Crème brûlée atau crème brulée, juga dikenal dengan sebutan Trinity cream, adalah sebuah hidangan penutup yang berbahan dasar kustar di atasnya dengan lapisan karamel yang sudah mengeras. Biasanya disajikan sedikit dingin; suhu panas dari proses karamelisasi cenderung menghangatkan bagian atas puding, sementara bagian tengahnya tetap dingin. Kustar secara tradisional dibumbui dengan vanila dalam masakan Prancis, tetapi bisa ditambahkan perasa lain. Kadang-kadang dihiasi dengan buah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Crème brûlée | |
|---|---|
| Sajian | Makanan penutup |
| Daerah | Prancis, Inggris, Spanyol, Belanda, Portugal |
| Suhu penyajian | Suhu kamar |
| Bahan utama | Krim, gula, telur atau kuning telur, vanila |
Crème brûlée atau crème brulée (/ˌkrɛm bruːˈleɪ/; pengucapan bahasa Prancis: [kʁɛm bʁy.le]), juga dikenal dengan sebutan Trinity cream,[1][2] adalah sebuah hidangan penutup yang berbahan dasar kustar di atasnya dengan lapisan karamel yang sudah mengeras. Biasanya disajikan sedikit dingin; suhu panas dari proses karamelisasi cenderung menghangatkan bagian atas puding, sementara bagian tengahnya tetap dingin. Kustar secara tradisional dibumbui dengan vanila dalam masakan Prancis, tetapi bisa ditambahkan perasa lain. Kadang-kadang dihiasi dengan buah.
Asal muasal Crème brûlée hingga saat ini masih menjadi perdebatan, baik Inggris, Spanyol dan Perancis masing-masing mengeklaim sebagai tempat hidangan ini berasal. Resep Crème Brûlée yang pertama kali diterbitkan dengan format yang mirip versi modernnya dapat ditemukan buku masakan Perancis “Le Cuisinier Royal et Bourgeois” yang ditulis oleh Francois Massialot, koki yang bekerja di istana Versailles, pada tahun 1691.[3]
Definisi kamus crème brûlée di Wikikamus