Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cenderawasih botak

Cendrawasih botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21 cm, dari marga Cicinnurus. Lebih tepatnya Jantannya dapat mencapai panjang 16 sentimeter dan berat 53–67 g, sementara betinanya dapat mencapai panjang 16 cm, tetapi beratnya 52–60 g. Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

Wikipedia article
Diperbarui 18 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cenderawasih botak
Cendrawasih botak
Status konservasi

Hampir Terancam  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Paradisaeidae
Genus:
Cicinnurus
Spesies:
C. respublica
Nama binomial
Cicinnurus respublica
Bonaparte, 1850
Artikel takson sembarang

Cendrawasih botak atau dalam nama ilmiahnya Cicinnurus respublica adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 21 cm, dari marga Cicinnurus. Lebih tepatnya Jantannya dapat mencapai panjang 16 sentimeter (6,3 inci) (21 cm termasuk ruas tengah) dan berat 53–67 g, sementara betinanya dapat mencapai panjang 16 cm, tetapi beratnya 52–60 g.[1] Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna merah dan hitam dengan tengkuk berwarna kuning, mulut hijau terang, kaki berwarna biru dan dua bulu ekor ungu melingkar. Kulit kepalanya berwarna biru muda terang dengan pola salib ganda hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kulit kepala biru muda.

Endemik Indonesia, Cendrawasih botak hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat. Pakan burung Cendrawasih Botak terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga kecil.

Musim kawin cenderawasih botak terjadi sebanyak dua kali dalam satu tahunnya. Musim kawin pertama terjadi antara bulan Mei dan Juni, dan kedua terjadi pada musim gugur di bulan Oktober. Selama musim kawin, pejantan menghabiskan waktunya membersihkan lantai dansa (tanah) untuk mempertunjukkan tariannya. Mereka juga menjaga kebersihan dan membuang dedaunan, ranting, atau apa pun yang menutupi tanah hutan.Kemudian mereka melakukan tarian kawin yang rumit untuk mengesankan calon pasangannya.[1] Burung jantan biasanya memamerkan pelindung dada yang menarik dan mengiringi tarian kawin dengan nyanyian dan panggilan.[2]

Penamaan ilmiah spesies ini diberikan oleh keponakan Kaisar Napoleon Bonaparte yang bernama Charles Lucien Bonaparte dan sempat menimbulkan kontroversi. Bonaparte, seorang pengikut aliran republik, mendeskripsikan burung Cendrawasih Botak dari spesimen yang di beli oleh seorang ahli biologi Inggris bernama Edward Wilson beberapa bulan sebelum John Cassin, yang akan menamakan burung ini untuk menghormati Edward Wilson. Tigabelas tahun kemudian, ahli hewan Jerman yang bernama Heinrich Agathon Bernstein menemukan habitat Cendrawasih Botak di pulau Waigeo.

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah di mana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Botak dievaluasikan sebagai berisiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Deskripsi

Cendrawasih botak berukuran agak kecil. Jantan dapat mencapai panjang 16 sentimeter (6,3 inci) (21 cm termasuk persegi panjang tengah) dan berat 53–67 g, sedangkan betina dapat mencapai panjang 16 cm, tetapi berat 52–60 g. [4] Burung cenderawasih jantan berwarna merah dan hitam , dengan mantel kuning di lehernya, mulut hijau muda, kaki biru tua, dan dua bulu ekor ungu melengkung. Kepalanya berwarna biru telanjang, dengan pola silang ganda berwarna hitam di atasnya. Betina adalah burung kecoklatan dengan kepala tanpa bulu di kepalanya yang berwarna biru (maka dari itu disebut "botak")

Jika dilihat langsung, kulit tanpa bulu berwarna biru di ubun-ubun kepala burung begitu cerah hingga terlihat jelas di malam hari; punggung merah tua dan dada hijau beludru subur, ekor melengkung berkilau perak cerah.

Referensi

  1. 1 2 "BBC Earth | Environment, Climate Change, AI, Food, Health, Social, & Technology". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-27.
  2. ↑ "Wilson's bird-of-paradise videos, photos and facts - Cicinnurus respublica". Arkive (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-09-27.

Pranala luar

  • (Inggris) BirdLife Species Factsheet
  • (Inggris) IUCN Red List
Pengidentifikasi takson
Diphyllodes respublica
  • Wikidata: Q27075339
  • Avibase: 1B03A72273A380B3
  • BOW: wbopar1
  • CoL: 36G77
  • eBird: wbopar1
  • GBIF: 5788945
  • iNaturalist: 1506100
  • ITIS: 916506
  • NCBI: 36259
  • Open Tree of Life: 28327
  • Species+: 6361
  • Xeno-canto: Diphyllodes-respublica
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Cenderawasih

burung famili Paradisaeidae

Papua Barat

provinsi di Pulau Papua, Indonesia

Operasi Damai Cartenz

KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-01-07. "Kapolda Papua: Pimpinan KKB Joni Botak Tewas Ditembak Kelompok Lain". CNN. 2023-04-29. Diakses tanggal 2023-04-30

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026