Halaman ini adalah halaman khusus yang berisi daftar spesies yang telah punah baik punah total ataupun hanya punah di alam liar, serta spesies lazarus yang merupakan spesies yang ditemukan kembali setelah diumumkan punah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Halaman ini adalah halaman khusus yang berisi daftar spesies yang telah punah baik punah total ataupun hanya punah di alam liar, serta spesies lazarus yang merupakan spesies yang ditemukan kembali setelah diumumkan punah.
| EX | Punah total | Dipastikan telah menghilang dan punah baik di alam liar maupun konservasi |
| EW | Punah di alam liar | Diketahui hanya bertahan hidup di penangkaran atau sebagai populasi yang dinaturalisasi jauh di luar jangkauan sebelumnya. |
| PE | Kemungkinan punah | Sangat berkemungkinan punah, tetapi juga diragukan untuk ditetapkan sebagai punah |
| CR | Kritis | Spesies ini berada dalam risiko kepunahan di alam liar atau kemungkinan besar punah. |
Keterangan status di dalam tabel-tabel berikut disadur dari lembaga IUCN Red List dan bukan status oleh pendapat umum, ahli, atau lembaga lain.
| Gambar | Nama | Sebaran | Keterangan | Status | Tahun dinyatakan punah | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|
![]() |
Harimau bali (Panthera tigris sondaica)
Balinese tiger |
Ditemukan diterutama di Bali Barat, di padang rumput, bukit pasir, serta hutan bakau | Spesies ini punah karena diburu oleh penjajah Belanda sebagai hiburan dan objek sirkus, masyarakat Bali juga suka memburu karena mereka percaya bagian-bagian tertentu harimau merupakan jimat yang mendatangkan tuah bagi pemiliknya. Sebelumnya harimau Bali memiliki nama ilmiah Panthera tigris balica, tetapi penelitian terbaru pada 2017 menunjukkan bahwa subspesies ini adalah sama dengan subspesies harimau jawa. | EX | 2008 | [1] |
![]() |
Harimau jawa (Panthera tigris sondaica)
Javan tiger |
Hampir ditemukan di seluruh area hutan dan pegunungan Pulau Jawa, termasuk Banten, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur | Spesies ini punah karena diburu oleh penjajah Belanda sebagai hiburan, sebagian lain juga dibunuh oleh warga lokal karena memangsa ternak dan membunuh warga sekitar. | EX | 2008 | [2] |
| Pari-kecil jawa (Urolophus javanica)
Javan stingaree |
Perairan Jakarta | Pari-kecil jawa hanya diketahui dan dideskripsikan melalui spesimen betina tunggal yang ditemukan 150 tahun lalu di pasar setempat. Pari ini diduga punah karena penangkapan berlebih dan degradasi ekosistem | EX | 2024 | [3] |
| Gambar | Nama | Sebaran | Keterangan | Status | Tahun dinyatakan punah | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Honje betawi (Etlingera heyneana)
Batavian torchginger |
Jakarta | Pertama kali dideskripsikan oleh Theodoric Valeton di Jakarta, terakhir kali diteliti pada tahun 1921 dan dinyatakan punah pada 2019. | EX | 2019 | [4] | |
![]() |
Mangga kasturi (Mangifera casturi)
Kalimantan musk mango |
Banjarmasin, Kalimantan | Spesies ini dideskripsikan oleh André Joseph Guillaume Henri Kostermans pada tahun 1993. Spesies ini telah punah di alam liar karena penebangan ilegal, tetapi masih dapat ditemukan di beberapa perkebunan lokal dan koleksi kebun raya. | EW | 1998 | [5] |
| Kapulaga sumatra (Amomum sumatranum)
Sumatran cardamom |
Sumatra | Kapulaga sumatra merupakan tumbuhan geofit berumbi yang tumbuh di bioma tropis basah, Sumatra. Pertama kali dideskripsikan pada 1921 dengan nama ilmiah Elettariopsis sumatrana. Tumbuhan ini kemudian dinyatakan punah di alam liar pada 2020, tetapi masih dapat dijumpai di beberapa kebun lokal dan lembaga konservasi. | EW | 2020 | [6] |
Keterangan status di dalam tabel-tabel berikut disadur dari lembaga IUCN Red List dan bukan status oleh pendapat umum, ahli, atau lembaga lain.
| Gambar | Nama | Sebaran | Keterangan | Status | Tahun terakhir dilihat | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|
![]() |
Buntingi paruh-bebek (Andrianichthys kruyti)
Duck-billed buntingi |
Danau Poso, Sulawesi | Ikan ini terakhir dilihat pada tahun 1983. Ikan ini sempat terdaftar sebagai spesies dengan status kritis atau sangat terancam punah menjadi kemungkinan punah pada tahun 2019. | PE | 1983 | [7] |
| Tikus blangnanga (Rattus blangorum)
Aceh rat |
Aceh, Pulau Sumatra | Spesies ini awalnya dianggap sebagai spesies tersendiri dan kemudian sebagai subspesies dari tikus pohon (Rattus tiomanicus), tetapi sekali lagi dianggap berbeda karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil. Terakhir kali terekam pada tahun 1942 melalui dua spesimen yang diteliti dan sekarang kemungkinan besar telah punah. | DD | 1942 | [8] | |
![]() |
Tikus bolomea (Rattus adustus)
Sunburned rat |
Pulau Enggano, Bengkulu | Spesies ini hanya dikenal dari holotipe dan belum pernah tercatat lagi sejak berhasil dideskripsikan pada tahun 1940. Spesies ini masih digolongkan sebagai spesies dengan data kurang, tetapi kemungkinan besar telah punah. | DD | 1936 | [9] |
![]() |
Trulek jawa (Vanellus macropterus)
Javan lapwing |
Mendiami rawa-rawa luas seperti stepa di delta sungai dan di belakang bukit pasir pantai di Jawa . Spesies ini secara historis dikenal dari dua daerah di pulau Jawa, satu di barat sepanjang pantai utara dan satu di timur sepanjang pantai selatan. | Burung ini terakhir dilihat pada 2001 di hutan Sawangan, Jawa Timur oleh komunitas kehutanan lokal. Burung ini sempat dinyatakan punah pada 1996 oleh IUCN, tetapi pada 2000 dinaikkan menjadi kritis (CR). Pada 2018-2019 IUCN kembali melakukan survei dan menyatakan bahwa spesies ini sangat berkemungkinan punah. | PE | 2001 | [10] |
| Gambar | Nama | Sebaran | Keterangan | Status | Tahun ditemukan kembali | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|
![]() |
Belida lopis (Chitala lopis)
Giant featherback |
Tersebar di Jawa dan Sumatra, terutama di aliran sungai dataran rendah dan anak sungai dengan dasar berbatu dan kayu yang tenggelam, serta aliran sungai yang tertutup hutan | Ikan ini merupakan spesies belida terbesar. Spesies ini dinyatakan punah pada tahun 2020 oleh IUCN, tetapi ditemukan kembali pada 2023 oleh BRIN pada lokasi tipe. Namun, sampai saat ini IUCN belum memperbarui dan menilai status ikan ini lagi. | EX | 2023 | [11] |
![]() |
Tous ayamaru (Tous ayamaruensis)
Ayamaru ring-tailed glider |
Hutan pegunungan Papua Barat Daya | Hewan ini pertama kali dideskripsikan melalui fosil yang ditemukan ribuan tahun lalu, namun penyelidikan oleh peneliti Australia pada 2026 menunjukkan bahwa hewan ini benar-benar masih ada berkat sebuah foto yang sempat tersebar pada 2015. | NE | 2026 | [12] |
| Gambar | Nama | Sebaran | Keterangan | Status | Tahun ditemukan kembali | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Lagan bras (Dipterocarpus cinereus)
Cinereous keruing |
Endemik Pulau Mursala, di lepas pantai barat-tengah Sumatra | Sempat ditetapkan punah total oleh IUCN-SSC pada tahun 1998, tetapi setelah penemuan terbaru pada 2012 oleh LIPI pohon ini kemudian direvisi menjadi kritis pada tahun 2019. | CR | 2012 | [13] |