Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCinnotabiʼ
Artikel Wikipedia

Cinnotabiʼ

Cinnotabiʼ, juga dieja Cinnottabiʼ atau Cinnongtabiʼ, adalah sebuah negeri Bugis awal. Negeri ini terbentuk di wilayah yang kelak menjadi pusat Kerajaan Wajo pada awal abad ke-15. Menurut satu tradisi yang tercatat dalam kronik-kronik Wajo, Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang totompo bernama La Matatikkaʼ yang menikahi seorang keturunan tomanurung bernama Lingeʼmanasa. Dalam tradisi lainnya, disebutkan bahwa Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang bangsawan Bugis bernama La Paukkeʼ yang menemukan wilayah subur di pedalaman semenanjung.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Mei 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cinnotabiʼ, juga dieja Cinnottabiʼ atau Cinnongtabiʼ[a], adalah sebuah negeri Bugis awal. Negeri ini terbentuk di wilayah yang kelak menjadi pusat Kerajaan Wajo pada awal abad ke-15.[1] Menurut satu tradisi yang tercatat dalam kronik-kronik Wajo, Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang totompo (orang yang naik dari dunia bawah) bernama La Matatikkaʼ yang menikahi seorang keturunan tomanurung (orang yang turun dari dunia atas) bernama Lingeʼmanasa.[2] Dalam tradisi lainnya, disebutkan bahwa Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang bangsawan Bugis bernama La Paukkeʼ yang menemukan wilayah subur di pedalaman semenanjung.[3]

Bertahun-tahun setelahnya, Cinnotabiʼ diperintah secara bersama-sama oleh La Tenribali (juga dikenal sebagai La Tenriba atau La Tenribabbareng[4]) dan La Tenritippeʼ. Karena perselisihan dengan rakyatnya, kedua penguasa ini pun meninggalkan Cinnotabiʼ, sementara tiga keponakan La Tenribali masing-masingnya mendirikan sebuah pemukiman di wilayah Boliʼ. Orang-orang Boliʼ pun meminta La Tenribali menjadi penguasa mereka, sementara keponakannya La Matareng, La Tenripekka and La Tenritauʼ dijadikan paddanreng yang bertugas memimpin wilayah pemukiman masing-masing. Ketiga pemukiman tersebut menjadi dasar bagi tiga limpo atau wilayah utama dalam negeri baru ini, yang kemudian dikenal dengan nama "Wajo".[2][5] Nama ini, menurut tradisi, didapatkan dari pohon bajoʼ (Macaranga sp.[6]) tempat La Tenribali dan orang-orang Boliʼ mengadakan perjanjian pendirian negeri baru tersebut.[7][8]

Keterangan

  1. ↑ Beserta variasi pengejaan hentian glotal dengan ⟨q⟩, ⟨k⟩, atau tidak ditulis.

Rujukan

  1. ↑ Wellen (2014), hlm. 24.
  2. 1 2 Wellen (2014), hlm. 114.
  3. ↑ Wellen (2014), hlm. 27.
  4. ↑ Abidin (1985), hlm. 399.
  5. ↑ Abidin (1985), hlm. 348, 359, 477–478.
  6. ↑ Abidin (1985), hlm. 403.
  7. ↑ Abidin (1983), hlm. 477–478.
  8. ↑ Wellen (2014), hlm. 25.

Daftar pustaka

  • Abidin, Andi Zainal (1983). "The emergence of early kingdoms in South Sulawesi: A preliminary remark on governmental contracts from the thirteenth to the fifteenth century". Southeast Asian Studies. 20 (4): 455–491.
  • Abidin, Andi Zainal (1985). Wajo' pada Abad XV–XVI: Suatu Penggalian Sejarah Terpendam Sulawesi Selatan dari Lontara. Bandung: Penerbit Alumni. OCLC 12901929.
  • Wellen, Kathryn Anderson (2014). The Open Door: Early Modern Wajorese Statecraft and Diaspora. DeKalb: Northern Illinois University Press. ISBN 9780875807126.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keterangan
  2. Rujukan
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Kerajaan Wajo

kerajaan di Asia Tenggara

La Koro Batara Wajo

sehingga mereka dapat saling mengenal. http://wasobo.blogspot.com/2018/02/cinnotabi-batara-wajo-arung-matowa.html?m=1 https://makassar.tribunnews

La Tadampareʼ

Simetteppola. We Cammekku sendiri adalah cucu dari La Tenri Bali Arung Cinnotabi VI, Arung Penrang I & Batara Wajo I. Dalam LSW dicatat asal muasal La

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026