Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Lopis

Lopis adalah jenis ikan sungai yang tergolong dalam genus Chitala. Orang Banjar menyebutnya ikan pipih. Jenis ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Semenanjung Malaya, meskipun sekarang sudah sulit ditangkap karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan. Ikan ini merupakan bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kemplang. Dulu lopis juga dipakai untuk pembuatan pempek tetapi sekarang diganti dengan tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias.

salah satu spesies ikan
Diperbarui 4 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lopis
Belida lopis
Status konservasi

Punah  (2020)  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Osteoglossiformes
Famili:
Notopteridae
Genus:
Chitala
Spesies:
C. lopis
Nama binomial
Chitala lopis
(Bleeker, 1851)
Sinonim

Notopterus chitala H.B.

Artikel takson sembarang

Lopis adalah jenis ikan sungai yang tergolong dalam genus Chitala (ikan belida). Orang Banjar menyebutnya ikan pipih. Jenis ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Semenanjung Malaya, meskipun sekarang sudah sulit ditangkap karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan. Ikan ini merupakan bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kemplang. Dulu lopis juga dipakai untuk pembuatan pempek tetapi sekarang diganti dengan tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias.

Karena berpotensi ekonomi dan terancam punah, lembaga penelitian berusaha menyusun teknologi budi dayanya. Hingga 2005, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, di Kalimantan Selatan telah mencoba membudidayakan, menangkarkan serta memperbanyak benih ikan belida.

Ikan ini sempat dinyatakan punah oleh IUCN Red List pada tahun 2020 dan informasinya tidak diperbarui lagi sejak saat itu,[1] tetapi ditemukan kembali pada tahun 2023.[2]

Taksonomi

Posisi taksonomi lopis cukup membingungkan akibat kurangnya kajian mengenai keragaman evolusioner dan sebaran geografi genus Chitala di Paparan Sunda (Sundaland).[3] Ada enam spesies Chitala dan satu spesies Notopterus yang dikenal. C. lopis oleh Roberts dianggap satu spesies dengan C. borneensis (dari Kalimantan) dan C. hypselonotus (dari DAS Musi).[4] Pendapat ini disanggah oleh Wibowo et al. yang menunjukkan berdasarkan bank data molekuler, tiga spesies ini valid dan sekaligus menunjukkan bahwa C. lopis masih ditemukan di Ci Sadane, Jawa.[3] Kajian ini sekaligus juga menunjukkan bahwa yang sering disebut ikan belida sumatera sebenarnya adalah C. hypselonotus, bukan C. lopis.

Pemerian dan penangkaran benih

Lopis jantan

Ikan air tawar, pemangsa ikan kecil dan krustasea, dewasa berukuran 1,5–7 kg, dengan ciri khas ikan berpunggung pisau: punggungnya meninggi sehingga bagian perut tampak lebar dan pipih. Lopis dicirikan melalui sirip duburnya yang menyambung dengan sirip ekor berawal tepat di belakang sirip perut yang dihubungkan dengan sisik-sisik kecil. Bentuk kepala dekat punggung cekung dan rahangnya makin panjang sesuai dengan meningkatnya umur sampai jauh melampaui batas bagian belakang mata pada ikan yang sudah besar.

Betina memiliki sirip perut relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk bulat. Ketika berahi (matang gonad), bagian perut membesar dan kelamin memerah. Jantan memiliki sirip perut lebih panjang dan menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk tabung, ukuran lebih kecil daripada betina. Jika jantan siap pijah alat kelamin memerah dan mengeluarkan cairan putih (cairan sperma) jika ditekan/diurut.

Telur biasanya diletakkan di batang terendam pada kedalaman hingga 1m. Dalam rekayasa penangkaran, batang bambu atau papan dipakai sebagai tempat penempelan telur. Pemijahan dilakukan pada musim penghujan (di BBAT Agustus hingga Maret). Dalam sekali pemijahan, seekor betina rata-rata menghasilkan 288 butir telur, meskipun dapat menghasilkan hampir dua kali lipat dari jumlah itu. Derajat pembuahan berkisar 30–100 %. Derajat penetasan 72,2% dan sintasan (survival rate) larva adalah 64,2%. Larva menetas sekitar 72–120 jam (3-5 hari) pada suhu air 29–30 °C.

Larva bersifat kanibal sehingga perlu perlindungan. Benih berusia 3 hari sudah mulai dapat makan udang artemia. Benih berusia satu bulan sudah dapat dideder di akuarium, dan satu bulan kemudian siap dideder di kolam. Ikan dengan ukuran 15 cm siap untuk pembesaran.

Belida lebih aktif pada malam hari, dan mulai respon terhadap makanan pada sore hari. Hewan ini menyukai bagian gelap dari sungai, biasanya hidup di lubuk di bawah pepohonan.

Kutipan

  1. 1 2 Ng, H.H. (2020). "Chitala lopis". 2020 e.T157719927A89815479. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-1.RLTS.T157719927A89815479.en. ;
  2. ↑ Wibowo, A; Haryono, H; Kurniawan, K; Prakoso, VA; Dahruddin, H; Surbani, IL; Jaya, YY; Sudarsono, S; Rochman, F; Muslimin, B; Sukmono, T (2023). "Rediscovery of the giant featherback Chitala lopis (Notopteridae) in its type locality resolves decades of taxonomic confusion". Endangered Species Research. 52: 285–301. doi:10.3354/esr01281.
  3. 1 2 Wibowo, A, Haryono, Kurniawan, Prakoso VA, Dahruddin H, Surbani IL, Jaya YYP, Sudarsono, Rochman F, Muslimin B, Sukmono T, Rourke ML, Ahnelt H, Funge-Smith S, Hubert N (2023). "Rediscovery of the giant featherback Chitala lopis (Notopteridae) in its type locality resolves decades of taxonomic confusion". Endang. Species Res. 52: 285–301. doi:10.3354/esr01281. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ↑ Roberts, TR (1992). "Systematic revision of the old world freshwater fish family Notopteridae". Ichthyol. Explor. Freshw. 2: 361−383.

Referensi

  • Arifudin R. 1983. Ikan Belida Hewan Langka yang Dilindungi. BPTP. Palembang.
  • Artikel di Majalah Trobos daring[pranala nonaktif permanen]
  • Majalah Warta Pasar Ikan Edisi Oktober 2010 Diarsipkan 2012-06-17 di Wayback Machine.
  • Mengenal sekilas Chitala lopis, si langka yang dilindungi
  • l
  • b
  • s
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
  • Aneka Hiu dan pari
  • Setuhuk
    • Jangilus
    • Layaran
    • Todak
  • Tenggiri
  • Tuna
    • Albakora
    • Cakalang
    • Madidihang
    • Mata besar
    • Tongkol
Pelagis kecil
  • Bonito
  • Japuh
  • Kembung
  • Layang
  • Lemuru
  • Makerel
  • Selar
  • Sarden
  • Tembang
  • Teri
  • Torani
Demersal
  • Alu-alu
  • Ayam-ayam
  • Bawal
  • Belanak
  • Baronang
  • Kakap
  • Kerapu
  • Kuro
  • Layur
  • Manyung
  • Peperek
  • Sebelah
Biota laut lain
  • Cumi-cumi
    • Cumi-cumi
    • Gurita
    • Sotong
  • Kepiting
    • Bakau
    • Rajungan
  • Tiram
    • Darah
  • Teripang
  • Udang
    • Geragau
    • Lobster
    • Laut
    • Ronggeng
    • Windu
Ikan air tawar
  • Baung
  • Belida
  • Betik
  • Gabus
    • Gabus
    • Kehung
    • Kerandang
    • Toman
  • Lele
    • Kampung
    • Limbat
  • Lundu
  • Putihan
    • Hampal
    • Tengadak
    • Seluang
    • Semah
    • Tambra
    • Tawes
  • Sepat
    • Rawa
    • Siam
  • Sidat
  • selanjutnya...
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
  • Agar-agar
  • Bandeng
  • Kakap
    • Merah
    • Putih
  • Kerapu
  • Tiram
    • Abalon
    • Hijau
    • Mutiara
Air tawar
  • Belut sawah
  • Gurami
  • Lele dumbo
  • Mas
  • Mujair
  • Nila
  • Patin
  • Ikan hias
    • Arwana
    • Cupang
    • Gupi
    • Maskoki
    • Sepat
  • selanjutnya...)
Kategori:Ikan
Pengidentifikasi takson
Chitala lopis
  • Wikidata: Q4920467
  • Wikispecies: Chitala lopis
  • BOLD: 211178
  • CoL: 5XTWS
  • EoL: 219263
  • FishBase: 8765
  • GBIF: 2402271
  • iNaturalist: 187231
  • IRMNG: 10137886
  • ITIS: 649806
  • IUCN: 157719927
  • NCBI: 311467
  • Open Tree of Life: 536317
  • WoRMS: 1021765

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi
  2. Pemerian dan penangkaran benih
  3. Kutipan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Ikan dory

Ikan John Dory, atau secara singkat ikan dory, (terkadang dieja sebagai ikan dori) mengacu pada ikan dari genus Zeus, khususnya Zeus faber, yang tersebar

Ikan gergaji

tersusun mirip seperti gergaji. Mereka adalah salah satu spesies ikan terbesar, dengan beberapa spesies mencapai panjang sekitar 7–7,6 m (23–25 ft). Mereka

Paus pembunuh

griseus). Orcinus orca adalah satu-satunya spesies yang masih hidup yang diakui dalam genus Orcinus dan salah satu dari banyak spesies yang dideskripsikan pertama

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026