Cinta Bersemi Di Wadi Safiyyah adalah serial drama televisi Malaysia yang disutradarai oleh Shuhaimi Zulkefli dengan naskah oleh Sharifah Abu Salem. Dibintangi oleh Rita Nadira, Aniq Suhair, Aidit Noh dan banyak lagi. Serial ini merupakan adaptasi dari novel Aku Cinta Dia karya Sharifah Abu Salem. Drama ini mulai tayang di Slot Akasia, TV3 bermula 9 Januari 2024, Senin hingga jumat 7 malam.(MST)
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Melayu ke bahasa Indonesia. |
Cinta Bersemi Di Wadi Safiyyah adalah serial drama televisi Malaysia yang disutradarai oleh Shuhaimi Zulkefli dengan naskah oleh Sharifah Abu Salem. Dibintangi oleh Rita Nadira, Aniq Suhair, Aidit Noh dan banyak lagi.[1] Serial ini merupakan adaptasi dari novel Aku Cinta Dia karya Sharifah Abu Salem. Drama ini mulai tayang di Slot Akasia, TV3 bermula 9 Januari 2024, Senin hingga jumat 7 malam.(MST)[2]
| Cinta Bersemi Di Wadi Safiyyah | |
|---|---|
| Genre | |
| Ditulis oleh | Sharifah Abu Salem |
| Sutradara | Shuhaimi Zulkefli |
| Pemeran |
|
| Lagu tema pembuka | "Hanya Tuhan Yang Tahu" oleh Awi Rafael |
| Lagu tema penutup | "Senyawa" oleh Dato' Siti Nurhaliza |
| Negara asal | Malaysia |
| Bahasa asli | Melayu |
| Jml musim | 1 |
| Jml episode | 28 |
| Produksi | |
| Produser eksekutif | Muhammad Norazhar Baharuddin |
| Produser | Haji Md Fadzil Teh |
| Durasi | 42 minit |
| Rumah produksi | Zeel Production |
| Rilis asli | |
| Jaringan | TV3 iQIYI |
| Rilis | 9 Januari – 15 Februari 2024 |
Dania, gadis kota liar, sedang mengandung anak di luar nikah. Alhasil, ayahnya, Datuk Safuan bersikeras agar janinnya diaborsi. Namun karena tak mau menanggung dosa, ibunya, Datin Kay terpaksa mengungsi ke Shelter Wadi Saffiyyah, yaitu tempat penampungan anak perempuan yang memiliki masalah sosial. Selama berada di Wadi Safiyyah, Dania selalu berdoa kepada Tuhan. Meski dosa yang ditanggungnya selama ini tidak mampu mengembalikan pria yang bertanggung jawab atas kehamilannya, ia pasrah. Baginya dia harus terus hidup sampai putranya lahir. Dalam diam, ia berpegang teguh pada sifat-sifat mulia Ustaz Iqbal, salah satu guru di Wadi Safiyyah. Namun, kalau dipikir-pikir, bagaimana mungkin dirinya yang kotor bisa jatuh cinta pada orang mulia seperti Iqbal? Hingga suatu saat ia mendapat hadiah berupa MP3 player dan sebuah al-Quran kecil dari pria tersebut, apa maksudnya? Apakah Iqbal juga mempunyai perasaan yang sama padanya? Iqbal pernah berpesan kepadanya agar ia mencintai Allah dan Rasulnya terlebih dahulu sebelum ia mencintai sesama manusia. Dania merasa khawatir dengan pernyataan tersebut. Takut dia bertepuk tangan dengan satu tangan.[3] [4] [5]