Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gagak banggai

Gagak banggai atau dalam bahasa Banggai disebut kuuyak adalah jenis burung gagak dari famili corvidae yang ada di Indonesia. Gagak ini terdaftar sebagai Spesies Kritis oleh IUCN dan pernah dianggap punah, tetapi akhirnya ditemukan kembali pada survei di Pulau Peleng pada 2007/2008.

spesies burung
Diperbarui 16 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gagak banggai
Gagak banggai
Status konservasi

Kritis  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Corvidae
Genus:
Corvus
Spesies:
C. unicolor
Nama binomial
Corvus unicolor
(Rothschild & Hartert, 1900)
Sinonim

Corvus enca unicolor
Gazzola unicolor

Artikel takson sembarang

Gagak banggai (Corvus unicolor) [1] atau dalam bahasa Banggai disebut kuuyak[2] adalah jenis burung gagak dari famili corvidae yang ada di Indonesia. Gagak ini terdaftar sebagai Spesies Kritis oleh IUCN dan pernah dianggap punah, tetapi akhirnya ditemukan kembali pada survei di Pulau Peleng pada 2007/2008.

Deskripsi

Biasanya gagak ini diangap sebagai subspesies dari Corvus enca, tetapi bulunya yang hitam legam menyerupai gagak Piping secara keseluruhan. Banggai merupakan gagak yang berukuran sedang dengan panjang 39 cm dan benar-benar hitam dengan iris mata yang gelap dan ekor pendek.[3]

Selama lebih dari satu abad gagak Banggai hanya ditemukan dua spesies yang ada di sebuah pulau tidak dikenal di kepulauan Banggai antara 1884/1885. Kunjungan ke kepulauan ini pada 1991 dan 1996 tidak temukan lagi burung gagak Banggai, sehingga orang menganggap burung ini telah punah. Selama survei yang dilakukan antara 2007-2008 yang sebagian dibiyayai oleh Zoological Society for the Conservation of Species and Populations (Jerman), burung ini berulang kali terlihat di pulau Peleng.[4] Dan ornitologis Indonesia Muhammad Indrawan memfoto dua spesies banggai tersebut.[5] Total penduduk di pulau ini diperkirankan sekitar 500 orang, tinggal di hutan pegunungan pada ketinggian di atas 500 m.[4] Penurunan populasi gagak Banggai disebabkan karena hilangnya habitat dan degradasi seperti pertanian dan ekstrasi.

Burung ini tetap menjadi teka-teki untuk waktu yang lama. Terdaftar sebagai spesies rentan pada 1994 pada IUCN Red List, burung ini berstatus sebagai rentan pada 2000. Dan pada 2006, gagak ini lebih lanjut terdaftar sebagai satwa mungkin punah. Untung hal ini tidak benar dan statusnya diganti lagi menjadi kritis pada 2007 Red List.[6]

Lihat pula

  • Capungan banggai

Catatan kaki

  1. ↑ "Arti kata Gagak banggai". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  2. ↑ "Arti kata kuuyak". Kamus Banggai-Indonesia. Diakses tanggal 2024-12-23.
  3. ↑ Vaurie (1958), Madge & Burn (1994).
  4. 1 2 Association for the Conservation of Threatened Parrots
  5. ↑ ZGAP Mitteilungen 23/2 (2008), pp. 13-14 (German)
  6. ↑ See Collar et al. (2001), BirdLife International (2004, 2007a,b).

Referensi

  • Association for the Conservation of Threatened Parrots. Status and biology of the Banggai Crow (Corvus unicolor). Diarsipkan 2009-06-28 di Wayback Machine. Accessed 19-06-2009
  • "Corvus unicolor". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. 2009. Diakses tanggal 19 June 2009. ; ;
  • BirdLife International (2009): Banggai Crow - BirdLife Species Factsheet. Retrieved 2009-JUN-19.
  • Collar, Nigel J.; Andreev, A. V.; Chan, S.; Crosby, M. J.; Subramanya, S. & Tobias, J. A. (eds.) (2001): Banggai Crow. In: Threatened Birds of Asia: The BirdLife International Red Data Book: 2415-2416. BirdLife International.ISBN 0-946888-44-2 HTML fulltext Diarsipkan 2007-09-30 di Wayback Machine.
  • Madge, Steve & Burn, Hilary (1994): Crows and jays: a guide to the crows, jays and magpies of the world. A&C Black, London.ISBN 0-7136-3999-7
  • Vaurie, Charles (1958): Remarks on some Corvidae of Indo-Malaya and the Australian region. American Museum Novitates 1915: 1-13. PDF fulltext Diarsipkan 2007-06-22 di Wayback Machine.

Pranala luar

  • ARKive - Specimen photo Diarsipkan 2007-06-23 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Corvus unicolor
  • Wikidata: Q795512
  • Wikispecies: Corvus unicolor
  • ARKive: corvus-unicolor
  • BirdLife: 22705953
  • BOW: bancro1
  • CoL: YNJQ
  • eBird: bancro1
  • EoL: 916257
  • GBIF: 2482469
  • iNaturalist: 8044
  • IRMNG: 10217265
  • ITIS: 559517
  • IUCN: 22705953
  • NCBI: 1196317
  • Observation.org: 75424
  • Open Tree of Life: 872547
  • Xeno-canto: Corvus-unicolor


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Lihat pula
  3. Catatan kaki
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026