Cinnotabiʼ, juga dieja Cinnottabiʼ atau Cinnongtabiʼ, adalah sebuah negeri Bugis awal. Negeri ini terbentuk di wilayah yang kelak menjadi pusat Kerajaan Wajo pada awal abad ke-15. Menurut satu tradisi yang tercatat dalam kronik-kronik Wajo, Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang totompo bernama La Matatikkaʼ yang menikahi seorang keturunan tomanurung bernama Lingeʼmanasa. Dalam tradisi lainnya, disebutkan bahwa Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang bangsawan Bugis bernama La Paukkeʼ yang menemukan wilayah subur di pedalaman semenanjung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Cinnotabiʼ, juga dieja Cinnottabiʼ atau Cinnongtabiʼ[a], adalah sebuah negeri Bugis awal. Negeri ini terbentuk di wilayah yang kelak menjadi pusat Kerajaan Wajo pada awal abad ke-15.[1] Menurut satu tradisi yang tercatat dalam kronik-kronik Wajo, Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang totompo (orang yang naik dari dunia bawah) bernama La Matatikkaʼ yang menikahi seorang keturunan tomanurung (orang yang turun dari dunia atas) bernama Lingeʼmanasa.[2] Dalam tradisi lainnya, disebutkan bahwa Cinnotabiʼ didirikan oleh seorang bangsawan Bugis bernama La Paukkeʼ yang menemukan wilayah subur di pedalaman semenanjung.[3]
Bertahun-tahun setelahnya, Cinnotabiʼ diperintah secara bersama-sama oleh La Tenribali (juga dikenal sebagai La Tenriba atau La Tenribabbareng[4]) dan La Tenritippeʼ. Karena perselisihan dengan rakyatnya, kedua penguasa ini pun meninggalkan Cinnotabiʼ, sementara tiga keponakan La Tenribali masing-masingnya mendirikan sebuah pemukiman di wilayah Boliʼ. Orang-orang Boliʼ pun meminta La Tenribali menjadi penguasa mereka, sementara keponakannya La Matareng, La Tenripekka and La Tenritauʼ dijadikan paddanreng yang bertugas memimpin wilayah pemukiman masing-masing. Ketiga pemukiman tersebut menjadi dasar bagi tiga limpo atau wilayah utama dalam negeri baru ini, yang kemudian dikenal dengan nama "Wajo".[2][5] Nama ini, menurut tradisi, didapatkan dari pohon bajoʼ (Macaranga sp.[6]) tempat La Tenribali dan orang-orang Boliʼ mengadakan perjanjian pendirian negeri baru tersebut.[7][8]