Cornelis Wowor, MA. merupakan seorang tokoh yang sangat dikenal di kalangan pemeluk agama Buddha. Ia pernah menjadi seorang bhikkhu dan juga banyak mengisi sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Cornelis Wowor | |
|---|---|
| Lahir | (1948-12-05)5 Desember 1948 |
| Meninggal | 01 Maret 2018 Jakarta |
| Pekerjaan | Pejabat |
Cornelis Wowor, MA. merupakan seorang tokoh yang sangat dikenal di kalangan pemeluk agama Buddha. Ia pernah menjadi seorang bhikkhu dan juga banyak mengisi sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.[1]
Cornelis Wowor dilahirkan di Tomohon, Sulawesi Utara pada tanggal 5 Desember 1948. Ia merupakan putra seorang Purnawirawan ABRI, yaitu Alm. Alexander Wowor dan ibunya bernama Alm. Emma Pangemanan.[1]
Cornelis Wowor pernah menjalani kehidupan sebagai seorang bhikkhu dari tahun 1972 -1980 dengan nama Bhikkhu Aggabalo.[1]
Selepas menjalani kehidupan kebhikkhuan, Cornelis Wowor menikah pada tanggal 2 Januari 1981 dengan Lila Dewi Limartha dan dikaruniai dua orang putra yaitu Vijjayano dan Ariyamano.[1]
Cornelis Wowor meniti karier di Direktorat Urusan Agama Buddha Departemen Agama RI sejak tahun 1986 sebagai staf. Kariernya yang selanjutnya adalah sebagai berikut:[1]
Di samping sebagai penulis buku-buku agama Buddha, Cornelis Wowor juga dikenal sebagai Penceramah Dharma atau Dharmaduta. Di era kepemimpinannya sebagai Direktur Urusan Agama Buddha, ia berhasil didirikan Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa Batu, Sekolah Tinggi Agama Buddha Syailendra Kopeng Semarang, Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta, dan Sekolah Tinggi Agama Buddha Sriwijaya Tangerang, Banten yang akhirnya dapat menjadi satu-satunya STAB Negeri di Indonesia saat ini.[1]