Ikan belida atau belido adalah genus ikan dalam famili Notopteridae. Ikan ini diambil dari nama salah satu sungai di Sumatra Selatan yang menjadi habitatnya, yakni Sungai Belida. Genus ikan ini terdiri dari enam spesies ikan, beberapa di antaranya biasa dijadikan ikan peliharaan dalam akuarium. Biasanya dikenal sebagai "ikan pisau" Asia. Di Kalimantan, ikan ini lebih sering disebut "ikan pipih" dan dijadikan bahan baku pembuatan "kerupuk ikan pipih" sebagai oleh-oleh khas Kalimantan. Habitatnya berasal dari perairan tawar di Asia Selatan dan Tenggara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Belida | |
|---|---|
| Chitala sp. | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Actinopterygii |
| Ordo: | Osteoglossiformes |
| Famili: | Notopteridae |
| Subfamili: | Notopterinae |
| Genus: | Chitala Fowler, 1934 |
| Spesies | |
|
Lihat teks | |
Ikan belida atau belido (genus Chitala) adalah genus ikan dalam famili Notopteridae. Ikan ini diambil dari nama salah satu sungai di Sumatra Selatan yang menjadi habitatnya, yakni Sungai Belida. Genus ikan ini terdiri dari enam spesies ikan, beberapa di antaranya biasa dijadikan ikan peliharaan dalam akuarium. Biasanya dikenal sebagai "ikan pisau" Asia. Di Kalimantan, ikan ini lebih sering disebut "ikan pipih" dan dijadikan bahan baku pembuatan "kerupuk ikan pipih" sebagai oleh-oleh khas Kalimantan. Habitatnya berasal dari perairan tawar di Asia Selatan dan Tenggara.[1]
Ikan Belida membutuhkan lingkungan akuarium khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk menciptakan habitat yang mendukung, sejumlah faktor harus diperhatikan, antara lain: