Berikut ini adalah daftar karakter di trilogi The Hunger Games, seri novel fiksi ilmiah karangan Suzanne Collins.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Berikut ini adalah daftar karakter di trilogi The Hunger Games, seri novel fiksi ilmiah karangan Suzanne Collins. [1] [2] [3][4]
Katniss Everdeen adalah salah satu karakter utama protagonis yang berusia 16 tahun. Katniss dan keluarganya berasal dari Distrik 12, sebuah distrik pertambangan batu bara yang merupakan distrik paling miskin dan paling padat penduduknya di sebuah negara fiksi bernama Panem. Dalam kisah buku pertama, Katniss menjadi sukarelawan untuk menggantikan adiknya, Primrose Everdeen, setelah dia terpilih pada hari pemungutan, hari di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati dalam pertarungan mematikan bernama The Hunger Games. kemudian, ia bergabung dengan rekan sesama Distrik 12, Peeta Mellark, untuk bersaing di pertandingan bersama-sama. Dia menggunakan pengetahuannya soal berburu dan memanah untuk bertahan hidup, dan dia bersama Peeta menjadi pemenang setelah menentang upaya Capitol untuk memaksa seseorang untuk membunuh yang lain. Sepanjang dua novel berikutnya, Catching Fire dan Mockingjay, Katniss dijadikan simbol pemberontakan oleh dua belas distrik yang melawan penindasan Capitol.[2][3]
Dalam film The Hunger Games yang disutradarai oleh Gary Ross, aktris peraih nominasi Oscar, Jennifer Lawrence terpilih untuk memerankan karakter Katniss.[5]
Peeta Mellark adalah karakter protagonis dalam novel trilogi The Hunger Games.[6] Dia adalah peserta laki-laki dari Distrik 12, bersama Primrose Everdeen (yang selanjutnya digantikan oleh kakaknya, Katniss Everdeen) untuk berpartisipasi dalam Hunger Games ke-74.
Dalam film The Hunger Games, karakter Peeta diperankan oleh aktor Josh Hutcherson.[5]
Gale Hawthorne adalah seorang remaja berumur 18 tahun dan merupakan teman berburu sekaligus teman terdekat Katniss Everdeen. Ayahnya tewas dalam ledakan tambang, sehingga ia terpaksa menjadi tulang punggung keluarga bagi ibu dan adik-adiknya.
Dalam film The Hunger Games, karakter Gale diperankan oleh aktor Liam Hemsworth.[5]
| Haymitch Abernathy | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Pencipta | Suzanne Collins |
| Pemeran | Woody Harrelson |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
| Keluarga | Ibu; nama tidak diketahui (dibunuh atas perintah Presiden Snow) Adik; nama tidak diketahui (dibunuh atas perintah Presiden Snow) |
Haymitch Abernathy adalah salah satu karakter protagonis yang digambarkan sebagai "pria paruh baya yang berperut gendut" yang merupakan pemenang dari Hunger Games ke-50, 24 tahun sebelum kisah di buku pertama dimulai. Saat berusia 16 tahun, ia menjadi peserta dalam Quarter Quell kedua, di mana empat orang peserta dari setiap distrik dikirim ke arena. Ia bersekutu dengan seorang gadis bernama Maysilee Donner, yang merupakan pemilik asli dari pin mockingjay yang dipakai Katniss, tetapi kemudian Haymitch terpaksa harus melihatnya tewas. Sama seperti Katniss, Haymitch menang dengan cara melanggar aturan pertandingan atau dengan kata lain, menentang Capitol. Oleh sebab itu, dua minggu setelah kemenangannya, ibu, adik, dan kekasihnya dibunuh atas perintah Presiden Snow, sebagai hukuman atas tindakannya dalam pertandingan.
Setelah peristiwa itu, ia hidup sendirian di Desa Pemenang dan menjadi seorang pecandu alkohol. Karena merupakan satu-satunya pemenang Hunger Games dari Distrik 12 yang masih hidup, Haymitch terpaksa menjadi mentor bagi setiap peserta dari Distrik 12 tiap tahunnya, yang dilakukannya dengan penuh rasa bersalah karena harus berpartisipasi dalam pertandingan yang sangat dibencinya.[3] Haymitch menjadi mentor bagi Katniss dan Peeta dalam Hunger Games ke-74 dan ke-75.
Dalam film The Hunger Games, karakter Haymitch dimainkan oleh aktor Woody Harrelson.[5]
| Effie Trinket | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Mockingjay |
| Pencipta | Suzanne Collins |
| Pemeran | Elizabeth Banks |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Effie Trinket adalah penduduk Capitol yang bekerja sebagai pengiring peserta Distrik 12 dalam Hunger Games. Sebagai pengiring, Effie ditugaskan untuk mengambil nama peserta dalam hari pemungutan dan juga menemani mereka di Capitol. Dia dilukiskan sebagai wanita eksentrik yang memakai wig warna-warni tiap dia muncul, mulai dari merah jambu hingga emas. Dia agaknya tidak begitu cerdas, dan keliru dalam mengungkapkan fakta dasar, seperti bagaimana berlian dan mutiara dibuat.
Effie termasuk baru dalam pekerjaannya dan tipikal bagi rata-rata penduduk Capitol, dia sama sekali apatis terhadap perbedaan standar hidup mewah Capitol dengan kemiskinan yang meluas di distrik-distrik Panem, entah karena dia tidak sadar atau tidak peduli. Malahan, Effie tidak menyukai asosiasinya dengan Distrik 12 yang terkenal sebagai bahan tertawaan distrik lain karena hanya pernah memenangi Hunger Games dua kali dalam sejarah, mengharapkan bisa dipromosikan ke distrik yang lebih baik. Walau begitu, Effie menekuni pekerjaannya dan sangat ketat dalam penjadwalan dan tata krama. Sebagai pengiring, Effie dipasangkan dengan Haymitch, satu-satunya pemenang Hunger Games dari Distrik 12 yang masih hidup, yang memiliki sifat 180 derajat berkebalikan darinya: Effie kurang pintar, eksentrik, dan idealis, sementara Haymitch sangat cerdas, rasional, dan sinis.
Setelah Katniss dan Peeta memenangkan Hunger Games ke-74, Effie mulai menjalin pertemanan dengan mereka, walaupun entah karena dia memang benar-benar simpatis atau senang dengan sukses barunya karena kemenangan anak iringnya. Effie ditangkap dan dipenjarakan oleh Capitol karena pelarian Katniss dari arena Hunger Games ke-75, tetapi tidak seperti pengiring dan perias peserta distrik lain, dia tidak dieksekusi. Keberadaan Effie tidak diketahui hampir sepanjang Mockingjay hingga di akhir, di mana Effie dibebaskan setelah Presiden Snow tersudut. Dia bertemu kembali dengan Katniss untuk meriasnya sebelum dia mengeksuksi Snow; Katniss memperhatikan bahwa Effie punya "pandangan kosong", barangkali karena mengalami siksaan saat dipenjarakan.
Dalam film, Effie diperankan oleh Elizabeth Banks. Dia memiliki peran lebih besar dan jauh lebih simpatetik dibanding di buku; sementara dia tetap apatetis dengan kesengsaraan distrik di sepanjang serial buku, Effie mulai menyadari kekerasan Capitol semenjak Katniss dan Peeta menang Hunger Games. Effie menyayangkan partisipasi anak iringnya dalam Hunger Games ke-75 dan bahkan memberikan ucapan sukses dan sebuah gelang emas untuk mereka yang tidak terjadi di buku; gelang emas tersebut diungkapkan sebagai simbol persekutuan antar peserta. Dalam adaptasi Mockingjay, Effie mengambil alih peran Fulvia Cardew dan tiga perias Katniss; dia tidak ditangkap Capitol, melainkan ikut memberontak ke Distrik 13, walau atas dasar ingin membantu Katniss, bukan mendukung pemberontakan.
| Primrose Everdeen | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (Tewas dalam pemberontakan) |
| Pencipta | Suzanne Collins |
| Pemeran | Willow Shields |
| Informasi dalam cerita | |
| Julukan | Prim Bebek Kecil (oleh Katniss) |
| Jenis kelamin | Perempuan |
| Keluarga | Mrs. Everdeen (Ibu) Mr. Everdeen (Ayah; meninggal) Katniss Everdeen (Kakak) Peeta Mellark (Kakak ipar) |
Primrose Everdeen (Prim), adalah adik Katniss. Dia berusia 12 tahun di kisah The Hunger Games dan 13 tahun di Catching Fire dan Mockingjay. Seperti ibunya, ia memiliki rambut pirang dan mata biru.
Pada hari pemungutan Hunger Games ke-74, namanya dipilih oleh Effie Trinket. Kakaknya, Katniss menjadi relawan untuk menggantikan tempatnya. Saat Katniss akan berangkat ke Capitol, Prim menerima janji Katniss bahwa dia akan melakukan semua yang dia bisa untuk memenangkan Hunger Games. Janji ini menjadi pendorong Katniss dalam Hunger Games.
Prim digambarkan Katniss sebagai seseorang yang bijaksana, meskipun usianya masih muda. Dia adalah seorang penyembuh terampil, yang diajarkan oleh ibunya. Dalam Mockingjay, Prim dipilih oleh Distrik 13 untuk dididik menjadi seorang dokter. Dalam Catching Fire, Katniss melihat perubahan dalam kepribadiannya, ia menjadi lebih serius dan lebih dewasa. Katniss pernah berkata bahwa Prim adalah "satu-satunya orang yang aku yakin kalau aku dicintai."
Dalam Mockingjay, Prim dikirim ke pertempuran di Capitol oleh Presiden Coin. Selama pertempuran ini, Prim terbunuh dalam salah satu pengeboman, yang menyebabkan Katniss mengalami depresi berat. Presiden Snow kemudian mengungkapkan pada Katniss bahwa pengeboman itu diperintahkan oleh Presiden Coin. Informasi ini membuat Katniss membunuh Presiden Coin untuk membalaskan kematian adiknya.
Dalam film The Hunger Games, karakter Prim dimainkan oleh aktris Willow Shields.
| Coriolanus Snow | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Mockingjay |
| Pencipta | Suzanne Collins |
| Pemeran | Donald Sutherland |
| Informasi dalam cerita | |
| Alias | "Presiden Snow" |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
| Keluarga | Anak (nama tidak diketahui) Cucu (nama tidak diketahui) |
Presiden Coriolanus Snow adalah karakter antagonis utama dalam trilogi The Hunger Games. Presiden Snow adalah penguasa otokratis di Capitol dan semua distrik di Panem. Meskipun kelihatan santai, terbukti kalau dia itu seorang psikopat dan sangat sadis.[7] Ia pertama kali muncul di buku The Hunger Games saat memberikan sambutan resmi di pembukaan Hunger Games ke-74, tetapi ia tidak pernah berbicara secara langsung dengan Katniss hingga di buku kedua, saat dia berkunjung ke kerumahnya dan mengancam serta memerintahkan agar dia dan Peeta pura-pura saling mencintai selama tur kemenangan untuk meredam pemberontakan di distrik-distrik.[8] Kemudian, Snow mengatakan pada Katniss bahwa dia gagal dalam hal itu, ini berarti bahwa ancaman-ancamannya akan menjadi kenyataan.
Presiden Snow digambarkan memiliki bibir yang sangat lebar, kemungkinan besar dia meng-operasi plastik bibirnya, tren yang sangat populer di Capitol. Katniss menggambarkan dia memancarkan bau seperti perpaduan antara bau darah dan bunga mawar.[9] Dalam Mockingjay, terungkap bahwa bau darah itu berasal dari luka dimulut yang ia dapatkan dari salah satu racun yang ia gunakan untuk membunuh orang dalam upayanya untuk menguasai Panem. Dia juga minum racun untuk menghilangkan kecurigaan, lalu mengambil obat penawar, tetapi itu tidak mampu menyembuhkan lukanya. Sedangkan bau mawar berasal dari mawar putih yang selalu ditaruhnya di kerah untuk menutupi aroma darah tersebut. Presiden Snow tewas pada akhir kisah di buku ketiga sebelum Katniss berhasil membunuhnya. Tidak dipastikan apakah dia tewas karena tersedak sampai mati oleh darah dari luka dimulutnya sendiri atau karena terinjak-injak oleh kerumunan massa yang panik setelah pembunuhan Presiden Coin.
Dalam film The Hunger Games, Presiden Snow diperankan oleh aktor Donald Sutherland.[5]
Berikut ini adalah daftar peserta Hunger Games ke-74 dan ke-75 berdasarkan cerita di filmnya:
| Distrik | Peserta | Tewas oleh | Penyebab Tewas | Pemeran di Film |
| 1 | Marvel | Katniss | Dipanah di bagian dadanya | Jack Quaid[5] |
| Glimmer | Katniss | Diserang kawanan tawon penjejak yang dijatuhkan Katniss | Leven Rambin[5] | |
| 2 | Cato | Katniss | Dicabik-cabik oleh kawanan serigala mutt, kemudian dihabisi oleh Katniss | Alexander Ludwig[5] |
| Clove | Thresh | Dipukul kepalanya dengan batu, yang meremukkan tengkoraknya | Isabelle Fuhrman[5] | |
| 3 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Cato | Di patahkan lehernya, setelah meledaknya ranjau yang menyebabkan musnahnya persediaan makanan Karier | Ian Nelson[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Peserta laki-laki dari Distrik 5 | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Kalia Prescott[5] | |
| 4 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Cato | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Ethan Jamieson[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Katniss | Diserang kawanan tawon penjejak yang dijatuhkan Katniss | Tara Macken[5] | |
| 5 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Tidak diketahui | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Chris Mark[5] |
| "Foxface" | Peeta | Memakan buah berry beracun yang dipetik oleh Peeta | Jacqueline Emerson[5] | |
| 6 | Jason | Cato | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Ashton Moio[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Glimmer | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Kara Petersen[5] | |
| 7 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Thresh | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Sam Ly[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Marvel | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Leigha Hancock[5] | |
| 8 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Marvel | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Samuel Tan[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Peeta | Diserang oleh kelompok Karier, kemudian dihabisi oleh Peeta | Mackenzie Lintz[5] | |
| 9 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Clove | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia, ditikam oleh Clove saat memperebutkan ransel persediaan dengan Katniss | Imanol Yepez-Frias[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Tidak diketahui | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Annie Thurman[5] | |
| 10 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Tidak diketahui | Tidak diketahui, merupakan peserta kesebelas yang tewas | Jeremy Marinas[5] |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Tidak diketahui | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Dakota Hood[5] | |
| 11 | Thresh | Cato | Tidak diketahui | Dayo Okeniyi[5] |
| Rue | Marvel | Masuk perangkap Marvel, kemudian di tombak dibagian perut | Amandla Stenberg[5] |
| Marvel | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Jack Quaid |
| Informasi dalam cerita | |
| Julukan | Bocah dari Distrik 1 (oleh Katniss, sampai Catching Fire) |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Marvel adalah peserta laki-laki dari Distrik 1. Katniss tidak mengetahui namanya sampai pada Tur Kemenangan di buku Catching Fire Dia adalah peserta kedua yang paling tinggi; hanya lebih rendah dari Thresh, dan juga berbakat dalam melempar tombak. Dia, bersama pasangannya Glimmer adalah anggota Karier. Marvel berhasil menjebak Rue dan melempar tombak untuk membunuhnya, tetapi Katniss menembak panah pada leher Marvel, membuatnya jatuh dan tenggelam dalam darahnya. Dengan begitu, dia adalah orang pertama yang Katniss bunuh dengan tangannya sendiri dalam cerita.
| Glimmer | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Leven Rambin |
| Informasi dalam cerita | |
| Julukan | Gadis dari Distrik 1 (oleh Katniss, hanya sementara) |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Glimmer adalah peserta perempuan dari Distrik 1. Katniss mengetahui namanya ketika dia menguping pembicaraan dia dan peserta Karier; menurutnya orang tua dari Distrik 1 harusnya malu menamai anak dengan nama yang aneh seperti itu. Menurut Katniss, dia memiliki tubuh yang menawan dan seksi, membuatnya dapat mendapatkan sponsor dengan mudah. Pada wawancaranya dengan Caesar Flickerman, Glimmer berkata bahwa dia sangat "siap" untuk Hunger Games ke-74. Dia punya pengetahuan dalam pemanahan, tetapi kemampuannya masih jauh dibawah Katniss. Seperti peserta dari Distrik 1, 2, dan 4 lainnya, Glimmer bergabung dengan peserta Karier dalam Game. Dia dan peserta Karier lain menunggu di bawah pohon tempat Katniss bernaung. Ketika mereka tertidur, Katniss menjatuhkan sarang tawon penjejak pada mereka. Glimmer tidak cukup cepat menghindar dan dia langsung dikerubungi dan disengat oleh tawon penjejak hingga mati.
| Cato | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Alexander Ludwig |
| Informasi dalam cerita | |
| Julukan | Bocah dari Distrik 2 (oleh Katniss, hanya di awal) |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Cato adalah peserta laki-laki dari Distrik 2 dan antagonis utama pada buku The Hunger Games. Katniss menimbang bahwa Cato adalah musuh paling berat yang dia hadapi, karena ukuran tubuh dan kekuatannya yang besar, kemampuannya dalam banyak senjata, serta sifatnya yang haus darah. Dia sangat yakin dia akan menang dalam Hunger Games ke-74, seperti anggota Karier lain. Di pertandingan, Katniss berpikir bahwa Cato sedikit gila, karena dia mengamuk hingga dengan sekejap mematahkan leher Bocah dari Distrik 3 ketika persedian makanannya diledakkan oleh Katniss. Saat pasangan Cato, Clove dibunuh oleh Thresh saat Jamuan, Cato berlutut dan meminta supaya dia tetap ada di sisinya. Setelah membunuh Thresh, Cato menjadi musuh terakhir Katniss dan Peeta, di mana mereka bertiga bercekcok di atas Cornucopia ketika diserang mutt serigala. Cato kemudian jatuh dan dicabik-cabik oleh mutt selama berjam-jam. Merasa iba, Katniss akhirnya memanah pada Cato untuk menghentikan siksaannya.
| Clove | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Isabelle Fuhrman |
| Informasi dalam cerita | |
| Julukan | Gadis dari Distrik 2 (oleh Katniss) |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Clove adalah peserta perempuan dari Distrik 2. Dia adalah musuh yang tangguh bagi Katniss dan satu-satunya orang yang hampir berhasil membunuh Katniss. Sebagai peserta Karier, Clove telah dilatih sejak kecil untuk berpartisipasi dalam Hunger Games. Dia ahli dalam pisau lempar dan dikenal tidak pernah meleset dalam penargetannya. Dalam Game, Clove melempar pisau untuk membunuh Bocah dari Distrik 9 yang sedang berebut tas persediaan dengan Katniss; dia juga akan membunuh Katniss, tetapi Katniss berhasil menghalau dengan tasnya. Lama kemudian, ketika Jamuan, Clove dan Katniss kembali berkelahi, di mana Clove ada di sisi atas. Dia mencemooh tentang kematian Rue dan bersiap untuk membunuh Katniss dengan memotong tubuhnya perlahan ketika Thresh datang, marah karena cemoohan Clove tentang Rue. Dia memukulkan Clove berkali-kali pada dinding Cornucopia hingga dia tewas karena tengkoraknya remuk.
| Foxface | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | The Hunger Games (tewas setelah memakan berry nightlock) |
| Pemeran | Jacqueline Emerson |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Foxface adalah peserta perempuan dari Distrik 5. Karena Katniss tidak mengetahui namanya, dia hanya menjuluki gadis tersebut "Foxface" (muka rubah), karena fisik tubuhnya yang mirip rubah dan kemahiran dan kepintarannya dalam Hunger Games. Foxface memilih untuk menghindar dari konflik dengan peserta lain dan bersembunyi, hanya keluar untuk mencuri makanan secukupnya dari peserta lain sebelum menghilang kembali. Katniss mengagumi kepintaran Foxface, terutama ketika dia berhasil melewati tanah berisi ranjau di sekitar Cornucopia. Foxface-pun menjadi salah satu peserta terakhir (dan peserta perempuan terakhir) selain Katniss dan Peeta untuk mati, di mana kepintarannya malah menjadi senjata makan tuan: dia mencuri berry nightlock yang sangat beracun dari Peeta, berpikir bahwa mereka aman dimakan. Katniss dan Peeta pun menyayangkan kematian Foxface yang sangat acak dan tak disengaja.
| Thresh | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Dayo Okeniyi |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
| Keluarga | Nenek (nama tidak diketahui) Adik (nama tidak diketahui) |
Thresh adalah peserta laki-laki dari Distrik 11. Seperti pasangannya, Rue, Thresh mempunyai kulit dan rambut coklat gelap. Katniss mengagumi Thresh karena tubuh dan kekuatannya yang sangat besar. Thresh juga adalah peserta paling tinggi di antara peserta lain. Dia bersifat pendiam, hanya mengutarkan sedikit kata-kata saat diwawancarai Caesar Flickerman. Pada Hunger Games ke-74, Cato juga melihat fisik Thresh dan mencoba mengundangnya ikut peserta Karier, tetapi dia menolak. Thresh menemukan ladang gandum di arena dan menetap sendirian di sana karena tidak ada peserta, bahkan anggota Karier yang berani melawannya. Thresh tampaknya sangat peduli dan sayang pada pasangannya, Rue, karena saat Clove mencemooh kematian Rue saat Jamuan, Thresh marah dan langsung membunuh dia dengan memukulkannya berkali-kali ke dinding Cornucopia, sekaligus juga menyelamatkan Katniss yang hampir dibunuh Clove. Pada hari terakhir, Thresh dibunuh oleh Cato, menjadikannya peserta kedua dari terakhir yang mati. Saat Tur Kemenangan Katniss dan Peeta, mereka sepakat membagikan bagian sebulan kemenangannya untuk keluarga Thresh dan Rue. Katniss juga berterima kasih karena Thresh sudah menyelamatkannya dan mencoba mempertahankan harga dirinya dengan tidak ikut Karier.
| Rue | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Amandla Stenberg |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
| Keluarga | Ayah (nama tidak diketahui) Ibu (nama tidak diketahui) 5 adik (nama tidak diketahui) |
Rue adalah peserta perempuan dari Distrik 11. Dia mempunyai kulit dan rambut berwarna coklat tua serta mata "gelap cerah". Rue berumur 12, sama seperti adik Katniss, Prim, dan juga mempunyai postur tubuh yang hampir sama, membuat Katniss memiliki rasa persaudaran dengannya. Rue adalah anak sulung dari 6 bersaudara dan dia bekerja di kebun buah-buahan distriknya. Seperti orang lain dari distriknya, Rue mempunyai pengetahuan mendalam tentang tanaman dan obat-obatan dan juga dapat memanjat pohon dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Rue menyukai musik dan dia dapat menyiulkan lagu di hadapan beberapa burung mockingjay miliknya. Di penilaian para peserta, Rue mendapatkan nilai 7 karena bakatnya melompati pohon. Di pertandingan, Rue mengusulkan Katniss yang terjebak di pohon untuk menjatuhkan sarang tawon penjejak pada anggota Karier. Ketika Katniss jatuh pingsan setelah tersengat tawon, Rue merawat dan menyembunyikannya selama 3 hari. Setelah berkenalan, mereka mulai bersekutu, dan menggunakan lagu 4 not melalui mockingjay sebagai tanda minta tolong satu sama lain. Saat Katniss sedang berusaha menghancurkan persediaan makanan Karier, Rue terjebak dalam perangkap milik Marvel dan Katniss terlambat sebelum Marvel melempar tombak pada perut Rue. Sebelum meninggal, dia meminta Katniss untuk menyanyikan lagu nina-bobok. Katniss pun menutupi tubuh Rue dengan bunga sebelum diambil sebagai tindakan menantang Capitol. Sebagai ungkapan terima kasih, Distrik 11 mengirimkan hadiah roti kepada Katniss. Pada Tur Pemenang Katniss dan Peeta, mereka sepakat akan membagikan bagian sebulan hasil kemenangan pada keluarga Rue dan Thresh. Di penilaian peserta pada Hunger Games ke-75, Peeta mendapatkan nilai 12 setelah menggambarkan tubuh Rue ditutupi bunga.
| Distrik | Peserta | Tewas oleh | Penyebab Tewas | Pemeran di Film | Posisi |
| 1 | Gloss | Katniss | Dipanah di bagian pelipis | Alan Ritchson | 11 |
| Cashmere | Johanna | Dikapak dibagian dada | Stephanie Leigh Schlund | 10 | |
| 2 | Brutus | Peeta | Tidak diketahui | Bruno Gunn | 7 |
| Enobaria | - | - | Meta Golding | Final 6 | |
| 3 | Beetee | - | - | Jeffrey Wright | Final 6 |
| Wiress | Gloss | Digorok | Amanda Plummer | 12 | |
| 4 | Finnick Odair | - | - | Sam Claflin | Final 6 |
| Mags | Kabut Beracun | Tewas bunuh diri, memasuki area kabut beracun | Lynn Cohen | 15 | |
| 5 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Finnick | Ditusuk dengan trisula pada pertempuran hari pertama di Cornucopia | James Logan | 24 |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Air Pasang | Tewas karena air pasang pada hari kedua | Ivette Li-Sanchez | 13 | |
| 6 | "Laki-laki pencandu morfin" | ? | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Justin Hix | ? |
| "Wanita pencandu morfin" | Mutt Monyet | Diserang monyet-monyet mutan karena melindungi Peeta | Megan Hayes | 14 | |
| 7 | Blight | Medan Gaya | Tewas terkena medan gaya saat turunnya hujan darah mematikan | Bobby Jordan | 16 |
| Johanna Mason | - | - | Jena Malone | Final 6 | |
| 8 | Woof | ? | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | John Casino | ? |
| Cecelia | ? | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Elena Sanchez | ? | |
| 9 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Peeta | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Daniel Bernhardt | 21 |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | Brutus | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Marian Green | ? | |
| 10 | Peserta laki-laki (nama tidak diketahui) | Binatang Misterius | Tewas diserang binatang buas misterius pada hari kedua | Jackson Spidell | 9 |
| Peserta perempuan (nama tidak diketahui) | ? | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Tiffany Waxler | ? | |
| 11 | Chaff | Brutus | Tidak dijelaskan | E. Roger Mitchell | 8 |
| Seeder | ? | Tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia | Maria Howell | ? |
Nama yang dicetak tebal adalah peserta yang tewas karena ancaman sektor
| Gloss | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas setelah Katniss memanah pelipisnya) |
| Pemeran | Alan Ritchson |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
| Keluarga | Cashmere (saudara) |
Gloss adalah peserta laki-laki dari Distrik 1. Dia bersama saudaranya, Cashmere, adalah pemenang Hunger Games secara berturut-turut dan baru-baru ini, karena Katniss mengingat pernah menonton mereka saat dia masih kecil. Dia berusia sekitar 20 tahun. Pada Hunger Games ke-75, Gloss bersama saudaranya bergabung di peserta Karier dengan peserta dari Distrik 2, Brutus dan Enobaria. Ketika Katniss dan sekutunya ada di Cornucopia, para Karier datang dan Gloss berhasil membunuh Wiress yang jiwanya sedang terganggu dengan menggorok, tetapi sebagai imbalannya dia terbunuh setelah Katniss memanah pada pelipisnya.
| Cashmere | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Stephanie Leigh Schlund |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
| Keluarga | Gloss (saudara) |
Cashmere adalah peserta perempuan dari Distrik 1. Dia dan saudaranya, Gloss menjadi pemenang Hunger Games secara berurutan. Cashmere berusia sekitar 20, sama seperti Gloss. Pada Hunger Games ke-75, Cashmere dan saudaranya bergabung pada Karier dengan peserta dari Distrik 2, Brutus dan Enobaria. Mereka bereempat menyerang Katniss dan sekutunya di Cornucopia, tetapi Cashmere tewas setelah Johanna melempar kapak pada dadanya. Di buku Mockingjay, saat Katniss dan Finnick sedang berdiskusi soal prostitusi paksaan Presiden Snow, Finnick mengatakan bahwa Cashmere juga diprostitusikan ke penawar tertinggi, sama seperti dia.
| Brutus | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Bruno Gunn |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Brutus adalah peserta laki-laki dari Distrik 2. Dia berusia sekitar 40 tahun. Pada Hunger Games pertamanya, Brutus menjadi sukarelawan, seperti kebanyakan peserta dari Distrik 2 yang sudah dilatih sejak kecil menjadi peserta Karier. Di Hunger Games ke-75, Brutus sekali lagi menjadi sukarelawan dengan senang, karena "sudah tidak sabar ingin kembali ke arena". Meskipun bagaimana yakin dan arogannya dia dalam pertandingan, dia mengagumi kemampuan pemanahan Katniss dan mencoba bersekutu dengannya saat pelatihan, tetapi Katniss menolak. Saat pertandingan, Brutus dan pasangannya, Enobaria bersekutu dengan peserta Karier. Pada hari terakhir, Brutus membunuh Chaff, tetapi secara bergilir dibunuh oleh Peeta yang marah. Dengan begitu, Brutus adalah peserta terakhir untuk tewas dalam Hunger Games ke-75 dan sekaligus seluruh sejarah Hunger Games.
| Enobaria | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay |
| Pemeran | Meta Golding |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Enobaria adalah peserta perempuan dari Distrik 2. Dia memenangkan Hunger Games ke-62 pada usia yang sama dengan Katniss, yaitu 16. Enobaria terkenal pernah mencabik leher peserta laki-laki hanya dengan giginya dan sejak memenangkan Game, dia mengubah giginya menjadi tajam dan runcing serta dilapisi dengan taring emas. Di Hunger Games ke-75, Enobaria bersekutu dengan peserta Karier dan di pertempuran pertama berhasil melukai kaki Beetee, tetapi Beetee berhasil lari dengan sekutunya. Pada hari terakhir, Enobaria menjadi satu-satunya peserta Karier yang selamat setelah kematian Brutus, dan dia ditangkap dan dibawa ke Capitol bersama dengan Peeta dan Johanna setelah Katniss berhasil keluar dari arena. Di buku Mockingjay, saat pemberontak dari Distrik 13 menyelamatkan Peeta, Johanna, dan Annie dari Capitol, mereka juga menyelamatkan Enobaria yang dibebaskan dari hukuman mati melalui perjanjian Katniss dan Presiden Coin, walaupun Katniss ragu bila Enobaria benar-benar disiksa oleh Capitol karena dia berasal dari Distrik 2. Enobaria kemudian ikut voting tentang adanya Hunger Games lain dengan anak-anak Capitol bersama 6 pemenang lain yang selamat; dia memilih setuju.
| Beetee | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay |
| Pemeran | Jeffrey Wright |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Beetee adalah peserta laki-laki dari Distrik 3. Dia sangat mahir dalam teknologi, dan dia memenangkan Hunger Games-nya dengan membuat jebakan elektronik untuk membunuh peserta yang lain. Beetee menjadi salah satu peserta pilihan Katniss untuk bersekutu di pertandingan. Dia dijuluki "Volts" oleh Johanna. Pada Hunger Games ke-75, dia dan Wiress bersekutu dengan Johanna dan Blight. Setelah kematian Blight dan Wiress serta pertemuan dengan Katniss, Peeta, dan Finnick, Beetee menjelaskan rencananya untuk menghancurkan medan gaya arena dengan listrik yang dialirkan pada pohon tinggi. Rencananya berhasil, dan Beetee bersama Katniss dan Finnick berhasil melarikan diri ke Distrik 13. Sejak saat itu, Beetee bekerja menjadi ahli mesin di Distrik 13, membuatkan berbagai senjata untuk pemberontakan. Dia juga membuat bom bersama Gale, salah satunya adalah bom yang diledakkan di depan rumah Presiden Snow dan merenggut nyawa Prim. Beetee kemudian ikut voting tentang adanya Hunger Games terakhir dengan anak-anak Capitol, dia memilih tidak setuju.
| Wiress | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (dibunuh oleh Gloss) |
| Pemeran | Amanda Plummer |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Wiress adalah peserta perempuan dari Distrik 3. Dia mahir dalam penggunaan teknologi, seperti penduduk lain dari Distrik 3. Dia berbicara dengan kalimat yang terpotong; kadang-kadang Beetee menyelesaikannya untuknya. Dia dan Beetee menjadi salah satu peserta pilihan Katniss untuk bersekutu. Wiress diberi julukan "Nuts" oleh Johanna. Pada Hunger Games ke-75, Wiress bersekutu dengan Beetee, Johanna, dan Blight, tetapi setelah kematian Blight oleh medan gaya, Wiress menjadi tidak waras. Setelah bertemu Katniss, Peeta, dan Finnick, dia berusaha menunjukkan bahwa arenanya berbentuk seperti jam dengan berkata "Tick Tock". Saat mereka menuju ke Cornucopia, para anggota Karier datang dan Wiress dibunuh dengan digorok oleh Gloss.
| Finnick Odair | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (tewas karena dipenggal oleh mutt kadal) |
| Pemeran | Sam Claflin |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
| Keluarga | Annie Cresta (istri) Anak (nama tidak diketahui) |
Finnick Odair adalah peserta laki-laki dari Distrik 4. Dia memenangkan Hunger Games ke-65 dan merupakan peserta termuda yang pernah memenangkan Hunger Games pada usia 14. Dia dideskripsikan Katniss sebagai pemuda yang sangat tampan, berotot, dan atletis dengan kulit dan rambut kecokelatan serta mata berwarna hijau laut. Karena ketampanannya, para sponsor di Hunger Games pertamanya menghadiahkan trisula yang segera dia gunakan untuk membunuh yang lain; itu adalah hadiah paling mahal yang pernah diberikan sponsor untuk peserta. Sejak saat itu, dia terkenal mempunyai banyak kekasih di Capitol; tak ada dari mereka yang dia pacari cukup lama. Awalnya, Katniss tidak memercayai Finnick, menganggapnya arogan dan dangkal, tetapi setelah Finnick menyelamatkan Peeta dengan CPR, Katniss mulai memercayainya. Saat sekutu Katniss terjebak dalam hutan penuh jabberjay, Finnick mendengar teriakan pacarnya, Annie. Johanna menjelaskan pada Katniss bahwa Annie, yang juga merupakan pemenang pertandingan dan agak tidak waras, adalah satu-satunya wanita yang Finnick benar-benar cintai. Pada hari terakhir, Finnick berhasil keluar bersama Katniss dan Beetee ke Distrik 13. Di buku Mockingjay, Finnick menjadi depresi karena Annie diculik oleh Capitol untuk menyengsarakannya. Mereka bertemu kembali setelah pemberontak Distrik 13 menuju Capitol untuk membebaskannya. Selanjutnya, mereka menikah dan Annie segera hamil. Finnick kemudian menjelaskan pada Katniss bahwa alasan mengapa dia mempunyai banyak kekasih di Capitol adalah karena Presiden Snow memaksanya untuk berprostitusi ke penawar tertinggi dengan ancaman kematian orang yang dia cintai bila dia menolak, hal ini membuat Katniss merasa bersalah telah berpikir buruk tentangnya. Pada pemberontakan terakhir ke rumah Snow, Finnick tewas setelah dipenggal oleh mutt kadal di saluran air Capitol.
| Mags | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Mockingjay (hanya disebutkan) |
| Pemeran | Lynn Cohen |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Mags adalah peserta perempuan dari Distrik 4. Di usia sekitar 80 tahun, Mags adalah peserta Hunger Games ke-75 tertua; dia memenangkan salah satu dari Hunger Games terdahulu yang diadakan. Dia berbicara dalam kata-kata terpatah yang tidak bisa Katniss pahami. Pada hari pemungutan Hunger Games ke-75, Mags menggantikan Annie Cresta sebagai peserta perempuan, karena dia tidak tega melihat pacar Annie, Finnick Odair (yang terpilih menjadi peserta laki-laki) membunuh Annie, meskipun Mags tahu bahwa dalam usia senjanya, dia tidak mungkin selamat. Saat pelatihan, Katniss mengamati bahwa Mags dapat membuat kail pancingan "dari bahan apa saja" serta membuat anyaman ketat yang bahkan air tidak bisa lewat. Karena keberanian Mags menjadi sukarelawan, Katniss memilihnya sebagai salah satu sekutunya, tanpa memperhatikan usia. Pada pertandingan, Mags dan Finnick menjadi sekutu pertama Katniss dan Peeta, di mana Mags harus digendong Finnick karena kelemahan fisiknya. Ketika mereka berempat sedang lari dari asap racun saraf, Mags mencium Finnick dan langsung menerobos menuju asap ke kematiannya tanpa keraguan ketika Finnick ragu-ragu karena tidak bisa menggendong Mags dan Peeta (yang kakinya terkena asap) bersama. Kematiannya membuat Finnick menangis selama beberapa jam. Johanna mengungkapkan pada Katniss bahwa Mags adalah mentor Finnick pada Hunger Games-nya dan sudah seperti keluarga baginya. Dia juga terungkap sebagai salah satu anggota persekutan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena.
| Pecandu Morphling | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia (laki-laki) tewas setelah diserang oleh mutt monyet (perempuan)) |
| Pemeran | Justin Hix & Megan Heyes |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki & perempuan |
Para pecandu Morphling adalah peserta laki-laki dan perempuan dari Distrik 6. Katniss tidak tahu nama mereka berdua, dan hanya menjuluki mereka "Para pecandu Morphling" karena kecanduan mereka dengan Morphling (sejenis depresan seperti morfin). Mereka berdua berusia sekitar 60 tahun. Mereka tampaknya senang melukis, karena saat pelatihan, mereka berdua terus berada di area kamuflase untuk melukis satu sama lain, membuat persedian bahan di sana habis saat Peeta akan menggunakan. Di Hunger Games ke-75, Laki-laki pecandu Morphling tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia, sementara Wanita pencandu Morphling selamat dan berkamuflase di hutan. Saat Katniss, Peeta, dan Finnick diserang oleh mutt monyet, Wanita pecandu Morphling mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Peeta, membuatnya diserang oleh mutt. Sekarat, dia dibawa Peeta ke pantai danau air asin untuk mencoba menghiburnya dengan menceritakan warna-warna yang ada di rumahnya dan membiarkannya melukiskan bunga di wajahnya dengan darahnya. Pada akhir buku Catching Fire, mereka berdua terungkap sebagai anggota persekutuan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena.
| Blight | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas setelah terkena medan gaya dan jantungnya berhenti berdetak) |
| Pemeran | Bobby Jordan |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Blight adalah peserta laki-laki dari Distrik 7. Dia berteman baik dengan para pemenang Hunger Games lain dan tampaknya sangat tidak setuju dengan pemilihannya sebagai peserta lagi di Hunger Games ke-75, ditunjukkan ketika dia tidak muncul di pelatihan sebelum pertandingan. Saat Hunger Games ke-75, Blight bersekutu dengan pasangannya, Johanna Mason, serta pasangan peserta dari Distrik 3, Beetee dan Wiress. Mereka segera mencari Katniss, Peeta, dan Finnick, tetapi mulai dehidrasi di perjalanan dan saat terjadi hujan, mereka bereempat bergegas meminumnya tanpa tahu itu adalah hujan darah. Dalam keributan, Blight tak sengaja terkena area medan gaya, dan dia tewas setelah jantungnya berhenti. Kematiannya membuat Wiress terkena gangguan jiwa, sementara Johanna berkata bahwa walaupun kematiannya tampak tidak berarti, dia merasa kehilangan Blight.
| Johanna Mason | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | The Hunger Games (hanya disebutkan) |
| Penampilan terakhir | Mockingjay |
| Pemeran | Jena Malone |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Johanna Mason adalah peserta perempuan dari Distrik 7. Dia pertama kali disebutkan Katniss pada buku The Hunger Games, di mana Johanna memenangkan Hunger Games ke-71 dengan berpura-pura menjadi pengecut supaya peserta lain mengabaikannya, tetapi menjadi pembunuh yang sadis setelah tinggal sedikit peserta yang ada. Dia sangat licik dan tidak segan segan membunuh peserta yang tidak melindungi diri mereka. Johanna berusia 21 tahun dan dia mengungkapkan bahwa dia "tak punya orang yang dicintai lagi"; ini dijelaskan oleh Finnick karena saat Johanna menolak untuk diprostitusikan oleh Capitol, seluruh keluarga dan orang yang dicintainya dibunuh. Dia pertama kali bertemu Katniss dan Peeta dalam lift setelah Parade Peserta, di mana dia bertelanjang sementara mengobrol dengan santai di depan mereka berdua; ini dilakukan karena dia, bersama Finnick dan Chaff ingin "menodai" Katniss yang masih "murni". Pada pertandingan, Johanna bersekutu dengan Blight, Beetee, dan Wiress; setelah kematian Blight mereka bertemu Katniss, Peeta, dan Finnick. Awalnya, Katniss dan Johanna saling tidak suka satu sama lain, yang ditambah setelah Johanna memukul Katniss sampai pingsan untuk menyembunyikannya dari peserta Karier, yang Katniss kira adalah percobaan pembunuhan. Johanna, bersama Peeta dan Enobaria ditangkap oleh Capitol di akhir buku Catching Fire dan disiksa dengan dimasukkan pada air yang mengandung aliran listrik. Di buku Mockingjay, pemberontak Distrik 13 berhasil menyelamatkan mereka bertiga, dan Katniss melihat bahwa Johanna sudah menjadi lemah dan sakit akibat siksaannya. Mereka mulai menjadi teman dekat di Distrik 13 sejak saat itu. Saat mereka masuk tes kemampuan di replika Capitol, Johanna panik ketika replikanya dibanjiri; ini disebabkan karena setelah penyiksaannya di Capitol, dia jadi mempunyai phobia air. Katniss mencoba menghiburnya dengan memperlihatkannya tanaman paku; Johanna mengatakan itu "baunya seperti rumah". Dia selanjutnya ikut voting tentang adanya Hunger Games terakhir dengan anak-anak Capitol; dia memilih setuju.
| Woof | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia) |
| Pemeran | John Casino |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Woof adalah peserta laki-laki dari Distrik 8. Dia berumur sekitar 70 tahun, menjadikannya peserta kedua yang paling tua di Hunger Games ke-75, setelah Mags. Karena usia senjanya, Woof sudah pikun dan kehilangan fokusnya. Pada pelatihan sebelum pertandingan, Woof terus saja memakan serangga beracun walau sudah diperingatkan, yang diduga Katniss karena pendengarannya yang terganggu. Di arena, Woof bersama pasangannya, Cecelia tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia. Lama kemudian, Woof terungkap sebagai salah satu anggota persekutuan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena.
| Cecelia | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia) |
| Pemeran | Elena Sánchez |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
| Keluarga | 3 anak (nama tidak diketahui) |
Cecelia adalah peserta perempuan dari Distrik 8. Dia adalah wanita berusia sekitar 30 tahun, dan sudah mempunyai 3 anak yang berpegangan erat pada dirinya ketika dia dipilih pada hari pemungutan, memintanya jangan pergi. Pada pelatihan sebelum pertandingan, Cecelia dan pasangannya, Woof mengundang Katniss pada area serangga, di mana setelah berbincang, Katniss berencana untuk memilihnya sebagai salah satu sekutunya karena sifat keibuannya. Namun di pertandingan, Cecelia tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia, membuat Katniss kecewa. Pada akhir buku Catching Fire, Cecelia terungkap sebagai salah satu anggota persekutuan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena.
| Chaff | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (dibunuh oleh Brutus) |
| Pemeran | E. Roger Mitchell |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Laki-laki |
Chaff adalah peserta laki-laki dari Distrik 11. Dia dan Haymitch adalah kawan sejati dan mereka sering minum alkohol bersama-sama. Dia berusia sekitar 40 tahun. Ketika dia memenangkan Hunger Games, Chaff kehilangan satu tangannya dan menolak untuk diberi tangan buatan oleh Capitol. Saat dia pertama kali bertemu Katniss, Chaff langsung menciumnya tanpa basa-basi; ini dijelaskan karena dia, bersama Finnick dan Johanna ingin "menodai" Katniss yang masih "murni". Dia adalah salah satu anggota persekutuan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena, tetapi tidak dapat menemukannya sampai hari terakhir ketika dia dibunuh oleh Brutus.
| Seeder | |
|---|---|
| Tokoh di trilogi The Hunger Games | |
| Penampilan perdana | Catching Fire |
| Penampilan terakhir | Catching Fire (tewas pada pertempuran pertama di Cornucopia) |
| Pemeran | Maria Howell |
| Informasi dalam cerita | |
| Jenis kelamin | Perempuan |
Seeder adalah peserta perempuan dari Distrik 11. Dia memiliki kulit zaitun, rambut hitam panjang dengan uban, dan bila matanya berwarna abu-abu daripada coklat emas, dia tampak seperti penduduk dari wilayah Seam di Distrik 12. Seeder berusia sekitar 60 tahun, tetapi masih terlihat kuat dan segar, karena tidak seperti pemenang Hunger Games lainnya, dia tidak minum alkohol tetapi bertekad untuk hidup sehat. Setelah parade di Jalan Raya Tribut, Seeder memeluk Katniss dan berkata bahwa keluarga Thresh dan Rue masih baik-baik saja di Distrik 11 setelah pemberontakan yang terjadi di sana. Katniss berencana memilih Seeder sebagai sekutunya di arena karena dia mengingatkannya pada Rue, tetapi dia ragu dalam memilih pasangannya, Chaff. Namun pada Hunger Games ke-75, Seeder tewas dalam pertempuran pertama di Cornucopia, membuat Katniss kecewa. Pada akhir buku Catching Fire, Seeder terungkap sebagai salah satu anggota persekutan rahasia untuk mengeluarkan Katniss dari arena.