Ketua Umum Partai Demokrat adalah pemimpin tertinggi yang mengoperasikan dan mengoordinasikan Partai Demokrat di tingkat nasional. Posisi ketua umum dijabat oleh seorang fungsionaris yang terpilih berdasarkan hasil kongres, baik melalui pemilihan maupun aklamasi.
Berikut adalah daftar Ketua Umum Partai Demokrat.
| No. |
Potret |
Ketua Umum |
Usia saat terpilih |
Menjabat |
Masa jabatan |
Pemilihan |
Sekretaris Jenderal |
Ref. |
|
| 1 |
 |
Subur Budhisantoso |
64 tahun, 14 hari |
10 September 2001 – 23 Mei 2005 |
3 tahun, 255 hari |
— |
Umar Said (2001–2005) |
|
| 2 |
 |
Hadi Utomo |
59 tahun, 281 hari |
23 Mei 2005 – 23 Mei 2010 |
5 tahun, 0 hari |
Kongres I (Bali, 2005)
|
Marzuki Alie (2005–2010) |
|
| 3 |
 |
Anas Urbaningrum |
40 tahun, 312 hari |
23 Mei 2010 – 30 Maret 2013[a] |
2 tahun, 276 hari |
Kongres II (Bandung, 2010) |
Edhie Baskoro Yudhoyono (2010–2015) |
|
| 4 |
 |
Susilo Bambang Yudhoyono |
63 tahun, 202 hari |
30 Maret 2013[b] – 12 Mei 2015 |
2 tahun, 78 hari |
Kongres Luar Biasa (Bali, 2013) Aklamasi |
[5][6] |
| 65 tahun, 245 hari |
12 Mei 2015[c] – 15 Maret 2020 |
Kongres IV (Surabaya, 2015)[9] Aklamasi |
Hinca Panjaitan (2015–2020) |
[10] |
| 5 |
 |
Agus Harimurti Yudhoyono |
41 tahun, 218 hari |
15 Maret 2020[d] – 24 Februari 2025 |
6 tahun, 39 hari} |
Kongres V[12] (Jakarta, 2020) |
Teuku Riefky Harsya (2020–2025) |
[13] |
| 46 tahun, 198 hari |
24 Februari 2025 – Petahana |
Kongres VI[14] (Jakarta, 2025) |
Herman Khaeron (2025–sekarang) |
[15] |
Catatan
- ↑ Anas Urbaningrum menyerahkan kembali mandat ketua umum kepada partai setelah diduga terlibat dalam dugaan kasus korupsi pada 23 Februari 2013. Jabatan diambil alih oleh pimpinan majelis tinggi, yang dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono, dengan menetapkan upaya penyelamatan partai. Namun, status Anas selaku ketua umum tetap dipertahankan Yudhoyono hingga digelarnya kongres luar biasa partai.[2]
- ↑ Di pemerintahan, Susilo Bambang Yudhoyono mengemban amanat sebagai Presiden Indonesia saat dirinya mulai memimpin partai. Ia tidak secara eksplisit mengkoordinasikan partai dalam kesehariannya. Yudhoyono menegaskan kursi ketua umum disandang olehnya berstatus sementara dan dalam rangka "menyelamatkan dan mengonsolidasikan partai." Untuk menjalankan tugas-tugas organisasi, Yudhoyono menugaskan Syarifuddin Hasan yang juga salah satu menteri di kabinetnya sebagai ketua harian. Ini juga berlaku di dewan pembina yang kesehariannya dipimpin oleh Evert Ernest Mangindaan.[4]
- ↑ Masa tugas Susilo Bambang Yudhoyono selaku pimpinan partai berakhir hingga 2020 atau pelaksanaan kongres selanjutnya. Namun, pada pertengahan Februari 2019, istri Yudhoyono, Kristiani Herawati mengalami penyakit kanker darah yang mengharuskan dirinya untuk mendampingi istri selama masa perawatan intensif di Singapura.[7] Kursi ketua umum pun diusulkan agar diisi sementara oleh Agus Harimurti Yudhoyono yang saat itu menyandang jabatan Komandan Satuan Tugas Bersama pada masa Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.[8] Akan tetapi, usulan tersebut tidak terealisasikan.
- ↑ Setahun setelah memimpin partai, Agus Harimurti Yudhoyono menghadapi konflik internal yang memicu dualisme kepemimpinan di tubuh partai setelah terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum baru melalui kongres luar biasa.[11] Di periode ini, Partai Demokrat memiliki dua kepengurusan berbeda yang saling klaim sebagai kepengurusan yang sah.
Daftar pustaka
- Nainggolan, Bestian; Wahyu, Yohan, ed. (2016). Partai Politik Indonesia 1999-2019: Konsentrasi dan Dekonsentrasi Kuasa. Yogyakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-602-412-005-4.
Referensi
- 1 2 Gatra, Sandro (2013-02-08). "SBY Ambil Alih Kendali Demokrat". Kompas.com. Jakarta. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ "Syarief Hasan jadi Ketua Harian Partai Demokrat". BBC Online. 2013-03-31. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ "SBY Ketua Umum Partai Demokrat 2013-2015". Investor.id. Denpasar. 2013-03-30. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Asril, Sabrina (30 Maret 2013). Auliani, Palupi Annisa (ed.). "Aklamasi! SBY Ketua Umum Partai Demokrat". Kompas.com. Diakses tanggal 30 Maret 2013.
- ↑ "Ani Yudhoyono 'sakit kanker darah', Istana kirim tim dokter kepresidenan ke Singapura". BBC Online. 2019-02-13. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Bakrie, M. (2019-02-27). "AHY Diusulkan Dijadikan Plt Ketum Partai Demokrat Via Rapat Pleno". Detik News. Maros. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Burhani, Ruslan, ed. (2015-05-13). "Kongres IV Demokrat hasilkan lima agenda besar". Antara News. Surabaya. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Elvan Dany Sutrisno - (13 Mei 2015). "SBY Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PD, PAN Ucapkan Selamat". detikcom. Diakses tanggal 13 Mei 2015.
- ↑ Sitorus, Nur Aprilliana Br. (2021-03-05). Noor, Chandra Hamdani (ed.). "Moeldoko terpilih jadi Ketum Partai Demokrat versi KLB". ANTARA News. Diakses tanggal 2022-02-05.
- ↑ Didit (2020-03-15). "Kongres V Partai Demokrat Digelar di JCC, Jakarta, 15 Maret 2020". Partai Demokrat. Jakarta. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Arigi, Fikri (2020-03-15). Persada, Syailendra (ed.). "Breaking News: AHY Jadi Ketua Umum Demokrat, Gantikan SBY". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-30. Diakses tanggal 2020-04-06.
- ↑ Naibaho, Rumondang (2025-02-23). "Kongres VI Demokrat Bakal Pilih Ketum hingga Pengisi Posisi Bendum". Detik News. Jakarta. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ↑ Dwi Rahmawati (24 Februari 2025). "AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum Demokrat Periode 2025-2030". detikcom. Diakses tanggal 07 April 2025.