Pangeran Ismail Ratu Anum Mangku Dilaga Sukma Dilaga Ratoe Anom Mangkoe Boemi Ismail dilantik oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, ia sempat ditahan kemudian dibunuh oleh Sultan Sulaiman karena diduga akan melakukan kudeta. Jabatan mangkubumi kemudian dipegang oleh Pangeran Husein dengan gelar Pangeran Mangkubumi Nata putra Sultan Sulaiman sendiri.
Pangeran Tamjidillah II dilantik oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda berdasarkan besluit per tanggal 13 November 1851 No. 2 untuk menggantikan Pangeran Noch Ratoe Anom Mangkoe Boemi Kentjana
Hidayatullah II dari Banjar, dilantik oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk menggantikan Pangeran Tamjidillah II 1856–1860 sebagai pangeran Mangkubumi pada September 1859. Ketika perang gerilya berakhir pada September 1859, ia dinobatkan menjadi sultan Banjar.
Pangeran Muhammad Said (m.1862–1875) adalah mangkubumi Kesultanan Banjar Pagustian dan sekaligus seorang pejuang yang ikut andil selama Perang Banjar.
Pangeran Perbatasari (m.1875–1885) adalah mangkubumi Kesultanan Banjar Pagustian dan sama seperti pendahulunya, merupakan seorang pejuang yang ikut andil dalam Perang Banjar.