Coprinellus micaceus adalah spesies jamur umum yang tersebar luas di Amerika Utara, biasanya tumbuh di dalam kayu yang membusuk. Jamur ini dapat ditemukan ketika musim semi sampai awal musim dingin. Muncul dalam rumpun kecil hingga menengah. Ia dapat dikenali dari butiran-butiran halus seperti mika yang menghiasi tudung barunya, meskipun hujan sering menghilangkannya. Warnanya bervariasi, tetapi biasanya berwarna cokelat madu atau kuning. Jamur ini dapat dimakan, tetapi berpotensi beracun jika dikumpulkan dari pinggir jalan atau tanah yang tercemar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Coprinellus micaceus | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. micaceus |
| Nama binomial | |
| Coprinellus micaceus | |
| Sinonim | |
|
Agaricus micaceus Bull. | |


Coprinellus micaceus adalah spesies jamur umum yang tersebar luas di Amerika Utara, biasanya tumbuh di dalam kayu yang membusuk.[1] Jamur ini dapat ditemukan ketika musim semi sampai awal musim dingin. Muncul dalam rumpun kecil hingga menengah.[2] Ia dapat dikenali dari butiran-butiran halus seperti mika yang menghiasi tudung barunya, meskipun hujan sering menghilangkannya. Warnanya bervariasi, tetapi biasanya berwarna cokelat madu atau kuning.[1] Jamur ini dapat dimakan, tetapi berpotensi beracun jika dikumpulkan dari pinggir jalan atau tanah yang tercemar.[2]
Coprinellus micaceus pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh Jean Baptiste Francois Pierre Bulliard—seorang ahli botani Prancis—pada tahun 1786, yang kemudian memberinya nama ilmiah yaitu Agaricus micaceus. Elias Magnus Fries, seorang ahli mikologi Swedia, mengganti nama jamur ini sebagai Coprinus micaceus. Pada tahun 2001, dari hasil analisis molekuler (DNA), spesies Coprinus micaceus dipindahkan ke genus Coprinellus.[2]
Kata Coprinellus memiliki arti bahwa genus jamur ini tampaknya atau dianggap mirip dengan jamur dalam genus Coprinus, yang secara harfiah berarti 'hidup di atas kotoran'. Hal itu berlaku untuk beberapa jamur, tetapi tidak terlalu cocok untuk C. micaceus dan beberapa spesies Coprinellus lainnya.[2]
Kata micaceus memiliki arti 'mirip dengan butiran garam (mika)' dan mengacu pada butiran-butiran kecil di atas tudung jamur berusia muda. Pada cuaca basah dan berhujan, butiran-butiran itu terkadang menghilang.[2]
Di Amerika, C. micaceus sering disebut sebagai Inky Cap atau Inky-cap.[2]
C. micaceus tersebar luas di Amerika Utara.[1] Namun, ia juga umum ditemukan di Britania Raya, Irlandia, dan seluruh Eropa. Sebagian besar ditemukan di Asia, Amerika Selatan, dan Australia. Biasanya muncul dalam kelompok yang besar, sangat jarang ditemukan soliter.[2]
Habitat C. micaceus berada di tunggul atau didekatnya, dapat juga ditemukan di kayu busuk, atau kayu yang terkubur.[3]
Tudung C. micaceus memiliki lebar 2–5 cm, berbentuk silinder ke oval dan mengerucut sampai akhirnya berbentuk seperti lonceng; berwarna kuning kecokelatan, ditutupi butiran-butiran berkilau; dagingnya tipis, lunak, dan putih.[4]
Lamela berlekuk, menutup; berwarna putih-merah muda sampai akhirnya menghitam.[4]
Tangkai berwarna putih kecoklatan di bagian pangkal, diameter 2–5 mm, dan tinggi 4–10 cm.[2]
Spora berukuran 7,5-10 x 3-5 μm, berbentuk bulat panjang, halus dengan pori kuman apikal. Cetak spora berwarna hitam.[4]