Cycas riuminiana, secara umum dikenal sebagai Arayat pitogo atau pitogo, merupakan spesies sikad yang endemik di Pulau Luzon, Filipina. Tanaman ini secara lokal dikenal sebagai bayit dalam bahasa Tagalog, sawang dalam bahasa Iloko, dan nama-nama lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Cycas riuminiana | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Cycadophyta |
| Kelas: | Cycadopsida |
| Ordo: | Cycadales |
| Famili: | Cycadaceae |
| Genus: | Cycas |
| Spesies: | C. riuminiana |
| Nama binomial | |
| Cycas riuminiana Porte ex Regel | |
| Sinonim[2] | |
| |
Cycas riuminiana, secara umum dikenal sebagai Arayat pitogo atau pitogo, merupakan spesies sikad yang endemik di Pulau Luzon, Filipina. Tanaman ini secara lokal dikenal sebagai bayit dalam bahasa Tagalog, sawang dalam bahasa Iloko, dan nama-nama lainnya.[2]
Terdapat lima subpopulasi Cycas riuminiana yang dapat ditemukan di Filipina.[3]
Daun muda C. riuminiana yang masih menggulung dapat dimakan dan dimasak sebagai sayuran. Biji yang matang memiliki racun, tetapi dapat dihancurkan dan direndam dalam air beberapa kali untuk menghilangkan racunnya sebelum dikeringkan dan diolah menjadi tepung yang digunakan untuk membuat kue kecil atau bubur.[4]