Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiClara Sumarwati
Artikel Wikipedia

Clara Sumarwati

Clara Sumarwati adalah pendaki gunung asal Indonesia. Clara mencatatkan diri sebagai pendaki gunung wanita dari Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1996.

Atlet wanita Indonesia
Diperbarui 4 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Clara Sumarwati" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2025)
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (Oktober 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infobox orangClara Sumarwati
Biografi
Kelahiran6 Juli 1967 Suntingan nilai di Wikidata
Yogyakarta Suntingan nilai di Wikidata
Kematian2 Oktober 2025 Suntingan nilai di Wikidata (58 tahun)
Mantrijeron Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Atma Jaya Yogyakarta Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanatlet Suntingan nilai di Wikidata

Clara Sumarwati (6 Juli 1967 – 2 Oktober 2025) adalah pendaki gunung asal Indonesia. Clara mencatatkan diri sebagai pendaki gunung wanita dari Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai puncak Everest pada tahun 1996.

Masa Kecil dan Pendidikan

Clara adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara pasangan Marcus Mariun dan Ana Suwarti. Cita-cita Clara sewaktu kecil adalah menjadi ahli hukum, tetapi ia tidak bisa menolak ketika kakak laki-lakinya menyekolahkannya di Universitas Atmajaya jurusan Psikologi Pendidikan.

Karier kependakian gunung

Saat kuliah ia ingin menjadi pembimbing dan guru konseling di SMU. Namun, begitu lulus universitas pada tahun 1990, haluannya sama sekali berubah ketika ia gabung dengan ekspedisi pendakian gunung ke puncak Annapurna IV (7.535 meter) di Nepal. Rekannya, Aryati, berhasil mencatatkan diri sebagai perempuan Asia pertama yang mencapai puncak itu pada tahun 1991. Pada Januari 1993, Clara bersama tiga pendaki putri Indonesia lainnya mencapai puncak Aconcagua (6.959 meter) di pegunungan Andes, Amerika Selatan.

Mencapai Puncak Everest

Sebenarnya pendakian Everest tahun 1996 itu bukan ekspedisi Everest yang pertama bagi Clara. Pada tahun 1994, ia bersama lima orang dari tim PPGAD (Perkumpulan Pendaki Gunung Angkatan Darat) berangkat tetapi hanya mampu mencapai ketinggian 7.000 meter karena terhadang kondisi medan yang teramat sulit dan berbahaya di jalur sebelah selatan Pegunungan Himalaya (lazim disebut South Col). Kegagalan mencapai puncak ini justru membuat Clara Sumarwati semakin penasaran dan bercita-cita untuk mengibarkan Merah-Putih di puncak Everest pada 17 Agustus 1995, tepat 50 tahun Indonesia merdeka. Sebanyak 12 perusahaan ia hubungi waktu itu untuk mendapatkan sponsor. Biaya yang ia perlukan tidak sedikit, mencapai Rp 500 juta, karena memang segitulah biaya yang harus dikeluarkan siapa pun yang ingin mencapai puncak Everest waktu itu. Tidak ada jawaban. Menurut Clara, bahkan ada pihak perusahaan yang meragukan kemampuannya sehingga enggan memberi sponsor.

Salah satu pihak yang ia hubungi untuk sponsor adalah Panitia Ulang Tahun Emas Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dibawahi Sekretariat Negara. Clara dipanggil menghadap pada bulan Agustus 1995 dan mendapat konfirmasi bahwa Pemerintah bersedia mensponsori ekspedisinya. Serta-merta Clara menjadwal-ulang ekspedisi yang seharusnya memancang bendera Indonesia pada tahun 1995. Ia mencanangkan ekspedisi berangkat pada tahun berikutnya, pada bulan Juli 1996. Ternyata pengunduran jadwal itu mempunyai makna tersendiri karena pada tahun 1995 itu terjadi badai dahsyat di Himalaya yang menewaskan 8 pendaki dari berbagai negara.

Akhirnya Clara Sumarwati menjadikan dirinya orang Asia Tenggara yang pertama sampai di puncak Everest, yaitu pada tanggal 26 September 1996. Namanya dan tanggal pencapaiannya tercatat antara lain di buku Everest karya Walt Unsworth (1999), Everest: Expedition to the Ultimate karya Reinhold Messner (1999) dan website EverestHistory.com, sebuah referensi andal akan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendakian gunung di dunia.

Clara tinggal di kawasan Mantijeron, Yogyakarta. Ia aktif sebagai pembimbing dan narasumber di sejumlah komunitas pecinta alam dan pendaki gunung. Pada tahun 2019, pengalaman Clara ditulis dalam buku Indonesia Menjejak Everest karya Furqon Ulya Himawan.

Kesangsian

Kesangsian akan peristiwa bersejarah yang dicatatnya itu datang dari berbagai pihak di tanah air, semata-mata karena dianggap tidak memberi cukup bukti, contohnya seperti foto yang menunjukkan ia memegang bendera yang tertancap di puncak. Namun di berbagai sumber pencatatan dunia, Clara diakui sebagai pemuncak Everest ke-836. Masyarakat pendaki gunung internasional pun sudah maklum bahwa Clara adalah orang Indonesia dan juga orang Asia Tenggara pertama yang sampai ke puncak Everest.

Masuk rumah sakit jiwa

Prestasinya yang diragukan dan tidak diakui oleh negara membuat Clara mengalami depresi. Dia pertama kali masuk dan dirawat di RSJ pada 1997. Selama di RSJ, dia kerap bercerita bahwa dia pernah mendaki Gunung Everest. Namun, ceritanya kerap diabaikan oleh para tenaga medis karena dianggap hanya sebagai bagian dari khayalannya.

Prestasi Clara dan keberadaannya sebagai sosok istimewa yang pernah mengharumkan nama bangsa baru terungkap pada bulan Oktober 2009 ketika ada sejumlah tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional. Salah satu aktivitas Poppy adalah mengajar tari di RSJ. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim mengenali sosok Clara.

Kematian

Clara meninggal dunia pada 2 Oktober 2025 di Mantrijeron, Yogyakarta akibat penyakit diabetes.[1]

Referensi

  1. ↑ Serly Putri Jumbadi (2 Oktober 2025). "Kabar Duka, Pendaki Puncak Everest Pertama Indonesia Clara Sumarwati Wafat". Detik.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2025.

Pranala luar

  • (Indonesia) Biografi Clara Sumarwati di langitperempuan.com
  • (Indonesia) "Penemuan" Clara Sumarwati di RSJ
  • (Indonesia) Catatan Clara Sumarwati di everesthistory.com

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa Kecil dan Pendidikan
  2. Karier kependakian gunung
  3. Mencapai Puncak Everest
  4. Kesangsian
  5. Masuk rumah sakit jiwa
  6. Kematian
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Megawati Hangestri Pertiwi

Atlet wanita Indonesia

Daftar tokoh perempuan Indonesia

Daftar tokoh wanita Indonesia di bawah ini berisi nama tokoh-tokoh wanita keturunan bangsa Indonesia baik yang berdomisili di Indonesia maupun di manca

Indonesia

negara di Asia Tenggara dan Oseania

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026