jurnal, dan prosiding. Menerbitkan sebanyak 1 buah buku internasional, 1 buah bagian dari buku internasional, 1 buku nasional, 5 buah bagian dari buku nasional, 57 buah makalah di Jurnal Ilmiah Internasional, 4 buah makalah di Jurnal Ilmiah Nasional terakreditisasi, 18 buah makalah di Prosiding Konferensi Ilmiah Internasional, dan 12 buah makalah di Prosiding Ilmiah Nasional. Mempunyai Citation index dan h-index 5.879 dan 34 di Google Scholar serta 3.875 dan 29 di SCOPUS.[5] Orasi pengukuhan profesor risetnya membahas perihal riset sesar aktif Indonesia dan peranannya dalam mitigasi bencana gempa dan tsunami.[10]

Penghargaan

  • Tanda penghargaan Lulusan Sarjana Terbaik dari Fakultas Teknologi Mineral, ITB (Tahun 1986);
  • Sarwono Prawirohardjo Award dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Tahun 2005);[11]
  • Science Award-Tropi Manusia Bintang dari Kantor Berita Rakyat Merdeka Online (Tahun 2014);
  • IAGI Award (for the continuity of developing applied geology) (Tahun 2015);[3]
  • Ahmad Bakrie Award for Science dari Yayasan Ahmad Bakrie (Tahun 2016); dan
  • Satyalancana Karya Satya X Tahun (Tahun 1999), Satyalancana Karya Satya XX Tahun (Tahun 2008) serta Satyalancana Karya Satya XXX Tahun (Tahun 2017) dari Presiden RI.[5]

Rujukan

  1. ↑ https://pojoksatu.id/kisah-inspiratif/2014/12/24/danny-hilman-natawidjaja-sang-pakar-gempa-yang-diakui-dunia/
  2. ↑ "Lebih jauh dengan : Dr Danny Hilman Natawijaya". lipi.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-14.
  3. 1 2 "Danny Hilman Peneliti Tsunami Indonesia yang Diakui oleh Dunia". kumparan. Diakses tanggal 2021-07-31.
  4. ↑ "Staf | Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia". lipi.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-14.
  5. 1 2 3 Natawidjaja, Danny Hilman. "Riset Sesar Aktif Indonesia dan Peranannya dalam Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami". LIPI PRESS (dalam bahasa Inggris). doi:10.14203/press.400. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-31. Diakses tanggal 2021-07-31.
  6. ↑ Bachelard, Michael (27 July 2013). "Digging for the truth at controversial megalithic site. Sydney Morning Herald, 27 July 2013". www.smh.com.au. Diakses tanggal 25 November 2022.
  7. ↑ Pérez García, Víctor Lluís (2017). "Gunung Padang y el megalitismo indo-malayo: Arqueología y pseudoarqueología" [Gunung Padang and Indo-Malay Megalithism: Archeology and Pseudoarchaeology] (PDF). Arqueoweb: Journal of Archeology on the Internet. 18 (1): 62–104. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-05-05. Diakses tanggal 12 November 2022.
  8. ↑ Sulistyowati, Dian; Foe, Aldo (Januari 2021). "INDONESIA'S OWN 'PYRAMID': THE IMAGINED PAST AND NATIONALISM OF GUNUNG PADANG". International Review of Humanities Studies. 6 (1): 125–137. doi:10.7454/irhs.v6i1.303.
  9. ↑ "Retraction: Geo-Archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia". Archaeological Prospection (dalam bahasa Inggris). 31 (2): 199. 2024-03-18. Bibcode:2024ArchP..31..199.. doi:10.1002/arp.1932. ISSN 1075-2196.
  10. ↑ Simanjuntak, Martha Herlinawati (2021-07-27). Maryati (ed.). "LIPI kukuhkan empat profesor riset". ANTARA News. Diakses tanggal 2021-07-31.
  11. ↑ Liputan6.com (2005-08-23). "Pakar Gempa LIPI Mendapat Penghargaan". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-07-31. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Akademik
  • ORCID
  • Scopus
  • Google Scholar
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan[4]
  2. Karier
  3. Klaim piramida
  4. Karya tulis ilmiah
  5. Penghargaan
  6. Rujukan

Artikel Terkait

Situs Gunung Padang

situs arkeologi Sunda

Gempa bumi Sumatra 1861

daya Nias. Besarnya tsunami 1861 lebih besar dari tsunami 2005. Danny Hilman Natawidjaja menduga gempa bumi 1861 telah merobek bagian bidang kontak zona

Jembatan Kretek 2

jembatan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026