COMAC C929 adalah sebuah pesawat berbadan lebar bermesin ganda yang sedang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Pesawat ini merupakan kelanjutan dari program CRAIC CR929 setelah Rusia mundur dari perusahaan patungan tersebut. C929 dirancang untuk bersaing dengan pesawat sejenis seperti Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A330neo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| COMAC C929 | |
|---|---|
Model C929 di Singapore Airshow 2024 | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Pesawat berbadan lebar |
| Pabrikan | COMAC |
| Status | Dalam pengembangan (tahap desain dan pengujian) |
| Sejarah | |
| Tanggal perkenalan | Direncanakan tahun 2030-an |
COMAC C929 adalah sebuah pesawat berbadan lebar (wide-body aircraft) bermesin ganda yang sedang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Pesawat ini merupakan kelanjutan dari program CRAIC CR929 setelah Rusia (melalui United Aircraft Corporation) mundur dari perusahaan patungan tersebut. C929 dirancang untuk bersaing dengan pesawat sejenis seperti Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A330neo.[1]
C929 awalnya merupakan program patungan antara COMAC dan UAC Rusia yang dikenal sebagai CR929. Namun, setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 dan sanksi internasional berikutnya, Rusia secara efektif menarik diri dari proyek tersebut. COMAC kemudian melanjutkan program secara independen dan mengganti namanya menjadi C929 pada tahun 2023.[2]
Pada bulan Februari 2026, COMAC dilaporkan mempercepat fase desain dan pengujian C929. Perusahaan ini mengerahkan sumber dayanya dan memobilisasi para pemangku kepentingan untuk meluncurkan C929 sesuai jadwal atau bahkan lebih cepat.[1]
Beberapa perkembangan penting pada periode ini meliputi:
COMAC telah memamerkan model C929 di berbagai ajang internasional, termasuk Singapore Airshow. Delegasi COMAC memprioritaskan calon pelanggan potensial dari Asia Tenggara, dengan peserta dari Indonesia termasuk di antara mereka yang tertarik.[1]
C929 dirancang sebagai pesawat berbadan lebar kelas menengah (medium widebody) yang dapat menampung sekitar 280 hingga 400 penumpang, tergantung pada konfigurasi kabin (biasanya 9 kursi sejajar).[1][2] Pesawat ini memiliki jangkauan sekitar 12.000 km (6.500 mil laut) dan diperkirakan akan menggunakan lebih dari 50% material komposit ringan pada badan pesawatnya untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.[2]
C929 akan ditenagai oleh mesin turbofan CJ-2000 yang dikembangkan secara domestik oleh AECC (Aero Engine Corporation of China). Mesin ini merupakan versi yang lebih besar dari CJ-1000 yang digunakan untuk COMAC C919.
Pada bulan Januari 2026, mesin CJ-2000 mencapai tonggak sejarah penting dengan berhasil mencapai daya dorong sebesar 35,2 ton (70.400 lbf) dalam pengujian. Angka ini menempatkan mesin tersebut pada kelas performa yang sama dengan General Electric GEnx (penggerak Boeing 787) dan Rolls-Royce Trent 1000.[2] Mesin ini memiliki rasio bypass yang besar (12:1) dan pengujian darat awal dimulai pada tahun 2020, dilanjutkan dengan uji daya penuh di bangku uji ketinggian pada tahun 2025.[2]
Hingga awal tahun 2026, C929 masih dalam tahap desain dan pengujian awal. Jadwal yang dipublikasikan menargetkan:
Air China telah menandatangani perjanjian kerangka kerja pada bulan November 2024, yang membuka jalan bagi maskapai tersebut untuk menjadi peluncur (launch customer) C929.[2]