Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Daemusin dari Goguryeo

Daemusin dari Goguryeo merupakan raja ketiga dari Kerajaan Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea di bagian paling utara. Ia memerintah dari tahun 18 hingga tahun 44. Raja Daemusin memimpin awal Goguryeo melewati sebuah periode perluasan wilayah yang sangat besar, menguasai beberapa negara kecil dan kerajaan yang berkuasa di Dongbuyeo.

Wikipedia article
Diperbarui 24 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daemusin dari Goguryeo (4-44, bertakhta 18-44) merupakan raja ketiga dari Kerajaan Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea di bagian paling utara. Ia memerintah dari tahun 18 hingga tahun 44. Raja Daemusin memimpin awal Goguryeo melewati sebuah periode perluasan wilayah yang sangat besar, menguasai beberapa negara kecil dan kerajaan yang berkuasa di Dongbuyeo.

Daemusin dari Goguryeo
Hangul
대무신왕, 대해주류왕code: ko is deprecated
Hanja
大武神王, 大解朱留王code: ko is deprecated
Alih AksaraDaemusin-wang, Daehaejuryu-wang
McCune–ReischauerTaemusin-wang, Taehaejuryu-wang
Nama lahir
Hangul
해무휼code: ko is deprecated
Hanja
解無恤code: ko is deprecated
Alih AksaraHae Muhyul
McCune–ReischauerHae Muhyul

Latar Belakang

Pangeran Muhyul merupakan putra ketiga Raja Yuri, dan cucu Jumong. Ia ditunjuk sebagai putra mahkota pada tahun 14, diusianya yang ke-11 tahun, dan menjadi raja setelah kematian ayahandanya empat tahun kemudian. Ia dimakamkan di Daesuchonwon.

Daemusin adalah ayah raja kelima Goguryeo, Mobon

Daemusin memperkokoh pemerintahan pusat Goguryeo dan mengembangkan wilayah-wilayahnya. Ia mencaplok Dongbuyeo dan membunuh rajanya, Daeso pada tahun 22. Bersisian dengan Sungai Amnok, ia menguasai Gaema-guk pada tahun 26, dan kemudian menguasai Guda-guk.

Setelah menangkis serangan dari TIongkok pada tahun 28, ia mengirim putranya, Pangeran Hodong, untuk menyerang Komander Lelang dibagian barat laut Korea pada tahun 32. Ia menghancurkan Nangnang pada tahun 37.[1][2][3] Sebuah legenda kisah cinta di antara Pangeran Hodong dan Putri Nangnang tercatat di dalam babad Samguk Sagi yang terkenal di Korea sampai sekarang. Putri tersebut konon merusak drum perang yang terletak di dalam istananya, agar Goguryeo dapat menyerang tanpa peringatan.

Penggambaran Modern

Pada masa modern seperti sekarang ini, Daemusin dikenal sebagai model dari Manhwa dan permainan game Nexus: The Kingdom of the Winds. Serial TV sejarah "The Kingdom of The Winds", dimulai tayangannya pada bulan September 2008. Drama ini dibuat berdasarkan dari manhwa yang menggambarkan Muhyul, seorang pangeran dari Goguryeo, yang lahir dengan ramalan bahwa suatu hari ia akan menghancurkan Goguryeo.

Makna Gelar

Raja Muhyul diberikan gelar "Dae-musin wang", yang secara literal berarti "Raja Perang Yang Agung". Sama seperti kebanyakan raja-raja Goguryeo, tidak banyak yang diketahui tentang Raja Muhyul selain dari yang telah tercatat di dalam beberapa sumber riwayat Korea kuno, seperti Samguk Sagi. Beberapa sejarawan beranggapan bahwa dengan adanya gelar yang begitu hebat menandakan bahwa pria tersebut memiliki kemampuan yang hebat di dalam bidang militer yang memimpin Goguryeo mencapai prestasi yang hebat, kemungkinan lebih dari yang diceritakan di dalam teks sejarah. Sekolah lainnya menyebutkan, bahwa destruksi Timur Buyeo itu sendiri dianggap tak masuk akal pada saat itu, yang berarti Timur Buyeo merupakan sebuah kerajaan yang berkuasa menurut beebrapa sarjana.

Tidak semua pemimpin Goguryeo diberikan gelar Anumerta spesial atau pada masa mereka masih hidup. Kebanyakan mereka diberikan gelar Anumerta berdasarkan tempat di mana mereka dimakamkan. Hanya beberapa saja di antara para pemimpin yang memiliki gelar spesial, seperti Raja Gwanggaeto yang Agung dan Raja Dongmyeongseong, diberikan nama Anumerta dengan "makna" seperti itu.

Referensi

  1. ↑ New History of Korea. Written by Lee Hyun Hee, Park Sung Soo, Yoon Nae Hyung, published by Jimundang, Published year 2005
  2. ↑ 김부식편찬, 삼국사기
  3. ↑ Yong-ho Ch'oe, Reinterpreting Traditional History in North Korea. The Journal of Asian Studies, 40, 503-523

Lihat pula

  • Tiga Kerajaan Korea
  • Sejarah Korea
  • Baekje
  • Silla
Daemusin dari Goguryeo
Wangsa Go
Lahir: 4 Meninggal: 44
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Yuri
Raja Goguryeo
18–44
Diteruskan oleh:
Minjung dari Goguryeo
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Yuri
— TITULER —
Raja Korea
18–44
Alasan kegagalan suksesi:
Tiga Kerajaan Korea
Diteruskan oleh:
Minjung
  • l
  • b
  • s
Monarki Korea — Goguryeo
Dongmyeong 37-19 SM · Yuri 19 SM-18 M · Daemusin 18-44 · Minjung 44-48 · Mobon 48-53 · Taejo 53-146 · Chadae 146-165 · Sindae 165-179 · Gogukcheon 179-197 · Sansang 197-227 · Dongcheon 227-248 · Jungcheon 248-270 · Seocheon 270-292 · Bongsang 292-300 · Micheon 300-331 · Gogug-won 331-371 · Sosurim 371-384 · Gogug-yang 384-391 · Gwanggaeto yang Agung 391-413 · Jangsu 413-490 · Munja 491-519 · Anjang 519-531 · An-won 531-545 · Yang-won 545-559 · Pyeong-won 559-590 · Yeong-yang 590-618 · Yeong-nyu 618-642 · Bojang 642-668
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Korea

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Penggambaran Modern
  3. Makna Gelar
  4. Referensi
  5. Lihat pula

Artikel Terkait

0-an

penerusnya. Paulus dari Tarsus - 3 M Daemusin dari Goguryeo - 4 M Vespasianus - 9 M Gaius Julius Caesar Augustus Hyeokgeose dari Silla - 4 M Areius Paianieus

Yuri dari Goguryeo

kemudian Raja Daemusin dari Goguryeo. Hae Yuh-Jin, (tenggelam sekitar tahun 18 M). Hea Sehyu, Putri dari Goguryro Hea Yeo-Rang, Putri dari Goguryeo Hae Saek-Ju

Goguryeo

kerajaan Korea kuno (c. 37 SM–668 M)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026