Chizuko Ueno adalah seorang sosiolog asal Jepang yang dikenal sebagai salah satu tokoh feminis terkemuka di negara tersebut.Penelitiannya meliputi berbagai isu dalam bidang sosiologi, termasuk semiotika, kapitalisme, serta kajian feminisme di Jepang. Tulisan-tulisannya dikenal karena gaya penyajiannya yang jelas dan mudah dipahami, serta sering memunculkan beragam tanggapan dari kalangan akademik maupun masyarakat umum. Ueno menikah dengan sejarawan Daikichi Irokawa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Chizuko Ueno | |
|---|---|
Ueno in 2014 | |
| Nama asal | 上野 千鶴子 |
| Lahir | 12 Juli 1948 Toyama Prefecture |
| Kebangsaan | Jepang |
| Almamater | Kyoto University |
| Pekerjaan | Professor of sociology |
| Dikenal atas | Japanese feminism |
Chizuko Ueno (上野 千鶴子, Ueno Chizuko, lahir 12 Juli 1948 di Prefektur Toyama)[1] adalah seorang sosiolog asal Jepang yang dikenal sebagai salah satu tokoh feminis terkemuka di negara tersebut[2][3].Penelitiannya meliputi berbagai isu dalam bidang sosiologi, termasuk semiotika, kapitalisme, serta kajian feminisme di Jepang.[1][4] Tulisan-tulisannya dikenal karena gaya penyajiannya yang jelas dan mudah dipahami, serta sering memunculkan beragam tanggapan dari kalangan akademik maupun masyarakat umum.[5] Ueno menikah dengan sejarawan Daikichi Irokawa.[6][7][8][9]
Ueno diasuh dan dibesarkan melalui ajaran agama Kristen, yang ia anggap sebagai hal yang “tidak umum” karena hanya sekitar 1% populasi Jepang yang beragama Kristen. Dalam sebuah wawancara dengan The Japan Times, Ueno mendeskripsikan ayahnya sebagai “seorang seksis sejati” yang hanya punya harapan sangat tinggi terhadap dua saudara laki-lakinya, tetapi hanya menganggap Ueno sebagai “gadis peliharaan”, yang justru memberinya kesempatan untuk melakukan apa pun yang Ueno inginkan.”[10]
Pernikahan orang tuanya tidak berjalan harmonis, dan ibunya kerap mengungkapkan kekhawatiran mengenai kesulitan yang mungkin timbul apabila ia memutuskan untuk bercerai. Di kemudian hari, Ueno menggambarkan lembaga pernikahan monogami sebagai “akar dari segala kejahatan.”[11]
Selama Ueno menempuh studi sosiologi di Universitas Kyoto,[1] ia turut berpartisipasi dalam protes mahasiswa Zengakuren pada tahun 1960-an[10].Ia menyatakan bahwa selama masa kuliahnya, ia mengalami diskriminasi berbasis gender.[12]
Ueno hanya berfokus pada isu kesetaraan gender pada masyarakat Jepang. Sepanjang kariernya, ia melakukan penelitian yang berperan penting dalam memperluas pengakuan terhadap studi isu gender sebagai bagian bidang akademik di Jepang.
Sepanjang kariernya, Ueno berfokus pada isu kesetaraan gender dalam masyarakat Jepang. Penelitiannya berperan penting dalam memperluas pengakuan terhadap studi gender sebagai bidang kajian akademik di Jepang.
Tahun 1982, ia menulis The Study of the 'Sexy Girl' (セクシィ・ギャルの大研究) dan Reading the Housewife Debates (主婦論争を読む), yang kemudian disebut sebagai “Pembawa Panji Feminisme 1980-an”.[1] Ueno meneliti hubungan antara gerakan Women's Lib (ウーマン・リブ) pada 1960-an dan Gerakan Pembebasan Perempuan (女性解放運動) pada 1970-an.[1] Dalam penelitiannya, Ueno menggunakan pendekatan strukturalis dan semiotik dalam sosiologi untuk meneliti bagaimana gender berperan di dalam masyarakat. Bersama Asada Akira, Nakazawa Shin’ichi, dan Yomota Inuhiko, ia menjadi bagian dari New Academicism Boom (ニュー・アカデミズム・ブーム).[1]
Ueno sempat menghentikan studi doktoralnya dan bekerja di sebuah lembaga pemikiran yang bergerak di bidang sistem pemasaran, di mana ia meneliti dan menulis mengenai isu-isu konsumsi serta dinamika sosial masyarakat.[13]
Dari 1979 hingga 1989, Ueno menjadi dosen kemudian lektor kepala di Heian Women's College. Ia kemudian menjabat sebagai lektor kepala hingga profesor penuh di Kyoto Seika University, Departemen Humaniora, dari 1989 hingga 1994.[1] Pada tahun 1993, setelah ditolak oleh banyak universitas, karena pangandan pemikiranya yang dianggap keras sebagai seorang sarjana feminis, ia menerima undangan dari Universitas Tokyo untuk bergabung sebagai pengajar.[10]
Ueno juga pernah menjadi profesor tamu khusus di Graduate School of Core Ethics and Frontier Sciences, Ritsumeikan University, serta profesor emeritus di Universitas Tokyo.[14] Setelah pensiun dari Universitas Tokyo, ia menjabat sebagai Direktur Utama Women's Action Network (WAN),[15][16] sebuah organisasi yang menghubungkan feminis dari berbagai latar belakang.[17]
Pada 1994, Ueno menerima Penghargaan Seni dan Sains Suntory atas karyanya The Rise and Fall of the Modern Family.[1]