Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Daechwita

Daechwita adalah suatu genre musik tradisional Korea yang terbentuk dari orkes musik militer gunrye-ak (軍禮樂).

Orkestra tradisional Korea
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daechwita
Daechwita
Pertunjukan daechwita pada suatu parade di Seoul
Sumber aliranMusik Istana Korea, Musik militer Dinasti Joseon
Alat musik yang biasa digunakanJanggu, taepyeongso, buk, nagakk, yonggo
Bentuk turunanmanpajeong sikjigok (만파정식지곡)
Topik lainnya
Pungmul

Daechwita (Hangul: 대취타code: ko is deprecated ; Hanja: 大吹打code: ko is deprecated ) adalah suatu genre musik tradisional Korea yang terbentuk dari orkes musik militer gunrye-ak (軍禮樂).[1]

Asal usul

Musik militer yang dinamakan gochwi-ak diperkenalkan dari Dinasti Tiongkok, telah dimainkan di Korea kira-kira sejak periode Tiga Kerajaan Korea.[1] Musik militer dimainkan oleh 2 kelompok, masing-masing di depan dan belakang iring-iringan rombongan anggota kerajaan. Gochwi-ak bertahan sampai zaman Goryeo dan Joseon.[1]

Pada masa pemerintahan Raja Seongjong, pemain gochwi-ak dibentuk menjadi empat kelompok:

  1. untuk acara kerajaan.
  2. untuk mengiringi raja keluar masuk istana.
  3. untuk bagian depan iring-iringan.
  4. untuk bagian belakang iring-iringan.

Gochwi-ak berubah menjadi daechwita pada periode ini. Sejak periode Goryeo, para pemusik yang dijuluki "jorachi" mengenakan seragam berwarna kuning, menandakan adanya pengaruh kebudayaan Mongol.[1]

Tersusun dari kata dae 大 (besar), chwi 吹 (meniup), dan ta 打 (memukul) yang bisa diartikan "memainkan alat musik tiup dan perkusi dengan kuat atau kencang".[2] Dipergunakan sebagai musik untuk iring-iringan kerajaan, alat musik yang dipilih dalam orkes ini sebagian besar menghasilkan suara sangat kencang seperti taepyeongso dan genderang.

Chwita

Chwita merupakan musik modifikasi daechwita untuk perayaan-perayaan di istana. Bedanya, chwita diberi tambahan alat musik dawai. Chwita dijuluki juga manpajeong sikjigok (만파정식지곡 / terjemahan = "musik yang melenyapkan keresahan").[1]

Gilgunak

Gilgunak merupakan musik bernada ceria yang ditambahkan pada akhir daechwita. Gilgunak biasanya dimainkan kala kunjungan ke tempat-tempat peristirahatan dan kuil.[1]

Alat musik

  • jing (gong)
  • jabara (simbal)
  • janggu (gendang panjang)
  • yonggo (gendang naga)
  • nagak (trompet kerang)
  • nabal (trompet)
  • taepyeongso (trompet).

Pranala luar

  • Taepyeongso
  • Daechwita
  • Myeonggeumilhadaechwita
  • Permainan musik Daechwita
  • Permainan musik Chwita dan Gilgunak

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Koehler, Robert (2015). Musik Tradisional: Suara yang Harmoni dengan Alam. Seoul Selection.
  2. ↑ (Inggris) Daechwita, Korea's Royal Military Marching Music Diarsipkan 2016-08-06 di Wayback Machine., Arirang TV. Akses: 9 September 2022.
  • l
  • b
  • s
Musik tradisional Korea
Musik istana
Jeong-ak · Hyangak · Dangak · Daechwita · Aak
Musik religius
Shamanisme · Konfusianisme · Buddhisme
Musik instrumental
Pungmul · Sinawi · Sanjo · Pungryu
Musik vokal
Minyo · Pansori · Japga · Gagok · Sijo · Gasa · Byeongchang · Hyangga · Changjak gugak
Tokoh
Wang San-ak · Ureuk · Park Yeon · Baek Gyeol
Lain-lain
Samulnori · Alat musik · Arirang · National Center for Korean Traditional Performing Arts  ·

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal usul
  2. Chwita
  3. Gilgunak
  4. Alat musik
  5. Pranala luar
  6. Referensi

Artikel Terkait

Alat musik tradisional Korea

Alat musik tradisional Korea adalah kumpulan alat musik dari Korea yang jumlahnya lebih dari 60 jenis. Alat-alat musik ini sebagian besar masih dimainkan

Musik Korea

Musik tradisional Korea adalah jenis musik yang dimainkan oleh rakyat Korea dengan menggunakan alat-alat musik Korea, baik di Korea Utara maupun Korea Selatan

Harpa pedal

dapat dimainkan sendiri, sebagai bagian dari ansambel kamar, atau dalam orkestra. Biasanya memiliki 47 senar dengan tujuh senar per oktaf, memberikan jangkauan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026