Pembangunan masjid di Vietnam telah didokumentasikan sejak zaman pemerintahan Dinasti Song, dokumen dari Tiongkok mencatat bahwa kerajaan Champa mulai membiasakan diri dengan Islam di akhir abad ke-10 dan awal abad ke 11, jumlah pengikut mulai meningkat dikarenakan kontak dengan Kesultanan Malaka meluas pada tahun 1471 yaitu pada saat runtuhnya Kerajaan Champa, tetapi Islam sudah tak menjadi agama utama di kalangan suku Cham sampai pertengahan abad ke-17. Kemudian orang-orang Melayu mulai meningkatkan pengaruh kepada suku Cham di awal abad ke-20; ulama Melayu memberi khutbah di masjid-masjid dalam bahasa Melayu, alhasil beberapa orang dari masyarakat suku Cham pergi ke madrasah Melayu untuk melanjutkan studi Islam mereka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pembangunan masjid di Vietnam telah didokumentasikan sejak zaman pemerintahan Dinasti Song, dokumen dari Tiongkok mencatat bahwa kerajaan Champa[1] mulai membiasakan diri dengan Islam[2] di akhir abad ke-10 dan awal abad ke 11,[3][4] jumlah pengikut mulai meningkat dikarenakan kontak dengan Kesultanan Malaka meluas pada tahun 1471 yaitu pada saat runtuhnya Kerajaan Champa, tetapi Islam sudah tak menjadi agama utama di kalangan suku Cham sampai pertengahan abad ke-17.[5][6] Kemudian orang-orang Melayu mulai meningkatkan pengaruh kepada suku Cham di awal abad ke-20; ulama Melayu memberi khutbah di masjid-masjid dalam bahasa Melayu, alhasil beberapa orang dari masyarakat suku Cham pergi ke madrasah Melayu untuk melanjutkan studi Islam mereka.[4][7]
| Nama | Gambar | Kota | Provinsi | Denominasi | Didirikan |
|---|---|---|---|---|---|
| Masjid Jamiul Muslimin | Hồ Chí Minh City | Hồ Chí Minh City | Sunni | 1971 | |
| Masjid Musulman | Hồ Chí Minh City | Hồ Chí Minh City | Sunni | 1935 | |
| Nama | Gambar | Kota | Provinsi | Denominasi | Didirikan |
|---|---|---|---|---|---|
| Masjid Mubarak | Phú Tân | An Giang | Ahmadiyah | 1750 | |