Danau Si Cike-cike (Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike) adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kawasan ini memiliki luas sekitar 575 hektare dan telah ditetapkan sebagai taman wisata alam (TWA) sejak 7 Februari 1989.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Danau Si Cike-cike (Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike) adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.[1] Kawasan ini memiliki luas sekitar 575 hektare dan telah ditetapkan sebagai taman wisata alam (TWA) sejak 7 Februari 1989.[2][3]
TWA Sicike-cike berada pada ketinggian 1.350–1.500 meter di atas permukaan laut, dengan iklim sejuk dan vegetasi hutan tropis yang lebat. Dari Kota Sidikalang, lokasi ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan kendaraan roda empat, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2,5 km menuju kawasan danau.[4]
Kawasan ini merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Vegetasi hutan didominasi oleh pohon sampinur tali, sampinur bunga, haundolog, meang, rotan, dan kemenyan. Terdapat pula berbagai jenis anggrek dan kantong semar (Nepenthes), menjadikan kawasan ini sebagai surga bagi peneliti tumbuhan.[2]
Fauna yang menghuni kawasan ini antara lain siamang (Presbytis thomasi), burung enggang (Buceros sp.), itik liar (Cairina scutulata), serta berbagai jenis serangga dan reptil. Pada tahun 2024, ditemukan dugaan sarang orangutan Sumatera (Pongo abelii) di beberapa titik kawasan, yang mendorong dilakukannya penelitian lebih lanjut.[5]
Selain danau, kawasan ini juga memiliki empat air terjun yang tersembunyi di dalam hutan. Air terjun keempat ditemukan pada Mei 2024 oleh tim patroli pengamanan kawasan. Lokasinya berada di ujung kawasan dan berbatasan dengan hutan produksi, dengan akses yang cukup sulit tetapi menawarkan pesona alam yang eksotik.[6]
TWA Sicike-cike berpotensi dikembangkan sebagai pusat pembelajaran konservasi alam dan laboratorium ekologi. Keanekaragaman hayati dan proses ekologis yang terjaga menjadikan kawasan ini ideal untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.[2][4]
TWA Danau Sicike-cike memiliki tiga danau utama yang unik secara hidrologis, airnya memiliki warna cokelat kemerahan. Ketiga danau ini tidak memiliki aliran sungai masuk maupun keluar, tetapi debit airnya tetap stabil sepanjang tahun, baik di musim hujan maupun kemarau. Fenomena ini menunjukkan bahwa danau-danau tersebut kemungkinan besar bersumber dari air tanah (groundwater) atau sistem resapan alami dari hutan sekitarnya yang masih terjaga.[1][7]
Secara hidrologis, TWA Sicike-cike berada di zona hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kombih, yang merupakan subDAS dari DAS Singkil. Aliran dari kawasan TWA masuk ke Sungai Kumbih, kemudian bergabung dengan Sungai Simpang Kiri, dan akhirnya menyatu dengan Sungai Singkil sebelum bermuara di pesisir barat Pulau Sumatera, tepatnya di wilayah Singkil, Kabupaten Aceh.
DAS Singkil memiliki luas total sekitar 1.233.484,31 ha (12.334,8431 km2), menjadikannya salah satu DAS besar di wilayah Sumatera bagian utara. Pengelolaan DAS ini berada di bawah tanggung jawab Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Wampu Sei Ular, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.[8]
Keberadaan empat air terjun di dalam kawasan juga memperkuat fungsi hidrologisnya sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Air terjun keempat yang ditemukan pada Mei 2024 berada di ujung kawasan dan berbatasan dengan hutan produksi, menunjukkan bahwa kawasan ini masih menyimpan potensi hidrologi yang belum sepenuhnya terungkap.
Danau Si Cike-cike memiliki iklim dingin dan sejuk menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, Danau Si Cike-cike dianggap sebagai lokasi asal mula tujuh marga Pakpak yang ada di Dairi. Masyarakat juga percaya bahwa volume air danau ini tidak pernah surut, justru terus bertambah. Danau Si Cike-cike memiliki aliran yang membentuk tiga hulu sungai, yaitu Lae Mbilulu menuju Pakpak Bharat, Lae Pendaroh ke Sitinjo, dan Lae Simbellen yang mengarah ke Kota Sidikalang.
Salah satu legenda yang melekat di Danau Si Cike-cike berkisah tentang Raja Naga Jambe, seorang raja yang memiliki dua istri, Berru Saraan dan Berru Padang. Dari Berru Saraan, Raja Naga Jambe dikaruniai tiga anak bernama Ujung, Angkat, dan Bintang. Sementara dari Berru Padang, ia memiliki empat anak yang dikenal dengan nama Capah, Gajah Manik, Kudadiri, dan Sinamo. Kehidupan Raja Naga Jambe dan keluarganya berjalan dengan damai, hingga suatu hari, pada musim tanam padi, terjadi peristiwa yang mengubah segalanya. Saat itu, seluruh anggota keluarga pergi ke ladang untuk merayakan acara merkottas (makan bersama), tetapi tidak ada yang mengantar makanan untuk Berru Saraan yang sakit dan tertinggal di rumah. Rasa lapar yang dialaminya membuatnya menangis hingga air matanya membentuk sebuah danau. Akibat peristiwa ini, Raja Naga Jambe beserta keluarganya meninggalkan desa dan berpencar ke berbagai daerah Pakpak, yang menjadi asal-usul dari istilah Sipitu Marga, atau "tujuh marga". Hingga kini, masyarakat Pakpak percaya bahwa memandikan kucing di Danau Si Cike-cike dapat mendatangkan bencana.[9]
Danau Si Cike-cike memiliki keunikan lain, yaitu kehadiran beberapa ekor bebek yang menghiasi permukaan danau, serta keberagaman flora dan fauna di sekitarnya. Fauna yang dapat ditemukan di kawasan ini termasuk beruang madu, monyet ekor panjang, babi hutan, kucing hutan, serta berbagai jenis burung dan satwa liar lainnya. Di antara flora yang tumbuh di sekitar danau terdapat anggrek, kantong semar, dan pohon kemenyan yang menjadi komoditas unggulan dari wilayah Pakpak Bharat.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Si Cike-cike sebagian besar adalah suku Pakpak, dengan penduduk pendatang seperti suku Batak Toba di Desa Perbuluhen. Meskipun mereka berasal dari suku dan agama yang berbeda, masyarakat hidup berdampingan dengan harmonis. Secara adat, mereka disatukan dalam sebuah komunitas yang disebut "Sulang Si Lima", yang berfungsi sebagai pedoman hidup bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
2°39′09″N 98°22′49″E / 2.65259°N 98.38039°E / 2.65259; 98.38039[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Danau_Si_Cike-cike¶ms=2.65259_N_98.38039_E_type:landmark_region:ID <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">2°39′09″N</span> <span class=\"longitude\">98°22′49″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">2.65259°N 98.38039°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">2.65259; 98.38039</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwXw\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt35\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwYA\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwYQ\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Danau_Si_Cike-cike&params=2.65259_N_98.38039_E_type:landmark_region:ID\" class=\"external text\" id=\"mwYg\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwYw\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwZA\"><span class=\"latitude\" id=\"mwZQ\">2°39′09″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwZg\">98°22′49″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwZw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwaA\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwaQ\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwag\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwaw\">2.65259°N 98.38039°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwbA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwbQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwbg\">2.65259; 98.38039</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwbw\"/></span>"}' id="mwcA"/>