Bunga Menur adalah salah satu jenis bunga melati yang juga dikenal sebagai bunga Melati Susun (Clerodendrum chinense).
Bunga Menur ini juga dikenal sebagai Chinese glory bower, Fragrant Clerodendrum, Stickbush, Wild Jasmine (dalam bahasa Inggris), atau bunga pagoda, (Clerodendrum Chinense (Osbeck) Mabb.) merupakan tanaman semak setinggi sekitar 1,5 meter. Daunnya berbentuk oval hingga elips, berukuran besar, berwarna hijau, permukaannya halus, dan ujungnya meruncing. Bunganya tumbuh berkelompok dengan kelopak berwarna putih. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias dan dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat.[2]
Bunga Menur ini disebut juga sebagai Chinese Glory Bower meskipun memiliki nama yang berbeda, beberapa jenis Chinese glory bower (Clerodendrum spp.) sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat yaitu :
- Genus yang Sama: Keduanya termasuk dalam genus tumbuhan yang sama, yaitu Clerodendrum, Ini berarti mereka memiliki kesamaan karakteristik botani meskipun merupakan spesies yang berbeda.
- Nama Umum yang Tumpang Tindih: Nama "Chinese glory bower" sering digunakan untuk merujuk pada Clerodendrum chinense, yang merupakan nama ilmiah untuk bunga menur atau melati susun. Jadi, dalam banyak kasus, kedua sebutan ini merujuk pada tanaman yang sama.
- Karakteristik yang Mirip: Beberapa spesies Clerodendrum, termasuk Clerodendrum chinense dan Clerodendrum fragrans (yang juga sering disebut Chinese glory bower), memiliki bunga yang tersusun dalam kelompok-kelompok yang indah dan memiliki aroma yang harum. Inilah mengapa mereka memiliki kemiripan dalam nama umum yang mengacu pada keindahan ("glory") bunganya.
Bunga menur atau bunga melati susun memiliki hubungan yang sangat erat dengan Fragrant Clerodendrum. yaitu :
- Nama Latin yang Sama (Dahulu): Dahulu, Fragrant Clerodendrum dikenal dengan nama latin Clerodendrum fragrans. Namun, berdasarkan penelitian taksonomi terbaru, Clerodendrum fragrans sering dianggap sebagai sinonim dari Clerodendrum chinense.
- Clerodendrum chinense adalah Bunga Menur: Clerodendrum chinense adalah nama ilmiah untuk bunga menur atau melati susun. Jadi, secara botani, Fragrant Clerodendrum sering kali merujuk pada tanaman yang sama dengan bunga menur.
- Nama Umum yang Mirip: Kedua nama, "Fragrant Clerodendrum" dan "bunga menur" (yang terkenal dengan keharumannya), sama-sama menyoroti aroma wangi yang kuat dari bunga ini.
- Deskripsi Fisik yang Serupa: Baik bunga menur maupun Clerodendrum fragrans (dalam pengertiannya sebagai sinonim C. chinense) memiliki ciri-ciri bunga yang bertumpuk atau tersusun dalam kelompok padat dan mengeluarkan aroma yang sangat harum, terutama di malam hari.
Hubungan antara bunga menur atau bunga melati susun (Clerodendrum chinense) dengan "Stickbush" tidaklah langsung dan jelas. Istilah "Stickbush" adalah nama umum yang bisa merujuk pada beberapa jenis tumbuhan yang berbeda, terutama yang memiliki ciri-ciri batang yang tegak dan sering kali tampak seperti ranting atau tongkat kecil.
Berikut beberapa kemungkinan mengapa istilah "Stickbush" mungkin dikaitkan (walaupun tidak secara botani atau umum):
- Penampilan Batang: Beberapa spesies dalam genus Clerodendrum, termasuk bunga menur, memiliki batang yang berkayu dan bisa terlihat seperti sekumpulan ranting atau "sticks", terutama saat masih muda atau belum terlalu rimbun. Namun, ini hanyalah deskripsi fisik umum dan tidak spesifik untuk Clerodendrum chinense saja. Banyak tumbuhan berkayu memiliki karakteristik batang seperti ini.
- Penggunaan Lokal atau Tradisional: Di beberapa daerah atau dalam penggunaan tradisional tertentu, bunga menur atau bagian dari tanaman Clerodendrum chinense mungkin memiliki nama lokal atau digunakan untuk tujuan tertentu yang secara deskriptif mengarah pada istilah "Stickbush". Tanpa konteks geografis atau budaya yang spesifik, sulit untuk memastikan apakah ada kaitan seperti ini.
- Kesalahan Identifikasi: Mungkin terjadi kesalahan identifikasi di mana seseorang secara keliru menyebut bunga menur sebagai "Stickbush" karena kemiripan visual yang dangkal dengan tanaman lain yang memang dikenal dengan nama tersebut.
- Nama Umum Regional yang Tidak Lazim: Sangat mungkin bahwa di wilayah geografis tertentu, ada nama umum lokal untuk Clerodendrum chinense yang diterjemahkan atau terdengar mirip dengan "Stickbush". Namun, nama umum yang paling dikenal untuk Clerodendrum chinense adalah bunga menur atau melati susun.Hubungan antara bunga menur atau bunga melati susun (Clerodendrum chinense) dengan "Wild jasmine" cukup menarik karena melibatkan kemiripan visual dan aroma, meskipun secara botani mereka tidak selalu berkerabat dekat. Berikut penjelasannya :
- Kemiripan Aroma: Bunga menur dikenal memiliki aroma yang harum dan manis, terutama di malam hari. Aroma ini sering kali diasosiasikan dengan aroma bunga melati (genus Jasminum). Inilah salah satu alasan mengapa orang mungkin secara awam menganggapnya sebagai "wild jasmine" atau melati liar.
- Kemiripan Visual: Beberapa spesies Clerodendrum, termasuk Clerodendrum chinense, memiliki bunga berwarna putih atau sedikit kemerahan yang tersusun dalam kelompok-kelompok. Sekilas, tampilan ini bisa menyerupai beberapa jenis melati liar yang juga memiliki bunga putih berkelompok.
- Penggunaan Nama Umum yang Tidak Tepat: Dalam percakapan sehari-hari atau di tingkat lokal, orang mungkin menggunakan istilah "wild jasmine" secara longgar untuk merujuk pada tumbuhan liar yang memiliki bunga harum dan berwarna putih, tanpa memperhatikan klasifikasi botani yang sebenarnya. Dalam konteks ini, bunga menur yang tumbuh liar mungkin saja disebut demikian.
- Tidak Berkerabat Dekat Secara Botani: Penting untuk ditekankan bahwa secara botani, bunga menur (Clerodendrum chinense) termasuk dalam famili Lamiaceae (dulu Verbenaceae), sedangkan melati sejati (genus Jasminum) termasuk dalam famili Oleaceae. Meskipun keduanya memiliki bunga yang harum, mereka berada dalam kelompok taksonomi yang berbeda.
Hubungan antara bunga menur atau bunga melati susun (Clerodendrum chinense) dengan "bunga pagoda" sangat erat, bahkan bisa dikatakan merujuk pada tanaman yang sama atau sangat mirip.
Istilah "bunga pagoda" sering kali digunakan sebagai nama umum untuk beberapa spesies dalam genus Clerodendrum yang memiliki struktur perbungaan yang khas, menyerupai bentuk pagoda atau piramida bertingkat. Salah satu spesies yang paling sering disebut sebagai bunga pagoda adalah Clerodendrum paniculatum.
Namun, ada kemungkinan bahwa Clerodendrum chinense (bunga menur atau melati susun) juga termasuk dalam kelompok tanaman yang secara umum disebut "bunga pagoda", terutama karena struktur perbungaannya yang padat dan bertingkat, meskipun mungkin tidak sespektakuler Clerodendrum paniculatum.
Berikut poin-poin yang menjelaskan hubungannya:
- Genus yang Sama: Keduanya termasuk dalam genus Clerodendrum, yang berarti mereka memiliki karakteristik botani yang serupa.
- Struktur Perbungaan yang Mirip: Baik bunga menur maupun spesies Clerodendrum lain yang disebut bunga pagoda memiliki struktur perbungaan yang kompleks dan bertingkat, meskipun detailnya mungkin berbeda. Bunga menur memiliki kelompok bunga yang padat dan bertumpuk, yang bisa diinterpretasikan menyerupai bentuk pagoda yang lebih sederhana.
- Nama Umum yang Tumpang Tindih: Di berbagai daerah, nama umum untuk spesies Clerodendrum bisa bervariasi. Ada kemungkinan bahwa di beberapa tempat, Clerodendrum chinense juga dikenal atau dimasukkan dalam kategori "bunga pagoda" karena kemiripan struktur perbungaannya dengan spesies lain yang lebih dikenal dengan nama itu.
- Clerodendrum paniculatum sebagai Contoh Utama Bunga Pagoda: Spesies Clerodendrum paniculatum adalah contoh klasik dari "bunga pagoda" dengan struktur perbungaan yang sangat mencolok dan menyerupai atap pagoda bertingkat. Meskipun berbeda spesies dengan bunga menur, keduanya berbagi genus dan kemiripan dalam arsitektur bunganya.
_________________________________________________________________________________________________________
Kandungan senyawa
Melati susun menghasilkan senyawa flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Flavonoid yang termasuk golongan senyawa fenol dapat ditemukan pada semua bagian tanaman termasuk daun, akar, kulit, bunga dan biji.[3]
Pemanfaatan
Secara etnomedis, tanaman ini penting untuk pengobatan berbagai penyakit karena peran senyawa aktif biologisnya.
Cara penggunaannya oleh masyarakat dan pengobat tradisional di Kepulauan Yapen yaitu daun dan batang dibersihkan dan dicuci, lalu dikeringkan, dan selanjutnya digerus atau dihaluskan menggunakan campuran minyak kelapa murni.[2]
Manfaat atau kegunaan tumbuhan ini bagi masyarakat tersebut adalah sebagai obat urut untuk mengatasi keseleo atau bahkan patah tulang. Aktivitas farmakologis dari tumbuhan ini, yaitu seluruh tumbuhan ini digunakan untuk menyembuhkan reumatik, demam, hipertensi, batuk, paru-paru basah, penyakit kulit, nyeri otot dan disentri.[2]
Referensi
|
|---|
| Clerodendrum chinense | |
|---|
| Cryptanthus chinensis | |
|---|