Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiClonorchiasis
Artikel Wikipedia

Clonorchiasis

Clonorchiasis adalah penyakit menahun yang menyerang bagian saluran antara hati dan empedu, disebabkan oleh cacing-cacing clonorchis sinensis

Wikipedia article
Diperbarui 27 Mei 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Clonorchiasis
Clonorchiasis
SpesialisasiPenyakit menular, medical parasitology, helminthologist Sunting ini di Wikidata
Differential symptoms of parasite infection by raw fish: Clonorchis sinensis (a trematode/fluke), Anisakis (a nematode/roundworm) and Diphyllobothrium a (cestode/tapeworm),[1] all have gastrointestinal, but otherwise distinct, symptoms.[2][3][4][5]

Clonorchiasis adalah penyakit menahun yang menyerang bagian saluran antara hati dan empedu, disebabkan oleh cacing-cacing clonorchis sinensis[6]

Manusia terinfeksi melalui makanan ikan tawar mentah yang mengandung kista cacing tersebut.[6] Siklus: Cacing dewasa meletakkan telur-telurnya di dalam saluran empedu yang dikeluarkan tubuh melalui kotoran.[6] Cacing tersebut mempunyai dua tuan-rumah-antara.[6]

Gejala penyakit clonorchiasis agak sulit dideteksi karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.[6] Gejala yang terjadi nyaris terjadi pada penyakit-penyakit biasa, antara lain termasuk: perut tidak nyaman atau sakit, diare.[4] Namun pada penderita clonorchiasis yang telah parah, ia akan mengalami pelemahan fisik dan berat badannya akan menurun drastis.[4] Gejala sebagian besar berupa sakit ringan, termasuk hilangnya nafsu makan, mual, diare dan sensasi tekanan perut atau sakit; jarang terjadi obstruksi saluran empedu. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kuning diikuti oleh sirosis, pembesaran dan pelunakan hati, asites progresif dan edema; kolangitis, chloelithiasis, dan pankreatitis dapat berkembang dari infeksi kronis; faktor risiko yang signifikan untuk pengembangan cholangiocarcinoma.[2] Penularan penyakit ini telah diketahui di China bagian tenggara, tetapi kemudian menyebar ke seluruh negeri antara lain terjadi di Jepang, Taiwan, Korea, Laos, Kamboja dan Vietnam.[2] Penyandang penyakit ini palin tinggi di antara mereka yang berusia lebih dari 40; kasus biasanya didokumentasikan di Amerika Utara, terutama diimpor oleh imigran Asia.[2]

Rujukan

  1. ↑ WaiSays: About Consuming Raw Fish Diakses pada 14 April 2009
  2. 1 2 3 4 For Chlonorchiasis: Public Health Agency of Canada - Clonorchis sinensis - Material Safety Data Sheets (MSDS) Diakses pada 14 April 2009
  3. ↑ For Anisakiasis: WrongDiagnosis: Symptoms of Anisakiasis Diakses pada 14 April 2009
  4. 1 2 3 For Diphyllobothrium: MedlinePlus > Diphyllobothriasis Updated by: Arnold L. Lentnek, MD. Diakses pada 14 April 2009
  5. ↑ For symptoms of diphyllobothrium due to vitamin B12-deficiency University of Maryland Medical Center > Megaloblastic (Pernicious) Anemia Diarsipkan 2011-11-26 di Wayback Machine. diakses pada 14 April 2009
  6. 1 2 3 4 5 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 684

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Prazikuantel

senyawa kimia

Opisthorchiidae

viverrini, dan Opisthorchis felineus yang merupakan penyebab penyakit clonorchiasis. Beberapa spesies merupakan parasit pada ikan yang penting secara ekonomi

Opisthorchiasis

oleh sitokin anti-peradangan. Gejala umum yang terjadi sama dengan clonorchiasis yang disebabkan oleh parasit Clonorchis. Gejala umum yang dirasakan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026